ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. SAHABAT, TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG SAYA INI. SEMOGA BERMANFAAT DAN MAMPU MEMBERIKAN INSPIRASI. BAGI SAYA, MENULIS ADALAH SALAH SATU CARA MENDOKUMENTASIKAN HIDUP HINGGA KELAK SAAT DIRI INI TIADA, TAK SEKADAR MENINGGALKAN NAMA. SELAMAT MEMBACA! SALAM HANGAT, ETIKA AISYA AVICENNA.

MEDIA BISNIS FORTUNE INDONESIA BERGABUNG DENGAN IDN MEDIA UNTUK MERANGKUL GEN Z DAN MILENIAL



Berdasarkan rilis publikasi Badan Pusat Statistika (BPS) pada 21 Januari 2021 tentang  hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa pada per September 2020, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 32,56 juta jiwa dari periode 2010-2020 yang berjumlah 237,63 juta jiwa.


Sensus Penduduk 2020 tersebut juga mencatat bahwa penduduk Indonesia didominasi Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Milenial. Gen Z adalah mereka yang lahir di periode 1997-2012 atau yang berusia 8-23 tahun. Proporsi Gen Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi. Sementara itu, Generasi Milenial adalah mereka yang lahir pada periode 1981-1996 atau berusia 24-39 tahun. Jumlah penduduk dalam kategori Generasi Milenial sebanyak 25,87 persen dari total penduduk Indonesia.

Besarnya persentase dua generasi tersebut tentu menjadi indikator bahwa keduanya memegang peran penting dan akan memberikan pengaruh pada perkembangan Indonesia baik di masa kini maupun masa depan. Mereka akan menjadi motor penggerak dan agen perubahan yang akan memegang nasib bangsa ini.

Gen Z maupun Milenial memiliki sifat dan karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi ini dijuluki sebagai generasi yang minim batasan (boundary-less generation)Kedua generasi ini cenderung menyukai kebebasan dan memilih hal yang menantang.


Pada era digital seperti sekarang ini, di mana hujan informasi begitu derasnya, tantangan yang dihadapi Gen Z maupun Milenial juga semakin komplek. Ada beberapa tantangan yang mereka hadapi saat ini, baik dari internal maupun eksternal.

1.  Tantangan dari internal
Tantangan dari dalam diri Gen Z dan Milenial biasanya berkaitan dengan kondisi kejiwaan atau mental. Karakter mereka yang cenderung perfeksionis dan ingin menunjukkan prestasi, terkadang justru membuat pribadinya merasa insecure, kurang percaya diri, takut karena merasa kurang memiliki keterampilan dan pengetahuan tertentu, dan lainnya.

Gaya hidup Gen Z dan milenial yang banyak terpapar junk food maupun produk instan lainnya, tentu berpengaruh pada kesehatan fisik mereka. Terlebih ketika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik seperti olahraga. Apalagi saat ini untuk memesan makanan cepat saji juga bisa dengan media online sehingga sangat mengurangi aktivitas atau gerak seseorang.

2. Tantangan dari eksternal
Beberapa tantangan dari luar yang dihadapi Gen Z dan Milenial, di antaranya:
a.  Ketidakstabilan finansial
 Kebanyakan Gen Z dan Milenial lebih mengutamakan gaya hidup daripada kebutuhan dasarnya sehingga finansial tidak stabil. Terlebih ketika mereka adalah sandwich generation yang tidak hanya mencukupi kebutuhannya sendiri tapi juga keluarga (anak/istri) dan orang tuanya. Minimnya pengetahuan tentang literasi finansial, membuat mereka kewalahan untuk mengatur pendapatan yang diterima.

b.  Lingkungan yang memicu stress
Lingkungan keseharian Gen Z dan milenial, baik sekolah/kuliah, keluarga, pekerjaan, dan lainnya tentu sedemikian komplek dan rentan menimbulkan tekanan. Ditambah isu lingkungan dewasa ini yang kian berpengaruh pada manusia seperti pemanasan global, polusi, dan lainnya. Tentu tantangan ini melahirkan kecemasan dalam diri mereka terlebih berkaitan dengan tempat tinggal dirinya atau  keturunannya di masa yang akan datang.

c.  Perkembangan teknologi yang pesat
Sekarang ini sudah banyak robot atau teknologi canggih berbasis komputerisasi yang didaulat untuk melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia. Industri 4.0 yang digadang saat ini tentu menjadi tantangan besar untuk Gen Z dan Milenial. Mereka harus siap berkompetisi dan beradaptasi dengan kondisi tersebut. Mereka harus menjadi pembelajar cepat dan menguasai teknologi yang tiap detik terus berkembang.

d.  Sosial media
Sosial media yang awalnya sebagai media berkomunikasi dan membangun jaringan, dewasa ini menjadi tantangan besar bagi Gen Z dan Milenial karena banyak yang terjadi baik positif maupun negatif. Screen time yang overload terkadang membuat mereka menjadi antisosial. Ditambah aksi bullying atau hate speech yang kerap menyasar pengguna sosial media tentu hal ini menjadi berat bagi mereka.

Gen Z dan milenial harus selalu dirangkul untuk bisa mengatasi aneka permasalahan di atas. Mereka juga harus diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi dan prestasi sesuai minat atau passion masing-masing.


Kabar baik datang dari IDN Media yang berencana akan menghadirkan Fortune pada kuartal ketiga 2021 ini. Fortune merupakan media bisnis global terkemuka yang selalu berkomitmen dalam menghadirkan karya jurnalisme yang kompeten, Standar akurasi, transparansi, dan legalitas tinggi di Indonesia menjadi pegangan dalam kehadiran media ini. Sasaran target penikmat Fortune tak hanya dari kalangan para pengambil keputusan, eksekutif, pebisnis profesional, wirausahawan, dan pemimpin aspiratif, tapi juga  Gen Z dan Milenial.
            
“Kehadiran Fortune ini pada dasarnya juga kami tujukan untuk Millennial dan Gen Z yang memiliki ketertarikan seputar bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan, ya. Dengan terus memperhatikan akurasi dan kredibilitas informasi, kami ingin perkaya wawasan dan pengetahuan mereka,” terang Winston Utomo selaku CEO IDN Media.




Tentu kita bertanya-tanya bagaimana IDN Media dapat merangkul Gen Z dan Milenial dengan menghadirkan Fortune di ekosistem bisnis IDN Media. Winston Utomo Kembali menjelaskan bagaimana strategi Fortune sehingga bisa membawa #PositiveImpact bagi Gen Z dan Milenial terutama di 
bidang bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, riset pasar (market research), dan keuangan.


Nah, berikut strateginya!
1.  Menjadi salah satu sumber Informasi yang berkualitas
IDN Media telah mempertimbangkan berbagai hal sebelum resmi memutuskan untuk membawa Fortune ke Indonesia.
Salah satu pertimbangannya adalah terkait dampak positif untuk Gen Z dan Milenial. Harapannya Fortune bisa menjadi salah satu solusi atas aneka permasalahan di berbagai bidang yang mereka hadapi.

Winston juga menyampaikan, “Meski Fortune menargetkan pebisnis profesional sebagai audiens utamanya, hal ini sama sekali tak mengurangi fokus IDN Media pada Gen Z dan Milenial”
Kehadiran Fortune diharapkan dapat memperkaya ekosistem bisnis di IDN Media, sehingga jenis informasi yang disediakan oleh para publisher di IDN Media pun akan semakin beragam.

Strategi Fortune


2. Memperkaya literasi pada aspek finansial untuk Gen Z dan Milenial.
Tentu kita setuju bahwa wawasan dan pengetahuan bisa diperoleh dari mana saja, tidak hanya dapat diperoleh melalui pendidikan formal saja. Pada era saat ini, akses pada informasi yang berkualitas juga dapat menjadi salah satu alternatif lain yang dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan seseorang.

Berhubungan dengan kehadiran Fortune di Indonesia, Winston menyampaikan bahwa literasi terhadap aspek finansial menjadi salah satu hal paling penting yang sebetulnya wajib dipahami oleh Gen Z dan Milenial.
COO dan CEO IDN Media (Sumber: dok. IDN Media)

Fortune hadir menjadi salah satu sumber informasi yang lengkap, akurat, dan terpercaya, serta membantu membuka perspektif baru terkait fokus mereka pada aspek finansial.

3. Menjawab keinginan Gen Z dan Milenial yang kolaboratif dan berjiwa wirausaha

“Gen Z dan Milenial adalah pengambil risiko. Mereka memiliki jiwa wirausaha yang besar. Dengan karakter kolaboratif yang mereka miliki, mereka akan menggunakan kinerja tim sebagai landasan dalam membangun bisnis,” kata Winston saat menyampaikan pendapatnya.
Mewakili IDN Media, Winston menyakini bahwa karakter menonjol dari kedua generasi ini adalah kolaboratif dan jiwa wirausaha. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa IDN Media begitu optimis dalam menjawab keinginan Gen Z dan Milenial untuk berwirausaha.


Pepatah di atas m
enggambarkan betapa kolaborasi menjadi salah satu elemen terpenting untuk membangun kerja sama dengan Gen Z dan Milenial.

Menurut Winston, Gen Z dan Milenial memiliki prinsip bahwa perusahaan yang kooperatif akan menciptakan kemitraan yang efektif. Kolaborasi dapat diwujudkan hanya dengan komunikasi yang baik dan sehat. Oleh karenanya, mereka juga cenderung membangun lingkungan yang inklusif, di mana setiap orang dihargai.

Dengan perspektif global, rekam jejak dan visi yang kuat, Fortune berkomitmen untuk menghadirkan informasi-informasi paling hangat, relevan, dan terpercaya. Kapabilitas Fortune yang telah lama terbentuk mendorongnya untuk terus menjadi penerang bagi para pemimpin global, yang juga dapat membantu memajukan bisnis mereka.

Hadirnya Fortune dalam ekosistem IDN Media ini juga diharapkan dapat  menjadi salah satu pintu solusi atas permasalahan yang terjadi di kalangan Gen Z dan Milenial seperti yang sudah disebutkan di atas.

PERTAMA KALI NAIK PESAWAT


Jarak ribuan mil mustahil ditempuh jika tidak pernah menjejakkan langkah pertama. Begitulah hakikat sebuah perjalanan, ada langkah awal yang akhirnya diikuti langkah-langkah selanjutnya.

ASUS VIVOBOOK 15 A516 MEMBUAT WORK FROM HOME (WFH) SEMAKIN ASYIK

 

Menaklukkan ribuan manusia mungkin disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian (Ir. Soekarno).


Kita tidak pernah menyangka bahwa Virus Corona atau Covid-19 akan hadir di negeri ini dan membuat kehidupan kita banyak berubah. Seperti kata Bung Karno di atas, perubahan drastis pada masa pandemi ini menantang kita untuk bisa menaklukkan diri sendiri. Kita harus siap dan mampu beradaptasi dalam menghadapi kondisi seperti saat ini.

SINGGAH SEJENAK

 


Ahad kemarin (20/6) menjadi hari yang tak akan terlupakan. Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun.. ketika sedang menuntaskan tilawah pasca salat Zuhur, notif WA berbunyi. Ada satu pesan masuk dari Bu Bos yang mengabarkan hasil swab antigen salah satu rekan kami positif. Astaghfirullah.. langsung deg-degan.. Setelah Subdit 1, 2, 4, 5, dan Tata Usaha satu per satu ada pegawai yang dinyatakan positif beberapa waktu lalu, sementara subdit 3 alhamdulillah tidak ada, qadarullah kemarin dapat giliran. Virus ini singgah jua, kian mendekat.

KEHIDUPAN IBARAT BUKU

 



Kehidupan kita ibarat sebuah buku. 
Sampul depan adalah tanggal lahir, sampul belakang tanggal kematian. 
Tiap lembarnya adalah hari-hari dalam hidup kita. Ada buku yang tebal, ada buku yang tipis.
Hebatnya, seburuk apapun coretan di halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru, dan tiada cacat.
Seburuk apapun hari kemarin, Allah selalu menyediakan hari baru yang bisa kita manfaatkan untuk memperbaiki kesalahan yang telah lalu dan memberi kesempatan untuk merangkai kisah yang lebih indah .
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita... aamiin...

-Etika Aisya Avicenna

RINTANGAN


Setiap saat kita akan berjibaku dengan aneka rintangan. 
Apalagi ketika mau melakukan sesuatu yang baik. 
Ada saja yang menghalangi, nyinyir, atau bahkan mematahkan semangat.
Tetap teguh dengan pendirian, abaikan kata-kata yang melemahkan, mintakan Allah kekuatan.
Lakukan saja hal baik, hanya Allah kok sebaik-baik pemberi nilai.

 

LIMA WAKTU TERBAIK UNTUK BERSEDEKAH

 



Sejatinya, Islam adalah agama yang sangat efektif, efisien, dan juga sangat komprehensif. Umat Islam akan selalu diberikan berbagai peluang terbaik untuk dapat mendapatkan pahala yang optimal dari Allah SWT. Ayat-ayat Alquran serta ribuan hadits shahih seolah memaksa umat Islam untuk dapat berstrategi dalam beribadah dengan tujuan meraih pahala maksimal dari Allah SWT.

Begitu juga dengan salah satu amalan ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim sejati, yaitu bersedekah. Ada 5 waktu terbaik yang kalau kita dapati waktu berikut ini, maka perbanyaklah sedekah. Di samping ada hadits khusus, juga waktu yang ada secara umum adalah waktu terbaik beramal shalih secara mutlak.

1. Saat masa krisis, bencana dan kebutuhan hidup melilit (QS. Al-Balad : 11-14)

2. Saat peristiwa yang menakutkan seperti saat terjadi gerhana matahari atau saat peperangan (HR. Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 901)

3. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)

4. Bulan Ramadhan (HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308)

5. Hari Jumat (HR. Muslim no. 2912)

Semoga Allah Subhanahu Wata'ala senantiasa menjadikan kita manusia yang beruntung & bermanfaat dunia akhirat, serta diberikan rizki melimpah yang barokah dan terijabah seluruh hajat yang kita impikan selama ini. Aamiin 

PEJUANG LITERASI






Mereka yang memungkinkan untuk tidak memperparah keadaan.
Mereka yang masih teguh dengan idealismenya,
meski tetap mau membuka diri selama itu mengundang maslahat.
Mereka yang tidak membanggakan kesalehan dirinya semata,
tapi turut andil untuk mensalehkan sekitar.
Mereka yang -meski hanya- berjuang lewat kata, 
tapi mampu menjadikannya makna yang menghidupkan hati dan menghalau kegundahan jiwa.
Mereka yang menganggap setitik apapun kesempatan, 
sebagai peluang kebaikan dan perjuangan di jalan Allah. 
Semoga mereka... ada di sini, di situ, dan di manapun.
Salam literasi!

Etika Aisya Avicenna
 

CINTA DAN CITA-CITA


Rangkailah hidup menjadi cerita tentang cinta dan cita-cita.

CINTA!
Ya, tentang cinta pada Sang Pencipta dan semua yang mencinta dan dicintai-Nya!

CITA-CITA!

Ya, tentang cita-cita yang bukan sekadar kata, tapi visi dan aksi nyata! 

PAK MIN

 


Setiap bertemu orang Jawa, saya selalu bertanya, "Jawanya mana Pak/Bu?" Saya akan sangat bahagia kalau ternyata yang saya tanyai itu berasal dari Wonogiri, kota kelahiran tercinta.

Demikian halnya kemarin, saat pulang makan siang di luar kantor, saya dan teman-teman naik taksi biru. Saya duduk di bangku depan samping sopir. Saya baca nama sang sopir, wah namanya ****min. Dari Jawa nih. Langsung deh saya buka percakapan. Senangnya, beliau dari Wonogiri.

Saya pun 'ngepoin' beliau. Konon, beliau sudah merantau ke Jakarta sejak tahun 1989 (saat saya masih bayi dong 😎), kemudian bekerja di sebuah perusahaan. Sayang, krisis 1998 membuatnya di PHK. Tahun 1999 Pak Min mencoba cari nafkah dengan jadi sopir taksi. Alhamdulillah bertahan sampai sekarang. 

"Mengapa memilih jadi sopir dan tidak berjualan, Pak? Kan banyak orang Wonogiri yang jualan bakso." "Iya, Mbak. Saudara saya sudah banyak yang jualan bakso. Saya mau profesi yang berbeda." Pak Min punya dua orang anak. Putri sulungnya baru semester awal di IPB dan yang kedua baru SMP.

Saat sudah masuk pelataran kantor saya, Pak Min menutup obrolan kami. "Zaman sekarang memang makin susah, Mbak. Tapi kita harus bersyukur. Sing penting ngeroso cukup. Insya Allah mboten bakal susah." Ah, makclessss.. Terima kasih atas inspirasinya Pak Min.
#WonogiriSukses 😍