Reportase Aisya : Belajar Al-Qur'an dari Yaman



Sabtu, 21 Mei 2011 bertempat di masjid Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LBQ) Al-Utsmani, diadakanlah acara tasmi' Qur'an. Tasmi' Qur'an ini diadakan setiap mid semester. Pada tasmi' kali ini beberapa ustadzah dan mahasiswi lefel tahfidz memuroja'ah hafalan Qur'annya di hadapan mahasiswi lainnya.
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kabar duka atas kematian ustadzah Yoyoh Yusroh pagi tadijuga turut disampaikan dalam acara ini. Setelah muroja'ah juz 6 selesai, hadirlah di tengah-tengah kami seorang ustadzah dari Yaman bernama Ustadzah Ahlam.
Sebelum mulai memberi tausyah, kami sholat ghaib berjamaah dan beliau menjadi imamnya. Sangat haru suasananya. Setelah sholat ghaib, beliau yang kala itu membawa serta ketiga buah hatinya mulai memberikan tausyah dengan bahasa Arab. Oleh karena itu, Ustadzah Mukhlisoh mendampingi beliau sebagai translater bahasa Arabnya.
Sebelum beliau menyampaikan tausyah, ternyata ketiga buah hatinya ingin muroja'ah hafalan. Akhirnya, Q.S. Ar-Rahman ayat 1-13 pun meluncur dari mulut kedua putrinya yang masih balita. Sedang putra bungsunya belum begitu lancar. Maklum, masih batita. Subhanallah.. Jadi terinspirasi semoga kelak bisa mencetak generasi pecinta Al-Qur'an. Aamiin...
Beliau pun mulai memberikan tausyah dengan bahasa Arab. Waduh, baru menangkap sepotong-sepotong atas apa yang beliau sampaikan. Hmm, jadi semangat belajar bahasa Arab. Chayo!
Kali ini beliau menyampaikan materi tentang "Bermujahadah dalam Belajar dan Mengajarkan Al-Qur'an".
Dua point penting yang perlu dimiliki dalam belajar dan mengajarkan Al-Qur'an antara lain:
Keikhlasan, karena ikhlas mempunyai derajat yang tinggi.
Semangat menuntut ilmu, karena orang-orang yang menuntut ilmu dicatat sebagai fisabilillah sampai ia kembali ke rumahnya. Barangsiapa yang berjalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan jalannya ke surga.
Al-Qur'an adalah ilmu yang paling mulia. Al-Qur'an diturunkan Allah sebagai mukjizat bagi Rasulullah Saw. Membacanya termasuk ibadah. Al-Qur'an adalah tali Allah antara langit dan bumi. Kitabullah hidayah yang di dalamnya terdapat petunjuk serta perintah dan larangan Allah. Al-Qur'an sampai kepada kita dengan proses yang panjang mulai dari pertama kali diturunkan pada Rasulullah Saw sampai sekarang kita bisa menikmatinya dalam berbagai bentuk. Namun, isi Al-Qur'an masih tetap terjaga karena Allah sendirilah yang menjamin keterjagaannya. Al Qur'an sampai kepada kita karena media tulisan (kitab) dan suara (hafalan).
Al-Qur'an mulai ditulis sejak zaman Rasulullah Saw. Saat itu Malaikat Jibril menyampaikan kepada Rasulullah Saw. dan mentasmi' bacaan Rasulullah Saw. Bacaan Rasulullah Saw tersebut ditulis oleh sahabat yang ditunjuk. Sahabat Rasulullah Saw. juga menghafal Al-Qur'an.
Setelah Rasulullah Saw wafat, pada masa pemerintahan Abu Bakar ra, Hudzaifah bin Yaman bertemu dengan dua orang muslim yang tengah memperdebatkan salah satu ayat di QS. Ali 'Imran. Keduanya hendak saling membunuh karena selisih pendapat itu. Kemudian beliaupun mengusulkan untuk menstandarkan bacaan Al-Qur'an (Ayat-ayat Al-Qur'an yang masih terpisah agar segera dibukukan). Abu Bakar ra meminta Zaid untuk menuliskannya.

Ustadzah Ahlam diutus ke Indonesia untuk menjadi guru tahsin, mengajarkan membaca Al-Qur'an yang benar. Beliau sudah satu sanad dengan Syekh Ali Basfar. Suatu hari, beliau bertemu orang Afrika. Saat ditanya dengan bahasa Arab, ternyata ia tidak bisa menjawab. Ia belajar Al-Qur'an dengan ustadzah. Hingga pada suatu hari ustadzah bertemu dengan beliau, tapi kali ini beliau dicengangkan dengan prestasi anak orang Afrika tersebut yang berhasil menjadi juara pertama lomba hafalan Qur'an tingkat internasional. Jadi, meski tidak menguasai bahasa Arab, kita pun bisa menghafal Al-Qur'an.
Ada lagi cerita tentang Imam Ibnu Jazri. Ayahnya pada suatu hari menunaikan ibadah haji. Dalam ibadahnya tersebut, ia berdoa memohon kepada Allah agar dikaruniai anak yang 'alim (berilmu) karena istrinya belum jua mengandung. Setelah kembali ke kampung halamannya, akhirnya doa ayah Imam Ibnu Jazri itupun terkabul. Imam Ibnu Jazri pun lahir dan menjadi ahli Qur'an. Perkataan beliau tentang membaca Al-Qur'an:
"Membaca Al-Qur'an dengan tajwid wajib. Siapa yang tidak membacanya dengan tajwid berdosa. Karena Allah menurunkannya dengan tajwid. Dan demikianlah Al-Qur'an dari-Nya sampai kepada kita."
Ustadzah yang ramah dan humoris itu juga menyampaikan bahwa untuk membaca Al-Qur'an dengan tajwid itu butuh usaha keras. Bahkan beliau dulu belajar melafalkan huruf "dhod" sesuai makhraj dan sifatnya dengan mengulang-ulangnya di saat mencuci. Hehe, inspiratif!
Beliau juga menceritakan bahwa saat ini sudah banyak anak-anak usia balita yang sudah mahir membaca dan menghafal Al-Qur'an. Semoga itu memotivasi anak-anak dan para orang tua di Indonesia dalam mencetak generasi Qur'ani.

Demikian reportase saya, semoga bermanfaat.
Jakarta, 250511_05:28
Aisya Avicenna
NB : tertarik belajar tahsin Qur'an dan menjadi hafizh/ah? Gabung saja di LBQ Al-Utsmani, Jalan Condet Raya Gang Sawo, Jakarta Timur.

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna