PENDAMPING DI DUNIA, KEKASIH DI SYURGA


Alhamdulillah, selain ditetapkan sebagai hari Kebahagiaan Internasional, tanggal 20 Maret adalah hari 'jadian' kami. Ya, pada 20 Maret 2012, di pertemuan keempat, kami melangsungkan akad nikah. Pertemuan pertama 20 November 2011 saat ta'aruf, pertemuan kedua 20 Februari 2012 saat khitbah, pertemuan ketiga 19 Maret 2012 saat cek kesehatan dan berkas di KUA Wonogiri, dan pertemuan keempat saat akad nikah.

Alhamdulillah, dari ta'aruf sampai akad nikah semuanya berjalan dengan indah, mudah, dan semoga full barokah.

Masyaa Allah, alhamdulillah tak terasa sudah 6 tahun kami menjalani kehidupan berumah tangga ini.
Tahun pertama dan kedua kami masih LDR, suami di Jakarta saya kuliah di Bandung. Tahun ketiga saya lulus S2 dan kembali bekerja di Jakarta, suami mendapat amanah di Lahat Sumsel untuk menjadi calon anggota legislatif. LDR berlanjut. Tahun keempat alhamdulillah kami sudah serumah dan tinggal di Matraman, Jakarta Timur. Tahun kelima dan keenam ini kami sudah hijrah ke Depok.

Alhamdulillah, banyak kisah luar biasa yang terjadi. Ada duka dan air mata, tapi alhamdulillah jauh lebih banyak senyuman bahagia. Rasanya setiap hari seperti pacaran. Banyak hal kocak plus romantis yang mewarnai hari-hari kami. Meski suami adalah orang Sumatera yang biasanya dikenal 'garang dan kasar', tapi tidak untuk beliau.

Baca juga : Sudah Saleh, Romantis Pula

Saya bersyukur memiliki suami berkarakter 'BIRU" yang lembut, menenangkan, dan romantis. Uhuk! Jika dikalkulasi bisa dibilang kami tidak pernah berantem berlebihan sampai adu mulut atau main tangan. Palingan kalau lagi PMS justru saya yang ngambekan. Manja parah. Wwkwk.. Cuma kalau lagi ngambek begitu saya langsung mengingat masa LDR kami selama 2,5 tahun. Jadi lebih menghargai saat-saat bersama. Untuk apa juga ngambek? Yang rugi juga diri saya sendiri. Nggak jadi ngambek deh ^___^

Terkait momongan, kami berdua sudah berikhtiar promil sejak tahun 2013. Tapi mungkin Allah belum berkenan menitipkan amanah untuk kami. Insya Allah kami siap menunggu kapan waktu yang tepat dan terbaik menurut-Nya. Kebelumhadiran momongan insya Allah tak membuat hubungan kami renggang, tapi justru lebih saling menguatkan.

Hanya belum mendapatkan satu hal dalam sebuah kehidupan berumah tangga (baca : anak), semoga tidak membuat kami kufur atas banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan.  Salah satu hadiah terindah dari Allah dalam rumah tangga kami adalah kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh di bulan Ramadhan tahun 2017 selama 12 hari. Masyaa Allah, sebuah kesempatan yang luar biasa karena segalanya serba cepat dan penuh kejutan.

Semoga Allah jadikan rumah tangga ini menjadi rumah tangga yang selalu sakinah, mawadah, warohmah hingga kelak terus bergandengan sampai Jannah. Aamiin... aamiin yaa Rabbal 'alaamiin...
Hadiah terindah dari Allah untuk kami di Ramadhan tahun lalu

Oh iya, sebuah puisi ini saya persembahkan untuk suami saya tercinta, kaka Febriansyah (ini blog doi yang mulai aktif lagi) sekaligus dalam rangka memperingati Hari Puisi Sedunia.


Pendamping di Dunia, Kekasih di Syurga

Rintik gerimis sore itu
Menjadi saksi
Ketika degup jantung ini bertalu
Memburu lebih kencang dari biasanya

Tak menyangka
Skenario-Nya justru  lebih indah dari yang kusketsa
Pada pertemuan pertama kita di sore itu
Meski tak banyak kata
Mawar-mawar merekah menyuburkan asa

Harapan itu pun menjadi nyata
Saat janji suci terucap di Selasa yang bahagia
Lantunan Ar-Rahman mengikat hati
Allah tetapkan engkau menjadi kekasih sejati

Kini telah tujuh puluh dua purnama..
Kita jalani bersama jutaan cerita
Aneka impian menjadi kenyataan
Tapi ada jua harapan yang masih Allah tangguhkan

Semua adalah hadiah terindah dari-Nya
Yang patut kita syukuri tanpa jeda

Duhai Allah, jadikan ia
Tak hanya pendampingku di dunia
Tapi jua kekasihku di syurga

*merayakan cinta di hari Selasa 😍

#anniversary

NB : Mohon doa ya Sahabat, semoga kami segera dikarunia momongan (dan semoga kembar cewek cowok) di waktu yang TEPAT dan TERBAIK menurut-Nya. Aamiin...

Terima kasih atas kunjungan dan doanya...


4 komentar:

  1. ah... jadi baper ya bacanya ^^
    Semoga segera dikarunia buah hati ya Mbak ^^

    BalasHapus
  2. Semoga segera diberikan momongan mbak...

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini ^___^. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Insya Allah komentar yang bukan spam akan dimunculkan. IG/Twitter : @aisyaavicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna

Keliling Dunia