ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. SAHABAT, TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG SAYA INI. SEMOGA BERMANFAAT DAN MAMPU MEMBERIKAN INSPIRASI. BAGI SAYA, MENULIS ADALAH SALAH SATU CARA MENDOKUMENTASIKAN HIDUP HINGGA KELAK SAAT DIRI INI TIADA, TAK SEKADAR MENINGGALKAN NAMA. SELAMAT MEMBACA! SALAM HANGAT, ETIKA AISYA AVICENNA.

DONGENG DAN PEMBENTUKAN KARAKTER POSITIF PADA ANAK

 


Jiwa anak itu bagaikan selembar kertas putih yang menanti orang dewasa untuk mengisinya (John Locke).

Orang tua sangat berperan dalam membentuk karakter anak. Baik buruk perilaku atau akhlak seorang anak sangat dipengaruhi apa yang diajarkan atau dididik oleh orang tuanya. Anak adalah peniru ulung dan orang tua harus bisa menjadi sebaik-baik teladan untuk mereka.

Dongeng Masa Kecil

Teman-teman, apa dongeng waktu kecil yang masih diingat sampai sekarang? Kalau saya salah satunya cerita Malin Kundang. Dongeng ini sangat terkenal bahkan hingga sekarang.

Dongeng ini berkisah tentang seorang wanita miskin yang tinggal bersama anak semata wayangnya bernama Malin Kundang. Kehidupan mereka serba kekurangan sehingga saat Malin dewasa, dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota. Meski berat hati, sang ibu mengizinkan anaknya merantau.



Singkat cerita, Malin berhasil menjadi pedagang yang kaya raya serta telah memiliki istri yang sangat cantik. Pada suatu ketika, Malin ingin melihat keadaan kampung halaman yang sudah lama ditinggalkannya. Dia datang bersama sang istri dengan membawa banyak uang untuk dibagi-bagikan.

Penduduk di kampungnya sangat senang. Ada seorang tetangga yang mengenali Malin. Orang itu pun segera menemui ibu Malin Kundang untuk menyampaikan berita gembira kedatangan Malin tersebut.

Setelah diberi tahu, Ibu Malin sangat terharu karena sudah bertahun-tahun menyiman rindu. Ia segera berlari menuju dermaga tempat Malin dan istrinya berada. Benar saja, di sana terlihat Malin dengan istrinya yang sangat rupawan.

"Malin, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?" tanya sang ibu sambil memeluk Malin Kundang.

Malin yang merasa malu mengakui ibunya yang kumal dan berpakaian lusuh tersebut,  bergegas melepaskan pelukan ibunya.

"Suamiku, apa benar orang tua ini adalah ibumu?" tanya istri Malin kebingungan.

"Dia bukan ibuku, dia hanya mengaku-ngaku saja sebagai ibuku," jawab Malin.

Mendengar hal itu, ibunya sakit hati atas perbuatan Malin, hingga akhirnya ibu Malin mengutuknya menjadi sebuah batu.

Begitulah cerita singkat tentang Malin Kundang. Dongeng/cerita tersebut mengajarkan anak untuk senantiasa menghormati dan berbakti pada orang tua.


Manfaat Dongeng

Salah satu cara atau metode mendidik anak yang cukup mudah adalah dengan bercerita atau story telling. Sebagian besar anak suka dengan cerita, baik cerita yang sesungguhnya (nonfiksi) maupun cerita rekaan (fiksi). Biasanya ketika anak ditawari untuk dibacakan cerita atau mendengarkan sebuah kisah, dia akan diam dan antusias menyimak. 


Dongeng merupakan cerita fiksi atau cerita yang tidak benar-benar terjadi. Namun, dongeng memberikan beberapa manfaat 
sebagai berikut.

1. Menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan moral dan menanamkan nilai kebaikan

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, cerita yang pernah orang tua sampaikan di saat kita kecil pasti masih membekas sampai sekarang. Sebut saja selain dongeng Malin Kundang di atas, ada kisah Cinderella, Bawang Merah Bawang Putih, si Kancil dan lainnya. Dari beberapa cerita itu tertanam dalam diri kita (sampai saat ini) bahwa sifat buruk Bawang Merah berakibat tidak baik bagi dirinya, lalu durhakanya Malin Kundang kepada sang ibu juga menimbulkan musibah di kemudian hari.

2. Daya imajinasi anak juga akan berkembang lewat dongeng atau cerita. 

Anak akan dibawa ke dunia baru yang luas dan bebas sehingga imajinasinya dapat menghadirkan pengalaman dan pengetahuan baru bagi dirinya.

3. Meningkatkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. 

Pilihan kata yang digunakan dalam dongeng sangat baik untuk menambah perbendaharaan kata-kata bagi anak-anak, sehingga memudahkan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

4. Cerita atau dongen merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai positif pada anak.

Banyak dongeng yang mengandung pelajaran positif lewat karakter tokoh maupun alur ceritanya sehingga bisa menjadi sumber penanaman nilai positif pada akan serta bisa juga menumbuhkan rasa empati.

5. Dongeng dapat menumbuhkan minat baca pada anak. 

Setelah tertarik dengan dongeng yang dibacakan orang tua, diharapkan ketertarikan pada buku akan tumbuh pada dirinya. Diawali dengan buku-buku cerita atau dongeng yang sukai, kemudian bertambah menyukai buku pengetahuan, sains, agama, dan lainnya.

6. Bagi anak yang sedang mengalami trauma atau sakit, dongeng bisa menjadi hiburan. ajang pelepasan ekspresi, dan penyembuhan luka hati.

7. Mendekatkan dan menghangatkan hubungan orang tua dan anak. 

Dengan mendongeng, orang tua bisa berbagi pengalaman, berekspresi, membangun komunikasi serta kedekatan dengan anak.

 

Tentu masih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan dari aktivitas mendongeng. Pada intinya dongeng dapat memberikan dampak positif pada pembentukan karakter anak, tentu bergantung dengan konten dongeng yang disampaikan serta cara penyampaiannya.

 

Pesta Klub Dongeng

Pada era digital yang serba canggih sekarang ini, tradisi mendongeng harus terus ditingkatkan dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Kita sama-sama tahu bahwa paparan gadget dapat  memberikan dampak negatif pada karakter dan perilaku anak. Aktivitas mendongeng baik untuk maupun dari anak bisa menjadi salah satu aktivitas agar anak tidak melulu asyik dengan gadget-nya.

Bagi ayah bunda yang semangat belajar mendongeng, pada 11-12 September 2021 nanti akan diadakan Pesta Klub Dongeng. Bagi anak-anak yang senang dan mau belajar mendongeng juga bisa ikut lho!

Pesta Klub Dongeng


Pesta Klub Dongeng diselenggarakan dalam rangka HUT Klub Dongeng yang ke-3. Wah, tak terasa ya komunitas dongeng yang keren ini sudah berusia 3 tahun. Dengan mengangkat tema  “Tamasya ke Dunia Cerita”, dalam event ini akan diadakan beberapa pertunjukan dongeng yang seru serta kelas dongen untuk anak-anak maupun dewasa. Pendongeng yang akan mengisi acara di antaranya Kak Rona Mentari, Uncle Sam (Dongeng Wayang Kardus), Kak Nadila Fitria, Kak Bonchie, juga Kak Valent.

Oh iya, Klub Dongeng juga mengajak pendongeng anak untuk ikut menyemarakkan Pesta Klub Dongeng nanti. Anak-anak yang senang mendongeng, ayo ikut!

Rangkaian acara saat Pesta Klub Dongeng sebagai berikut.


 

1.   Sabtu, 11 September 2021

Pukul 09.00-10.30 WIB: Ruang Dongeng Anak

     Acara ini dapat disaksikan secara gratis di YouTube Klub Dongeng dan Instagram Live @klubdongeng.

Pukul 15.00-16.30 WIB: Ruang Belajar Dongeng

    Ayah bunda dapat belajar dongeng bersama Kak Ariyo Zidni @aiodongeng melalui Zoom Meeting dengan HTM Rp 75.000,00. Di sini kita akan belajar mengenai tips mendongeng untuk anak, bagaimana membebaskan imajinasi dalam mendongeng pada anak, dan sebagainya.

 

2.   Ahad, 12 September 2021

Pukul 09.00-10.30 WIB: Ruang Dongeng Spesial
Kegiatan ini bisa diikuti anak-anak. Anak-anak dapat mendengar dongeng dan membuat kerajinan tangan wayang karakter dongeng untuk anak bersama Kak Diaz @diarivisual dan Kak Uci (@ucikelinci via Zoom Meeting Online dengan HTM Rp 45.000,00.

Pukul 15.00-16.40 WIB: Ruang Dongeng Rayakan Imajinasi

    Inilah puncak acara Pesta Klub Dongeng yang bisa disaksikan secara gratis di YouTube Klub Dongeng dan IG Live @klubdongeng. Ayo ramaikan bersama keluarga tercinta.

Oh iya teman-teman yang ingin melakukan pendaftaran dan membutuhkan informasi lebih lanjut bisa cek ke Instagram @klubdongeng dan YouTube Klub Dongeng. Pada 11-12 September 2021 nanti, agendain yuk untuk ikut Pesta Klub Dongeng 2021. Kita akan sama-sama bertamasya ke dunia cerita. Pasti seru!

Bagi ayah bunda, semoga agenda ini bisa menjadi sarana untuk belajar membentuk karakter positif anak melalui dongeng.

Semakin meyakinkan kita, mendongeng itu sangat penting, mudah dilakukan siapa saja yang peduli pada hak anak untuk tumbuh dan berkembang (Kak Seto)

_____________

Referensi Tulisan:

- Al-Qudsy, Muhaimin dan Ulfah Nurhidayah. 2010. Mendidik Anak Lewat Dongeng. Yogyakarta: Penerbit Madania.

- Media Sosial Klub Dongeng

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini ^___^. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Insya Allah komentar yang bukan spam akan dimunculkan. IG/Twitter : @aisyaavicenna