PERJALANAN SATU DASAWARSA MENJADI NARABLOG


Ketika huruf bisa tersusun menjadi kata...

Ketika kata dapat tertautkan menjadi kalimat, dan...

 Ketika kalimat berhasil terangkai menjadi tulisan yang inspiratif...

Ketika itulah akan terasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa
(Aisya Avicenna)

KETIKA SAHABAT DEKAT AKAN MENIKAH

Saya punya sahabat dekat, baik di kantor,  di rumah, di komunitas, dan di manapun saya berada *heuheu...  Bahkan, dengan beberapa sahabat itu, saya membuat sebuah geng atau kelompok. Ada Bangbayang (untuk sahabat dekat satu kos-kosan waktu S2 di Bandung), ada Trio Syantik (karena anggotanya terdiri dari Sarnita, Sulistyorini, dan Etika.. hehe, agak maksa dikit!), ada Muslimah Preneur, dll. Nah, tahun ini salah satu sahabat dekat saya di kantor akan menikah. 


PENANTIAN


Banyak yang bilang bahwa menanti atau menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Tapi coba kita ubah mindset itu, penantian adalah momentum yang membahagiakan. Akan terasa lebih nyaman kan terdengarnya? 

BELAJAR BAHAGIA


Tak disangka, hari pertama masuk kantor kemarin saya sudah diminta lembur. Sebenarnya sudah siap-siap pulang, tapi ada panggilan mendadak untuk menyiapkan data. ☺

LANGKAH DUA PASANG SEPATU KITA


Alhamdulillah, sudah 2019. Setelah tahun 2018 kami punya tema "From MOVE ON to MOVE UP", tahun ini tema kami "HIJRAH UNTUK MENANG". Makna terdalamnya, kami ingin hijrah menjadi lebih baik untuk mendapatkan kemenangan berupa cinta dan ridha dari Allah. Sebenarnya maknanya sangat luas dan panjang untuk dijabarkan. 

JEJAK PASSION DI 2018


Tulisan pertama di 2019 ini saya akan sedikit review perjalanan 2018 berdasarkan passion saya. •
Dalam menulis, alhamdulillah terbit 1 buku antologi bersama komunitas Twin Universe, dua naskah proyek untuk dua komunitas, dan lolos dalam sayembara nulis bareng Boim Lebon (penulis favorit saya sejak kecil). Semoga semuanya segera terbit di 2019. Tahun 2018 mulai merasakan 'gajian' dari ngeblog. Beberapa kali berhasil ikut lomba menulis dan pada akhir tahun, terbit 1 buku untuk kantor. 😍

KENA ‘TAMPAR’ tERe DI MILAD BLOGGER MUSLIMAH



Tlah kuberi sgalanya..
Cinta yang tanpa akhir..
Yang hanya tercipta untukku..
Mestinya semua ini jadi awal yang indah bagiku..
Ada yang tidak asing dengan lirik lagu “Awal yang Indah” di atas? Yup, yang auto nyanyi, mungkin kita seumuran. Hehe.... Lagu tersebut ngehits di tahun 90-an, dibawakan oleh seorang penyanyi wanita berbakat bernama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede. Lebih dikenal dengan panggilan Tere.

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna

Keliling Dunia