ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. SAHABAT, TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG SAYA INI. SEMOGA BERMANFAAT DAN MAMPU MEMBERIKAN INSPIRASI. BAGI SAYA, MENULIS ADALAH SALAH SATU CARA MENDOKUMENTASIKAN HIDUP HINGGA KELAK SAAT DIRI INI TIADA, TAK SEKADAR MENINGGALKAN NAMA. SELAMAT MEMBACA! SALAM HANGAT, ETIKA AISYA AVICENNA.

PON XX DI PAPUA SEBAGAI PONDASI KEMAJUAN INDONESIA

 



Jarak ribuan kilometer dapat dicapai jika dimulai dari ayunan langkah pertama.

 

Bisa keliling Indonesia adalah salah satu impian besar dalam hidup saya. Alhamdulillah saat ini saya sudah menjelajah di 25 provinsi Indonesia. Tinggal 9 provinsi lagi. Pulau besar di Indonesia yang terakhir saya kunjungi adalah Papua. Saya pertama kali menjejakkan kaki di pulau berbentuk laiknya seekor burung itu pada 14 Maret 2018. Waktu itu saya dan rekan-rekan menjadi panitia acara rapat koordinasi yang digelar di Jayapura.

Pertama kali datang di Papua saya sangat bahagia karena akhirnya bisa menjejak di 5 pulau besar Indonesia. Tak menyangka juga bisa bercengkerama langsung dengan penduduk asli Papua yang terkenal ramah dan murah senyum. Saya juga sempat berkunjung ke Pasar Mama-Mama Papua. Saya melihat sendiri betapa hasil pertanian di Papua sangat potensial. Aneka sayuran di sana sangat besar.

Saat ke Jayapura dan Merauke (Sumber : dok. pribadi)


Kedua kalinya ke Papua yakni pada 13 September 2018 saat bertugas ke Merauke. Waktu itu menghabiskan hampir 12 jam perjalanan hingga akhirnya mendarat di ujung timur Indonesia. Saat di Merauke, saya juga menyempatkan berkunjung ke Musamus atau rumah semut yang menjadi salah satu icon di sana.




Papua adalah pulau terbesar kedua di Indonesia yang memiliki 2 (dua) provinsi, yakni Papua dan Papua Barat. Ketimpangan barat dan timur masih menjadi isu penting sampai saat ini. Untuk mewujudkan kemajuan di Papua yang tentu akan berdampak pada terwujudnya Indonesia yang lebih maju, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Saya singkat dengan PONDEMI. Penjelasannya sebagai berikut.

P = [P]emerataan pembangunan

Saat ini sudah ditetapkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Adanya Inpres ini tentu menjadi salah satu tolok ukur bahwa Pemerintah kian serius untuk melakukan pemerataan pembangunan di Indonesia. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan Papua kian maju dan tidak ada lagi ketimpangan di Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur.

O = [O]ptimalisasi potensi Papua

Papua memang pantas menyandang sebutan “Mutiara dari Timur” karena memiliki potensi yang luar biasa. Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah serta budaya yang unik dan beragam menjadi kekayaan tersendiri untuk Bumi Cenderawasih.  Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua juga sangat potensial serta bisa mennjadi aset berharga untuk Indonesia.

Potensi SDA baik di sektor pertanian, perkebunan, maupun pertambangan di Papua harus bisa diolah dan dimanfaatkan dengan baik untuk menciptakan kemakmuran rakyatnya.

Potensi wisata Provinsi Papua juga sangat banyak. Sebut saja ada Lembah Baliem, Gunung Carstensz (Puncak Jaya), Danau Emfote, Danau Sentani, Teluk Cenderawasih, Taman Nasional Wasur, Taman 1000 Masamus, Jembatan Youtefa, Monumen Kapsul Waktu, Stadion Lukas Enembe, Bukit Jokowi, dan lainnya. Selain itu ada potensi di bidang budaya yakni berupa pakaian adat, kerajinan tangan ciri khas Papua seperti tas noken, koteka, lukisan kulit katu, dan kain tenun, serta kuliner khas Papua yang mencerminkan kearifan lokal setempat.

N = [N]aikkan pendapatan daerah Papua

Besarnya potensi yang dimiliki Papua tentu bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang sangat besar. Masih banyak potensi di Papua yang belum diolah dan dioptimalkan.  SDA yang melimpah memang belum menjamin daerah tersebut memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar juga. Biasanya daerah memiliki kendala terkait fasilitas/sarana pendukung yang belum memadai, sistem informasi pengelolaan pajak yang manual, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas. Kendala-kendala tersebut masih jamak terjadi di Papua.

D = [D]ukung keterlibatan putra daerah Papua

Penduduk Papua dikenal ramah dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Saat saya ke sana pun kami disambut dengan hangat. Saat ini kita banyak menemukan putra daerah Papua yang mampu mengukir prestasi baik di kancah nasional maupun internasional. Prestasi itu tak hanya dalam bidang akademik, tapi juga olahraga, seni, dan budaya. Sebut saja pemain sepak bola nasional yakni Boaz Solossa, lalu Nowela Mikhelia yang pernah memenangkan ajang pencarian bakat dalam bidang menyanyi, serta Jacklien Ibo seorang atlet basket asal Papua yang kaya prestasi. Putra daerah Papua harus didukung dan difasilitasi untuk terus mendulang prestasi yang membanggakan. Kemajuan Indonesia juga bertumpu pada mereka.

E = [E]fektivitas kinerja dan efisiensi anggaran

Efektivitas kinerja dan efisiensi anggaran khususnya untuk pemerintah daerah Provinsi Papua harus terus diupayakan. Hal ini tentu untuk menunjang optimalisasi pembangunan daerah.

M = [M]enguatkan persatuan di bawah payung NKRI

Isu perpecahan yang beberapa kali terjadi di tanah Papua harus menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat dan Daerah. Rasa persatuan dan kesatuan harus terus dipupuk. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan Indonesia bagian barat dan timur.

I = [I]ntegrasi semua stakeholder dan pihak terkait

Dalam upaya mewujudkan Indonesia Maju, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, perlu peran serta semua stakeholder dan pihak terkait. Upaya koordinasi dan kolaborasi harus terus digalakkan agar kemajuan Papua dapat segera diwujudkan.


Upaya "PONDEMI" untuk Memajukan Papua

Jika upaya "PONDEMI" di atas dapat direalisasikan  dengan baik, tentu mentari harapan baru dari timur akan semakin bersinar terang. Papua akan semakin jaya dan Indonesia pun kian maju.


PON (Pekan Olahraga Nasional) merupakan ajang pesta olahraga nasional yang dilaksanakan empat tahun sekali dan diikuti oleh atlet terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia. PON bertujuan untuk mempererat persatuan, mengobarkan semangat perjuangan, serta membangun karakter bangsa Indonesia melalui olahraga.

PON pertama kali diadakan di Solo, Jawa Tengah pada 1948. Lalu setiap empat tahun sekali PON diselenggarakan di berbagai daerah Indonesia yang lain seperti Jakarta, Medan, Palembang, Surabaya, dan lainnya. PON terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2016 lalu di Bandung, Jawa Barat. Sebenarnya PON XX akan digelar pada 2020, akan tetapi pandemi terjadi di Indonesia sehingga pelaksanaanya harus diundur dan direncanakan  pada 2-15 Oktober 2021.


Dukung PON XX Papua 2021
(Sumber: https://www.facebook.com/ponxx2020papua/)


Penyelenggaraan PON XX di Papua menjadi angin segar untuk mendorong kemajuan Papua serta bisa menjadi peluang bagi masyarakat Papua untuk meningkatkan kesejahteraannya. Ya, mentari harapan baru dari timur kian bersinar terang lewat event luar biasa ini. Tentu PON XX di Papua ini juga akan membawa dampak bagi kemajuan Indonesia. Meskipun pandemi ini mungkin membuat dampak itu tidak begitu dirasakan, namun tetap memberi perubahan setidaknya pada pihak yang berkaitan langsung dengan PON XX seperti pembangunan infrastruktur atau fasilitas pendukung PON XX.

PON XX rencananya akan digelar di 4 (empat) kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Ada 37 cabang olahraga PON XX Papua yang akan dipertandingkan, yakni: aerosport (dirgantara), akuatik, anggar, angkat berat, atletik, baseball, bermotor, biliard, bola basket, bola tangan, bola voli, bulu tangkis, catur, cricket, dayung, gulat, hockey, judo, karate, kempo, layar, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, rugby, selam, senam, sepak bola, sepak takraw, sepatu roda, taekwondo, tarung drajat, tenis, tinju, dan wushu.

Dari 37 cabang olahraga di atas dibagi lagi dalam empat klaster pertandingan dan cabang olahraga yang digelar saat PON XX Papua 2021:

a. Kota Jayapura, 14 cabang, 22 disiplin: voli indoor, voli pantai, base ball (penyisihan), softball (putra), tenis, bulu tangkis, tinju, sepak bola, binaraga, angkat besi, angkat berat, sepatu roda, karate, taekwondo, renang perairan terbuka, selam, canoeing, rowing, TBR (traditional boat race), paralayang, layar, dan sepak takraw.

b. Kabupaten Jayapura, 15 cabang, 21 disiplin: senam artistik, senam ritmik, senam aerobik, loncat indah, polo air, renang, renang artistik, selam kolam, menembak, hoki lapangan, hoki luar, kriket, sepak bola putra, softball putri, baseball (penyisihan/final), panahan, sepak takraw, kempo, muaythai, rugby 7’s, pencak silat, dan gantole.

c. Kabupaten Mimika, 9 cabang, 12 disiplin: atletik, basket 5×5, basket 3×3, biliar, panjat tebing, futsal, bola tangan, judo, tarung derajat, aeromodelling, terjun payung, dan terbang layang.

d.Kabupaten Merauke, 6 cabang, 7 disiplin: sepak bola putri, gulat, wushu, road race, motor cross, anggar, dan catur.

Stadion Lukas Enembe menjadi lokasi utama penyelenggaraan PON XX Papua mulai dari acara pembukaan pada 2 Oktober 2021, pelaksanaan event, sampai penutupan pada 15 Oktober 2021. Stadion yang megah dan artistik ini selesai dibangun 23 Oktober 2020 dan kini menjadi salah satu ikon infrastruktur baru dan modern yang ada di Provinsi Papua. Tentu masyarakat Papua dan kita semua bangga akan adanya stadion megah dan bertaraf internasional di kawasan timur Indonesia.

 



Pada PON XX di Papua ini juga mengangkat tagline Torang Bisa (Kami bisa)”. Tagline ini bermakna penyemangat khas Papua untuk mengobarkan semangat kepada para atlet yang akan bertarung pada PON XX.

Dua maskot PON XX adalah Kangpho dan Drawa. Kangpho atau kanguru pohon, selama ini memang populer sebagai satwa khas Australia, ternyata hidup di Papua juga. Kangpho merupakan jenis kanguru pohon dan satu di antaranya yang sangat terkenal adalah kanguru pohon mantel emas atau memiliki nama latin Dendrolagus Pulcherrimus.

Kanguru ini merupakan mamalia yang memiliki kantung di perutnya. Hewan langka ini memakan buah dan biji-bijian. Dijuluku mantel emas karena bagian pipi, leher, dan kakinya dihiasi warna kuning keemasan.

Pemerintah Provinsi Papua juga memperkenalkan Drawa atau Burung Cenderawasih dalam peluncuran maskot PON XX di Jayapura. Cenderawasih dalam bahasa ilmiahnya Paradisaea Raggiana merupakan jenis burung kisau berukuran sedang dengan panjang sekitar 34 cm. Drawa adalah burung yang memiliki hiasan didominasi warna merah, jingga, serta campuran antara merah dan jingga pada bagian perutnya. Sementara bulu bagian dada berwarna cokelat tua. Lalu pada ekornya terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam.   


Kangpho dan Drawa sebagai Maskot PON XX di Papua


Kangpho dan Drawa mengenakan ikat kepala khas Papua yang berbentuk rumbai dan kerucut menyerupai gambaran pegunungan tengah Papua yang dikelilingi oleh gunung. Selain itu mereka juga mengenakan rumbai dari kulit kayu atau akar pohon untuk menutupi bagian pinggang ke bawah yang juga dilengkapi dengan hiasan ukiran khas Papua pada pinggangnya. Rumbai pada pinggang Kangpho dan Drawa tersebut biasa digunakan oleh perempuan dan laki-laki yang melambangkan sambutan hangat dan penuh keakraban di tanah Papua.

Terpilihnya dua fauna langka khas Papua ini sebagai maskot PON XX tentu membawa pesan untuk terus menjaga kelestariannya agar tidak punah.

Sebagai salah satu upaya untuk menyambut PON XX Papua, panitia juga mengadakan tujuh program seru bernama PONDEMI. Program yang diambil dari kata PON dan Pandemi ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk membangkitkan semangat, pulih bersama dari pandemi COVID-19, dan tetap antusias memeriahkan PON XX Papua 2021 dari rumah. Dengan tagline Bergerak Bersama, panitia menggelar tujuh program dari PONDEMI ini, antara lain:

1. Kompetisi Blogger (kompetisi menulis artikel blog dengan tema “Mentari  Harapan Baru dari Timur”);

2. Virtual Run (kompetisi berlari virtual);

3. Virtual Ride (kompetisi bersepeda virtual);

4. Kelas Inspirasi (webinar seru tentang industri kreatif yang bekerja sama dengan KEMENKOMINFO);

5. Kolaborasi Anak Negeri (kolaborasi menarik dari produk brand Papua dengan brand Nasional);

6. PONDEMI Stand Up Comedy (kompetisi stand up seru tentang PON XX); dan

7.  Torang Show (talkshow virtual dengan perwakilan atlet dari 34 Provinsi yang akan bertanding di PON XX Papua 2021).

Wah seru semuanya ya! Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang program ini, dapat mengunjungi website PONDEMI

Semangat dan harapan harus tetap bersinar walaupun masih berada pada masa pandemi. Semoga pandemi segera berakhir dan akan kian banyak prestasi  yang dapat diukir.




PON XX Papua tinggal menghitung hari. Pelaksanaan PON XX di Papua ini tentu menjadi pondasi penting untuk kemajuan Indonesia. Dalam bidang olahraga, diharapkan Papua makin gemilang dalam mencetak atlet-atlet berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional. Kesuksesan PON XX di Papua ini membawa harapan besar untuk membuat cahaya mentari harapan baru dari timur semakin cerah.  

 

Referensi:

-   PONDEMI: https://pondemi.ponxx2020papua.com/

Website Resmi PON XX Papua: https://www.ponxx2020papua.com

 

Keterangan: Tulisan ini dibuat sebagai partisipasi dalam PONDEMI Kompetisi Blogger “Mentari Harapan Baru dari Timur”.

 

 


MEDIA BISNIS FORTUNE INDONESIA BERGABUNG DENGAN IDN MEDIA UNTUK MERANGKUL GEN Z DAN MILENIAL



Berdasarkan rilis publikasi Badan Pusat Statistika (BPS) pada 21 Januari 2021 tentang  hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa pada per September 2020, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 32,56 juta jiwa dari periode 2010-2020 yang berjumlah 237,63 juta jiwa.


Sensus Penduduk 2020 tersebut juga mencatat bahwa penduduk Indonesia didominasi Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Milenial. Gen Z adalah mereka yang lahir di periode 1997-2012 atau yang berusia 8-23 tahun. Proporsi Gen Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi. Sementara itu, Generasi Milenial adalah mereka yang lahir pada periode 1981-1996 atau berusia 24-39 tahun. Jumlah penduduk dalam kategori Generasi Milenial sebanyak 25,87 persen dari total penduduk Indonesia.

Besarnya persentase dua generasi tersebut tentu menjadi indikator bahwa keduanya memegang peran penting dan akan memberikan pengaruh pada perkembangan Indonesia baik di masa kini maupun masa depan. Mereka akan menjadi motor penggerak dan agen perubahan yang akan memegang nasib bangsa ini.

Gen Z maupun Milenial memiliki sifat dan karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi ini dijuluki sebagai generasi yang minim batasan (boundary-less generation)Kedua generasi ini cenderung menyukai kebebasan dan memilih hal yang menantang.


Pada era digital seperti sekarang ini, di mana hujan informasi begitu derasnya, tantangan yang dihadapi Gen Z maupun Milenial juga semakin komplek. Ada beberapa tantangan yang mereka hadapi saat ini, baik dari internal maupun eksternal.

1.  Tantangan dari internal
Tantangan dari dalam diri Gen Z dan Milenial biasanya berkaitan dengan kondisi kejiwaan atau mental. Karakter mereka yang cenderung perfeksionis dan ingin menunjukkan prestasi, terkadang justru membuat pribadinya merasa insecure, kurang percaya diri, takut karena merasa kurang memiliki keterampilan dan pengetahuan tertentu, dan lainnya.

Gaya hidup Gen Z dan milenial yang banyak terpapar junk food maupun produk instan lainnya, tentu berpengaruh pada kesehatan fisik mereka. Terlebih ketika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik seperti olahraga. Apalagi saat ini untuk memesan makanan cepat saji juga bisa dengan media online sehingga sangat mengurangi aktivitas atau gerak seseorang.

2. Tantangan dari eksternal
Beberapa tantangan dari luar yang dihadapi Gen Z dan Milenial, di antaranya:
a.  Ketidakstabilan finansial
 Kebanyakan Gen Z dan Milenial lebih mengutamakan gaya hidup daripada kebutuhan dasarnya sehingga finansial tidak stabil. Terlebih ketika mereka adalah sandwich generation yang tidak hanya mencukupi kebutuhannya sendiri tapi juga keluarga (anak/istri) dan orang tuanya. Minimnya pengetahuan tentang literasi finansial, membuat mereka kewalahan untuk mengatur pendapatan yang diterima.

b.  Lingkungan yang memicu stress
Lingkungan keseharian Gen Z dan milenial, baik sekolah/kuliah, keluarga, pekerjaan, dan lainnya tentu sedemikian komplek dan rentan menimbulkan tekanan. Ditambah isu lingkungan dewasa ini yang kian berpengaruh pada manusia seperti pemanasan global, polusi, dan lainnya. Tentu tantangan ini melahirkan kecemasan dalam diri mereka terlebih berkaitan dengan tempat tinggal dirinya atau  keturunannya di masa yang akan datang.

c.  Perkembangan teknologi yang pesat
Sekarang ini sudah banyak robot atau teknologi canggih berbasis komputerisasi yang didaulat untuk melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia. Industri 4.0 yang digadang saat ini tentu menjadi tantangan besar untuk Gen Z dan Milenial. Mereka harus siap berkompetisi dan beradaptasi dengan kondisi tersebut. Mereka harus menjadi pembelajar cepat dan menguasai teknologi yang tiap detik terus berkembang.

d.  Sosial media
Sosial media yang awalnya sebagai media berkomunikasi dan membangun jaringan, dewasa ini menjadi tantangan besar bagi Gen Z dan Milenial karena banyak yang terjadi baik positif maupun negatif. Screen time yang overload terkadang membuat mereka menjadi antisosial. Ditambah aksi bullying atau hate speech yang kerap menyasar pengguna sosial media tentu hal ini menjadi berat bagi mereka.

Gen Z dan milenial harus selalu dirangkul untuk bisa mengatasi aneka permasalahan di atas. Mereka juga harus diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi dan prestasi sesuai minat atau passion masing-masing.


Kabar baik datang dari IDN Media yang berencana akan menghadirkan Fortune pada kuartal ketiga 2021 ini. Fortune merupakan media bisnis global terkemuka yang selalu berkomitmen dalam menghadirkan karya jurnalisme yang kompeten, Standar akurasi, transparansi, dan legalitas tinggi di Indonesia menjadi pegangan dalam kehadiran media ini. Sasaran target penikmat Fortune tak hanya dari kalangan para pengambil keputusan, eksekutif, pebisnis profesional, wirausahawan, dan pemimpin aspiratif, tapi juga  Gen Z dan Milenial.
            
“Kehadiran Fortune ini pada dasarnya juga kami tujukan untuk Millennial dan Gen Z yang memiliki ketertarikan seputar bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan, ya. Dengan terus memperhatikan akurasi dan kredibilitas informasi, kami ingin perkaya wawasan dan pengetahuan mereka,” terang Winston Utomo selaku CEO IDN Media.




Tentu kita bertanya-tanya bagaimana IDN Media dapat merangkul Gen Z dan Milenial dengan menghadirkan Fortune di ekosistem bisnis IDN Media. Winston Utomo Kembali menjelaskan bagaimana strategi Fortune sehingga bisa membawa #PositiveImpact bagi Gen Z dan Milenial terutama di 
bidang bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, riset pasar (market research), dan keuangan.


Nah, berikut strateginya!
1.  Menjadi salah satu sumber Informasi yang berkualitas
IDN Media telah mempertimbangkan berbagai hal sebelum resmi memutuskan untuk membawa Fortune ke Indonesia.
Salah satu pertimbangannya adalah terkait dampak positif untuk Gen Z dan Milenial. Harapannya Fortune bisa menjadi salah satu solusi atas aneka permasalahan di berbagai bidang yang mereka hadapi.

Winston juga menyampaikan, “Meski Fortune menargetkan pebisnis profesional sebagai audiens utamanya, hal ini sama sekali tak mengurangi fokus IDN Media pada Gen Z dan Milenial”
Kehadiran Fortune diharapkan dapat memperkaya ekosistem bisnis di IDN Media, sehingga jenis informasi yang disediakan oleh para publisher di IDN Media pun akan semakin beragam.

Strategi Fortune


2. Memperkaya literasi pada aspek finansial untuk Gen Z dan Milenial.
Tentu kita setuju bahwa wawasan dan pengetahuan bisa diperoleh dari mana saja, tidak hanya dapat diperoleh melalui pendidikan formal saja. Pada era saat ini, akses pada informasi yang berkualitas juga dapat menjadi salah satu alternatif lain yang dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan seseorang.

Berhubungan dengan kehadiran Fortune di Indonesia, Winston menyampaikan bahwa literasi terhadap aspek finansial menjadi salah satu hal paling penting yang sebetulnya wajib dipahami oleh Gen Z dan Milenial.
COO dan CEO IDN Media (Sumber: dok. IDN Media)

Fortune hadir menjadi salah satu sumber informasi yang lengkap, akurat, dan terpercaya, serta membantu membuka perspektif baru terkait fokus mereka pada aspek finansial.

3. Menjawab keinginan Gen Z dan Milenial yang kolaboratif dan berjiwa wirausaha

“Gen Z dan Milenial adalah pengambil risiko. Mereka memiliki jiwa wirausaha yang besar. Dengan karakter kolaboratif yang mereka miliki, mereka akan menggunakan kinerja tim sebagai landasan dalam membangun bisnis,” kata Winston saat menyampaikan pendapatnya.
Mewakili IDN Media, Winston menyakini bahwa karakter menonjol dari kedua generasi ini adalah kolaboratif dan jiwa wirausaha. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa IDN Media begitu optimis dalam menjawab keinginan Gen Z dan Milenial untuk berwirausaha.


Pepatah di atas m
enggambarkan betapa kolaborasi menjadi salah satu elemen terpenting untuk membangun kerja sama dengan Gen Z dan Milenial.

Menurut Winston, Gen Z dan Milenial memiliki prinsip bahwa perusahaan yang kooperatif akan menciptakan kemitraan yang efektif. Kolaborasi dapat diwujudkan hanya dengan komunikasi yang baik dan sehat. Oleh karenanya, mereka juga cenderung membangun lingkungan yang inklusif, di mana setiap orang dihargai.

Dengan perspektif global, rekam jejak dan visi yang kuat, Fortune berkomitmen untuk menghadirkan informasi-informasi paling hangat, relevan, dan terpercaya. Kapabilitas Fortune yang telah lama terbentuk mendorongnya untuk terus menjadi penerang bagi para pemimpin global, yang juga dapat membantu memajukan bisnis mereka.

Hadirnya Fortune dalam ekosistem IDN Media ini juga diharapkan dapat  menjadi salah satu pintu solusi atas permasalahan yang terjadi di kalangan Gen Z dan Milenial seperti yang sudah disebutkan di atas.

AKHIR YANG MENEGANGKAN DI JOGJA


Setelah perjalanan pertama naik pesawat yang tak terlupakan, saya dan rombongan menikmati petualangan di kota yang terkenal dengan gudeg-nya itu. Tentu tujuan pertama kami setelah mendarat di Jogja adalah rumah Bu Tutik. Rumah beliau bernuansa Jawa dengan banyak ornamen dari kayu dan halaman rumah yang sangat luas. Ternyata Bu Tutik tinggal dengan ibunya juga yang sudah sangat sepuh.

Kami disuguhi teh yang sangat nikmat. Tak berapa lama, “Eh, itu ada kupat tahu Magelang. Enak lho, pada mau nggak?” tanya Bu Tutik pada kami. Tentu kami tak kuasa menolaknya. Ternyata kupat tahu Magelang itu dijual oleh seorang pedagang kaki lima. Penjual kupat tahu memarkirkan gerobaknya di depan rumah Bu Tutik.

Saya melihat sendiri bagaimana abang penjualnya meracik pesanan kami. Cabe sesuai selera dan bumbu lainnya dihaluskan di piring, setelah ditambah sedikit air, dimasukkan beberapa potong ketupat, tahu goreng, dan bakwan goreng. Lalu ditambahkan taoge dan potongan kubis. Setelah itu baru ditabur kacang goreng dan dilengkapi dengan kerupuk. Rasanya maknyus.

Kupat Tahu Magelang 
sumber: zomato.id

Selama 3 hari 2 malam di Jogja, saya dan beberapa teman menginap di rumah Bu Tutik karena rumah beliau memiliki banyak kamar, sementara Bu Ike dan Pak Indra menginap di rumah keluarga masing-masing yang juga berada di Jogja. Saat di Jogja, selain silaturahim ke rumah Bu Tutik dan keluarga Pak Indra, kami juga menyempatkan berkunjung ke Candi Prambanan pada hari Sabtu, serta Malioboro dan Pasar Beringharjo pada hari Ahad.

Itulah kunjungan pertama saya ke Candi Prambanan. Kami mencoba menjelajah semua areal di sana. Ternyata candi yang konon dibangun oleh Bandung Bondowoso dalam semalam itu, tengah dibersihkan di beberapa bagian sehingga tidak semua lokasi bisa didatangi.

Tempat yang saya suka sejak kecil ketika berkunjung ke Jogja adalah Malioboro dan Pasar Beringharjo. Banyak buah tangan yang dijajakan, baik pakaian, aneka produk kerajinan, sampai camilan dan makanan khas Jogja. Saat belanja oleh-oleh di Malioboro maupun Pasar Beringharjo harus pandai menawar. Berhubung saya bisa bahasa Jawa, Mbak Rini, salah satu rekan saya, yang semangat belanja oleh-oleh meminta saya untuk menawarkan barang-barang yang dia pilih. Selain membeli kaos dan sandal, saya juga memilih bakpia pathok, yangko, dan geplak sebagai oleh-oleh untuk teman di kos.

Kami juga menikmati wisata kuliner khas Jogja yakni gudeg yang berlokasi di Wijilan sebagai sentra makanan khas Jogja yang berasal dari nangka muda itu. Kami makan di warung gudeg Yu Djum. Selain rasa manis dan gurih dari gudegnya, saya juga sangat suka dengan sambel kreceknya yang mantap.

Gudeg Yu Djum
(Sumber: visitingjogja.com)

Ahad menjadi hari terakhir di Jogja karena Senin kami sudah harus masuk kantor. Penerbangan kami di sore hari. Mas Rino sudah melakukan check in di counter maskapai untuk rombongan kami sebelum ke bandara. Jelang Asar kami sudah tiba di bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Berhubung waktu take off masih lama, kami memesan camilan di salah satu restoran yang berada di dalam bandara. Saat asyik menikmati camilan, tiba-tiba ada pengumuman panggilan boarding atau masuk ke pesawat untuk penerbangan ke Jakarta.

Kami kaget karena ternyata itu jadwal rombongan kami. Semua boarding pass dibawa Mas Rino, dan ternyata dia salah melihat waktunya. Harusnya pukul 15.30 kami sudah boarding, dikira Mas Rino pukul 16.30. Kami langsung berlari menuju ruang tunggu. Semua berlari dengan kencang, karena nama kami juga sudah disebut oleh announcer yang mengatakan bahwa itu panggilan terakhir. Pak Ade yang berbadan besar paling susah payah mengejar kami.

“Hey pesawat, tunggu kami! Jangan tinggalkan kami!” batin saya sambil terus berlari. Apa jadinya kalau kami serombongan ketinggalan pesawat. Dengan penuh perjuangan kami terus berlari menuju pesawat sambil menenteng oleh-oleh.

Alhamdulillah, akhirnya kami berhasil masuk ke pesawat berlogo singa merah itu. Bersyukur masih tepat waktu. Tentu menjadi rombongan terakhir yang masuk ke pesawat sehingga semua mata seolah tertuju pada kami. Duh, saya tidak berani mendongakkan kepala.

Setelah duduk di kursi masing-masing yang berdekatan, kami saling beradu pandang dan tertawa. Dengan nafas yang masih memburu dan keringat terjun bebas, kami langsung memasang sabuk pengaman dan duduk dengan penuh kelegaan, karena pesawat langsung berjalan dan bersiap take off.

Pengalaman naik pesawat untuk kedua kalinya ini membawa kesan tersendiri. Meski jadwal dan proses check in pulang sudah dihandel oleh salah satu tim, tapi sebaiknya kita juga harus melakukan cek terutama terkait waktu keberangkatan

Alhamdulillah, masih beruntung kami serombongan tidak ketinggalan pesawat. Karena pastinya pilot akan tetap menerbangkan pesawat dan tidak akan menunggu penumpangnya yang tidak tepat waktu.

 


Postingan Populer

Keliling Dunia