ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB. SAHABAT, TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG SAYA INI. SEMOGA BERMANFAAT DAN MAMPU MEMBERIKAN INSPIRASI. BAGI SAYA, MENULIS ADALAH SALAH SATU CARA MENDOKUMENTASIKAN HIDUP HINGGA KELAK SAAT DIRI INI TIADA, TAK SEKADAR MENINGGALKAN NAMA. SELAMAT MEMBACA! SALAM HANGAT, ETIKA AISYA AVICENNA.

AKHIR YANG MENEGANGKAN DI JOGJA


Setelah perjalanan pertama naik pesawat yang tak terlupakan, saya dan rombongan menikmati petualangan di kota yang terkenal dengan gudeg-nya itu. Tentu tujuan pertama kami setelah mendarat di Jogja adalah rumah Bu Tutik. Rumah beliau bernuansa Jawa dengan banyak ornamen dari kayu dan halaman rumah yang sangat luas. Ternyata Bu Tutik tinggal dengan ibunya juga yang sudah sangat sepuh.

PERTAMA KALI NAIK PESAWAT


Jarak ribuan mil mustahil ditempuh jika tidak pernah menjejakkan langkah pertama. Begitulah hakikat sebuah perjalanan, ada langkah awal yang akhirnya diikuti langkah-langkah selanjutnya.

ASUS VIVOBOOK 15 A516 MEMBUAT WORK FROM HOME (WFH) SEMAKIN ASYIK

 

Menaklukkan ribuan manusia mungkin disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian (Ir. Soekarno).


Kita tidak pernah menyangka bahwa Virus Corona atau Covid-19 akan hadir di negeri ini dan membuat kehidupan kita banyak berubah. Seperti kata Bung Karno di atas, perubahan drastis pada masa pandemi ini menantang kita untuk bisa menaklukkan diri sendiri. Kita harus siap dan mampu beradaptasi dalam menghadapi kondisi seperti saat ini.

SINGGAH SEJENAK

 


Ahad kemarin (20/6) menjadi hari yang tak akan terlupakan. Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun.. ketika sedang menuntaskan tilawah pasca salat Zuhur, notif WA berbunyi. Ada satu pesan masuk dari Bu Bos yang mengabarkan hasil swab antigen salah satu rekan kami positif. Astaghfirullah.. langsung deg-degan.. Setelah Subdit 1, 2, 4, 5, dan Tata Usaha satu per satu ada pegawai yang dinyatakan positif beberapa waktu lalu, sementara subdit 3 alhamdulillah tidak ada, qadarullah kemarin dapat giliran. Virus ini singgah jua, kian mendekat.

KEHIDUPAN IBARAT BUKU

 



Kehidupan kita ibarat sebuah buku. 
Sampul depan adalah tanggal lahir, sampul belakang tanggal kematian. 
Tiap lembarnya adalah hari-hari dalam hidup kita. Ada buku yang tebal, ada buku yang tipis.
Hebatnya, seburuk apapun coretan di halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru, dan tiada cacat.
Seburuk apapun hari kemarin, Allah selalu menyediakan hari baru yang bisa kita manfaatkan untuk memperbaiki kesalahan yang telah lalu dan memberi kesempatan untuk merangkai kisah yang lebih indah .
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita... aamiin...

-Etika Aisya Avicenna

RINTANGAN


Setiap saat kita akan berjibaku dengan aneka rintangan. 
Apalagi ketika mau melakukan sesuatu yang baik. 
Ada saja yang menghalangi, nyinyir, atau bahkan mematahkan semangat.
Tetap teguh dengan pendirian, abaikan kata-kata yang melemahkan, mintakan Allah kekuatan.
Lakukan saja hal baik, hanya Allah kok sebaik-baik pemberi nilai.

 

LIMA WAKTU TERBAIK UNTUK BERSEDEKAH

 



Sejatinya, Islam adalah agama yang sangat efektif, efisien, dan juga sangat komprehensif. Umat Islam akan selalu diberikan berbagai peluang terbaik untuk dapat mendapatkan pahala yang optimal dari Allah SWT. Ayat-ayat Alquran serta ribuan hadits shahih seolah memaksa umat Islam untuk dapat berstrategi dalam beribadah dengan tujuan meraih pahala maksimal dari Allah SWT.

Begitu juga dengan salah satu amalan ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim sejati, yaitu bersedekah. Ada 5 waktu terbaik yang kalau kita dapati waktu berikut ini, maka perbanyaklah sedekah. Di samping ada hadits khusus, juga waktu yang ada secara umum adalah waktu terbaik beramal shalih secara mutlak.

1. Saat masa krisis, bencana dan kebutuhan hidup melilit (QS. Al-Balad : 11-14)

2. Saat peristiwa yang menakutkan seperti saat terjadi gerhana matahari atau saat peperangan (HR. Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 901)

3. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)

4. Bulan Ramadhan (HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308)

5. Hari Jumat (HR. Muslim no. 2912)

Semoga Allah Subhanahu Wata'ala senantiasa menjadikan kita manusia yang beruntung & bermanfaat dunia akhirat, serta diberikan rizki melimpah yang barokah dan terijabah seluruh hajat yang kita impikan selama ini. Aamiin 

PEJUANG LITERASI






Mereka yang memungkinkan untuk tidak memperparah keadaan.
Mereka yang masih teguh dengan idealismenya,
meski tetap mau membuka diri selama itu mengundang maslahat.
Mereka yang tidak membanggakan kesalehan dirinya semata,
tapi turut andil untuk mensalehkan sekitar.
Mereka yang -meski hanya- berjuang lewat kata, 
tapi mampu menjadikannya makna yang menghidupkan hati dan menghalau kegundahan jiwa.
Mereka yang menganggap setitik apapun kesempatan, 
sebagai peluang kebaikan dan perjuangan di jalan Allah. 
Semoga mereka... ada di sini, di situ, dan di manapun.
Salam literasi!

Etika Aisya Avicenna
 

CINTA DAN CITA-CITA


Rangkailah hidup menjadi cerita tentang cinta dan cita-cita.

CINTA!
Ya, tentang cinta pada Sang Pencipta dan semua yang mencinta dan dicintai-Nya!

CITA-CITA!

Ya, tentang cita-cita yang bukan sekadar kata, tapi visi dan aksi nyata! 

PAK MIN

 


Setiap bertemu orang Jawa, saya selalu bertanya, "Jawanya mana Pak/Bu?" Saya akan sangat bahagia kalau ternyata yang saya tanyai itu berasal dari Wonogiri, kota kelahiran tercinta.

Demikian halnya kemarin, saat pulang makan siang di luar kantor, saya dan teman-teman naik taksi biru. Saya duduk di bangku depan samping sopir. Saya baca nama sang sopir, wah namanya ****min. Dari Jawa nih. Langsung deh saya buka percakapan. Senangnya, beliau dari Wonogiri.

Saya pun 'ngepoin' beliau. Konon, beliau sudah merantau ke Jakarta sejak tahun 1989 (saat saya masih bayi dong 😎), kemudian bekerja di sebuah perusahaan. Sayang, krisis 1998 membuatnya di PHK. Tahun 1999 Pak Min mencoba cari nafkah dengan jadi sopir taksi. Alhamdulillah bertahan sampai sekarang. 

"Mengapa memilih jadi sopir dan tidak berjualan, Pak? Kan banyak orang Wonogiri yang jualan bakso." "Iya, Mbak. Saudara saya sudah banyak yang jualan bakso. Saya mau profesi yang berbeda." Pak Min punya dua orang anak. Putri sulungnya baru semester awal di IPB dan yang kedua baru SMP.

Saat sudah masuk pelataran kantor saya, Pak Min menutup obrolan kami. "Zaman sekarang memang makin susah, Mbak. Tapi kita harus bersyukur. Sing penting ngeroso cukup. Insya Allah mboten bakal susah." Ah, makclessss.. Terima kasih atas inspirasinya Pak Min.
#WonogiriSukses 😍