Jadi Muslimah Prestatif, Yuk!

Selalu dengan semangat ala PKS (Pejalan Kaki Sehat), kudatangi sebuah zona keteduhan yang selalu aku rindukan, karena di sinilah ruh ini menemukan siraman kesejukan. Masjid Nan Hijau… NH! Seperti halnya agenda tiap kamis pagi, hari ini di beranda selatan masjid agung UNS ini kembali digelar Kajian Muslimah (KaMus). Awalnya dapat info kalau temanya tentang Fiqh Thaharah..ternyata Muslimah Kontemporer. Ga papalah..yang penting ESENSI-nya!!

Topik kajian yang disampaikan oleh Ukhti Septi PH ini tentang “Muslimah Harus Cerdas”. Berikut isi kajian yang sempat terekam dalam “Agenda Shalihah”-ku. Simak ya!!!
Sebelum Islam hadir, banyak perspektif yang muncul tentang wanita. Kedudukan wanita saat itu sangat direndahkan. SO BAD!!! SO SAD!!!
1. Menurut orang-orang Yunani, mereka menganggap wanita sebagai barang dagangan, bisa ditukar dan diperjualbelikan. Wanita dianggap seperti najis dan kotoran.
2. Menurut orang-orang China, wanita bisa diperjualbelikan.
3. Menurut orang-orang Hindu, eanita yang ditinggal wafat suaminya, tidak boleh hidup lagi, harus dibunuh/disengsarakan.
4. Menurut orang-orang Persia, seorang ibu boleh dinikahi anaknya.
5. Menurut orang-orang Yahudi, wanita sama derajatnya dengan seorang pelayan/budak.
6. Menurut orang-orang Nasrani, wanita adalah sumber kejahatan dan mala petaka, di sisi lain wanita sangat dicintai
7. Menurut hasil konferensi orang-orang Perancis pada tahun 586 M yang membahas tentang wanita itu apa, didapat hasil kesepakatan bahwa eanita diciptakan untuk melayani laki-laki.


Pada zaman jahilliyah dulu, anak perempuan yang lahir langsung dikubur hidup-hidup. IRONIS dan TRAGIS SEKALI!!!
Saat Islam datang… dan saat Rasulullah SAW hadir membawa ajaran-Nya.. tercerahkanlah semuanya…
Wanita dan laki-laki sama dalam beberapa hal.
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (Q.S. An-Nisa’ : 124)
Bisa juga lihat Q.S. At Taubah : 71 ...

Wanita harus CERDAS!!! So, PERCANTIK DIRI DENGAN ILMU!!!
Belajarlah dari para wanita yang telah menorehkan sejarah. Berikut contohnya.
1. Aisyah ra. Beliau pandai dalam bidang kedokteran, pandai meriwayatkan hadist, ahli dalam ilmu perbintangan (falak), dll. Meski beliau tidak mengikuti pendidikan formal, beliau dididik langsung oleh Rasulullah SAW.
2. Ummu Kulsum binti Ali bin Abi Thalib. Beliau adalah seorang bidan muslimah.
3. Asy-Syifa’ binti Abdullah. Shahabiyah ini mendapat gelar GURU WANITA PERTAMA dalam Islam. Istri-istri Rasulullah banyak yang berguru pada beliau. Seperti halnya Hafsah yang belajar tulis-menulis dan ilmu pengobatan pada beliau.



Mengapa sih harus jadi MUSLIMAH PRESTATIF?
1. Adanya taklif/kesetaraan antara laki-laki dan wanita. Lihat kembali Q.S. An-Nisa’ : 124 dan Q.S. At Taubah : 71.
2. Untuk menguatkan kecenderungan seorang muslimah pada kebaikan. (Q.S. As-Syams : 7-10). Di dalam diri manusia terdapat dua kecenderungan, yaitu fujur (fasik) dan takwa. (Q.S. Al Baqarah : 151 dan Q.S. Al An’am : 104)
3. Untuk mengantisipasi kondisi eksternal. Kondisi di luar kita tidak bisa diprediksi, semuanya mutlak ketentuan Allah. Oleh karena itu, kita sebagai muslimah harus membekali diri kita dengan ilmu untuk menghadapi segala kemungkinan yang tak terduga itu. Secara fitrah wanita memang berperan dalam ranah domestic (di dalam rumah), tapi dalam aktifitas luar (ranah publik) tetap harus berperan!!
4. Untuk mempersiapkan muslimah dalam mengemban peran peradaban. Peradaban dibangun mulai dari diri sendiri kemudian lewat keluarga. Di sinilah wanita berperan. Wanita melahirkan dan mendidik anak-anaknya sebagai calon generasi pembangun peradaban. Wanita berperan mengkondisikan keluarganya.
5. Adanya kekhususan kaum wanita. Dalam beberapa hal, wanita tidak bisa disamakan dengan laki-laki. Intuisi wanita lebih tajam daripada laki-laki. Emosi wanita juga lebih ekstrim dibandingkan dengan laki-laki. So, KENDALIKAN EMOSIMU!!!



Manfaat muslimah berilmu :1. Akan bisa menjalankan fungsi-fungsi yang harus dijalankan entah sebagai ibu, istri, dan peran lainnya
2. Akan terbentuk kepribadian mencakup seluruh aspek kemanusiaan (jasadiyah, ruhiyah, dll)
3. Terbentuk kepribadian sebagai seorang aktivis dakwah. Di sekitar kita banyak otang yang perlu kita bina semampu kita. Tularkan ilmu yang kita miliki!!
4. Kita mendapatkan pelatihan amal dan pengalaman di lapangan
5. Terpenuhinya kualitas sumber daya yang berpotensi di berbagai bidang.
6. Akan adanya perluasan wilayah kerja dakwah
7. Motivasi bagi muslimah untuk menjalin kerja sama dakwah di berbagai lapisan masyarakat.

Jadi MUSLIMAH PRESTATIF yuck!!!
Kaya Ilmu.. Kaya Prestasi… !!!


(Tulisan ini diposting pada bulan April 2009 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna