TUJUH KEUTAMAAN MEMULIAKAN ANAK YATIM

 


Setiap anak tidak bisa memilih dilahirkan dalam kondisi seperti apa. Tidak ada yang bisa meminta untuk dilahirkan dengan kondisi orang tua lengkap atau justru tanpa orang tua. Semua sudah ditakdirkan oleh Allah. Demikian halnya status sebagai anak yatim atau piatu.


Anak yatim mendapat keistimewaan dalam Islam. Yatim adalah seseorang yang ayahnya meninggal dan dia belum baligh. Dalam ilmu fikih, seorang anak yatim jika sudah baligh maka wajib bagi walinya menyerahkan harta kepadanya setelah diuji. Seperti yang tertulis dalam firman Allah Swt: 


“Dan ujilah anak-anak yatim sampai mereka mencapai usia nikah. Apabila kalian menemukan kecerdasannya maka serahkanlah harta-harta itu kepada mereka. Dan janganlah kalian memakannya dengan berlebih-lebihan dan jangan pula kalian tergesa-gesa menyerahkannya sebelum mereka dewasa.  Barangsiapa (dari kalangan wali anak yatim itu) berkecukupan, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim) dan barangsiapa yang miskin maka dia boleh memakan dengan cara yang baik. Apabila kalian menyerahkan harta-harta mereka, maka hadirkanlah saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.” (QS. An-Nisa’ ayat 6)

Terhadap anak yatim, kita harus bersikap baik. Jangan memandang sebelah mata atau menghardiknya. Apalagi sampai memakan harta anak yatim. Allah akan memberikannya azab yang sangat pedih. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT:
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa’ ayat 10)

Hendaknya kita memuliakan anak yatim karena setidaknya ada 7 (tujuh) keutamaan besar memuliakan anak yatim, antara lain:
1.    Dekat dengan Rasulullah di Surga
Rasulullah Saw bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari)

2. Melunakkan Hati yang Keras
“Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda).

3.    Terpenuhinya Kebutuhan Hidup
“Barangsiapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Al-Baniy, Shahih At Targhib, Malik Ibnu Harits)

4.    Memperoleh Perlindungan di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran di hari kiamat Allah SWT tidak akan mengadzab orang yang mengasihi anak yatim dan berlaku ramah padanya serta manis tutur katanya.Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh Allah kepadanya.”  (H.R. Thabrani)

5.    Membawa Berkah ke Dalam Rumah
Dengan menyantuni dan memelihara anak yatim, maka akan banyak kelimpahan berkah yang ada pada rumah tersebut tidak peduli seberapa bagus atau jelek rumah tersebut. Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.”  (HR. Ibnu Majah)

6. Menumbuhkan Sifat Murah Hati
Rasulullah SAW bersabda, “Lima hal termasuk sunah para rasul, pemalu, murah hati, berbekam (hijamah), dan memakai wangi-wangian.” (HR Tirmidzi). 


7.      Menyempurnakan Iman sebagai Bukti Cinta
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Menyantuni anak yatim akhlaq yang sangat mulia di mata Allah SWT dan juga sesama manusia. Semoga kita termasuk orang-orang dekat dengan anak yatim dan mendapatkan tujuh keutamaan yang Allah dan rasul-Nya janjikan dan semoga kita terhindar dari dosa besar, yaitu memakan harta anak yatim. Aamiin..

Aisya Avicenna
Sumber gambar : https://makalahahli.blogspot.com/2017/09/tinjauan-pustaka-tentang-anak-yatim.html

18 komentar:

  1. Mksh artikelnya mb.. Jadi ingat muridku yg yatim.

    BalasHapus
  2. Mencintai anak yatim, lebih fadhilahnya lebih besar dari Haji Mabrur

    BalasHapus
  3. Sampai usia berapa ya yg tergolong anak yatim?

    BalasHapus
  4. Jadi inget lirik lagu, "Rasul menyuruh kita mencintai anak yatim."

    BalasHapus
  5. Terima kasih remindernya saay

    BalasHapus
  6. Anak yatim disayangi Allah dan Rasulullah ya

    BalasHapus
  7. Terima kasih pencerahannya say

    BalasHapus
  8. Terima kasih sudah diingatkan untuk selalu menyayangi anak yatim.

    BalasHapus
  9. Ya Allah, keutamaan2nya luar biasa. Semoga aku juga bisa selalu memuliakan anak yatim.

    BalasHapus
  10. Aku juga noh, anak yatim. Hihihi. Semoga kita semua menjadi probadi yang penuh kasih sayang kepada anak yatim yah

    BalasHapus
  11. Cita-citaku yang belum kesampaian, nih: mengash banyak anak yatim...

    BalasHapus
  12. Masya Allah. Semoga kita termasuk yang mengasihi anak yatim

    BalasHapus
  13. MasyaAllah, terimakasih sudah kembali diingatkan mbak 😊

    BalasHapus
  14. MasyaAllah... banyak anak yatim di sekitar kita, semua kita semua terketuk hatinya untuk membantu

    BalasHapus
  15. Masha Allah..banyak banget y manfaatnya.. Mksh sharingnya Mbah..

    BalasHapus
  16. Semoga Allah SWT selalu memuliakan mereka yang memuliakan dan merawat anak-anak yatim.

    BalasHapus
  17. Terima kasih, tulisan ini menambah semangat untuk terus berbagi

    BalasHapus
  18. Makasih sudah diingatkan mbak, noted banget

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini ^___^. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Insya Allah komentar yang bukan spam akan dimunculkan. IG/Twitter : @aisyaavicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna

Keliling Dunia