Perempuan Cahaya di Taman Dzikir



By : Faliq

Panas matari, hujan air mata rindu
Menyemai taman dzikir, taman doamu
Mawar-mawar yang
Dia kirimkan padamu
Tumbuh merekah, hiasi sajadah
Yang terus memanjang pada sisa kala

Di taman dzikir, taman hening yang mawar itu
Kau temui ribuan perempuan cahaya
MenjelangNya memohon untuk merengkuhmu
Oh sahaya, yang resah merindu

Tlah kau tumpukan penuh awan-awan asa
Dan kau dekap pelangi mahabbahNya
Kau fana yang memanjati langit ma’rifatNya

Di taman dzikir, taman do’a dan nafasmu
Di tengah perempuan-perempuan cahaya
Kau menjaga dengan air mata
Di taman dzikir, taman do’a dan nafasmu
Di tengah perempuan-perempuan cahaya
Nyala masa yang tersisa
Demi hasrat abadiitu

Sungguh telah Dia fanakan dirimu itu
Tetapi tidak cintamu kepadaNya
Sebab di taman dzikir, doa dan nafasmu
Oh cintamu dan
Kekasih adalah baka
Tuhan, bila sujudku padaMu,
Karena aku takut Neraka
Bakar aku dengan apinya
Bila sujudku padaMu,
Karena damba Syurga
Tutup untukku Syurga itu
Namun bila sujudku demi Kau semata
Jangan palingkan wajahMu
Tuhan, aku rindu menatap KeindahanMu
[lagi senang denger nasyid ini]


Tulisan ini diposting pada bulan Juni 2010 di blog sebelumnya

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna