Half A Dien : Menikahlah Sebelum Dipaksa Menikah


Reporter : Aisya Avicenna
Lokasi : Aula Fakultas Kedokteran
Hari, Tanggal : Kamis, 13 Mei 2010
Waktu : 08.00-15.30 WIB Peserta : ± 200 akhwat dan ikhwan (akhwat : ikhwan = 3 :1)
Topik : Half A Deen, Makes You Ready!!!
***
“Menurutmu apa yang harus aku lakukan?” tanya Anastasia Pallazo.

“Menurutku masalah Doktor sangat remeh, bukan masalah besar” jawab Muhammad Ayyas

“Masalah remeh, apa maksudmu?”

“Doktor hanya perlu menikah segera dengan lelaki yang Doktor pilih, maka masalah Doktor selesai, Ibunda Doktor tidak akan meminta hal yang macam-macam dan si Boris Melnikov dan keluarganya juga tidak akan macam-macam. Ibunda Doktor meminta Doktor menikah dengan A atau B atau C , itu karena melihat Doktor tidak juga menikah dan memiliki pilihan yang jelas. Itu masalahnya.”
“Jadi aku harus menikah?”
“Ya untuk kasus Doktor saya katakan, menikahlah sebelum Anda dipaksa menikah!” jawab Ayyas..
[Diambil dari Bab 21 novel Bumi Cinta karya Kang Abik]
***
“Saya berlindung kepada Allah dari zina. Semoga sampai akhir hayat Allah menjauhkan saya dari perbuatan dosa itu. Saya ingin menjaga kesucian diri saya. Kalau pun melakukan hubungan dengan lawan jenis, saya ingin yang berlandaskan kesucian, yaitu menikah. Dengan menikah saya ingin memuliakan istri saya, saya ingin setia padanya sampai akhir hayat. Saya ingin menjaga kesuciannya. Saya berharap istri saya juga melakukan hal yang sama. Pernikahan itu menjadi hubungan saling mencintai dan mengasihi yang ditaburi rahmat Allah SWT. Dari percintaan yang harmonis dan indah itu saya ingin lahir anak turun yang juga bersih, dan terjaga kesuciannya. Maka saya berusaha mati-matian menjaga kesucian saya, sebab saya ingin memiliki istri yang juga terjaga kesuciannya.”
[Diambil dari halaman 232 novel Bumi Cinta karya Kang Abik... Hmm.. SUBHANALLAH!!! moga banyak Ayyas-Ayyas lainnya yang bertebaran di muka bumi ini... ]
***
Judul reportase ini memang salah satunya terinspirasi dari novel “Bumi Cinta”-nya Kang Abik. Tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang novel tersebut. Pada kesempatan ini saya akan berbagi sedikit ilmu dan inspirasi dari seminar yang saya ikuti. Mohon perhatiannya, yang saya bagi ini ILMU, bukan sesuatu hal yang TABU.. Oke!!!
Check it out...HALF A DEEN...
Selamat membaca!!!

SESI I : KETIKA DUA INSAN BERTEMU
1.Pengantar Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Kedokteran dan Islam [Oleh : Prof. dr. Dadang Hawari, SP. KJ (K)]
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sangat keji dan sejahat-jahat perjalanan (terkutuk)” (Q.S. Al-Isra’ : 32)
Nabi Muhammad SAW bersabada : “Barangsiapa menikah maka dia telah melindungi (menguasai) separuh agamanya, karena itu hebdaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi.”
Tujuan pernikahan antara lain :
a.Mengikuti jejak Rasul
b.Terpenuhinya kebutuhan akan kasih sayang, mencintai dan dicintai, rasa aman, tenang, nyaman, dan terlindung
c.Menghindari perzinaan
d.Memperoleh keturunan
Pendidikan seksual memang seharusnya diberikan terutama kepada anak-anak yang sudah memasuki dunia remaja. Akan tetapi, di negara sekuler, pola pendidikan seks-nya sangat berbeda dengan pendidikan seks Islami. Berikut perbedaannya.
Pendidikan seks sekuler meliputi :
a.Anatomi dan fisiologi organ seksual primer maupun sekunder remaja laki-laki dan perempuan
b.Tidak mengandung moral, etika, dan agama
c.Tidak mencegah timbulnya rasa ingin tahu (curiosity feeling)
d.Memperkenalkan alat-alat kontrasepsi
e.Tidak mencegah hubungan seks di luar nikah (dianggap HAM)
f.Pencegahan kehamilan dan penyakit kelamin
g.Tidak dipisah remaja laki-laki dan remaja perempuan
Pendidikan seks Islam meliputi :
a.Pendidikan seks Islami mengandung arti pendidikan gender
b.Remaja laki-laki dipisah dari remaja perempuan
c.Diuraikan anatomi dan fisiologi remaja sesuai dengan jenis kelamin
d.Mengandung aspek-aspek moral, etika, dan agama
e.Tidak menimbulkan rasa ingin tahu (curiosity feeling)
f.Alat-alat kontrasepsi hanya diberikan kepada pasangan suami-istri
g.Hubungan seks di luar nikah dan penggunaan NAZA dilarang
h.Diuraikan akibat-akibat hubungan seks di luar nikah, seperti : kehamilan (unwanted pregnancy), aborsi, kelahiran anak yang tidak diinginkan, penyakit kelamin, dan dampak psikososial lainnya.
Pendidikan seks sekuler memberikan dampak buruk yang luar biasa. Saat ini marak terjadi kehamilan di luar pernikahan, aborsi, hamil pada usia dini, dll.
2.Kesiapan Reproduksi ditinjau dari Segi Anatomi dan Fisiologi [Oleh : dr. Andon Hestiantoro, Sp. OG (K)]
Kesiapan reproduksi yang dimaksud adalah jika proses reproduksi siap untuk berlangsung baik dengan hasil luaran berupa proses kehamilan dan proses persalinan yang berlangsung dengan baik.
Pada perempuan, untuk memulai proses reproduksi bukan hanya berarti secara ilmiah perempuan tersebut telah mampu untuk hamil, namun terdapat beberapa faktor lain yang turut menentukan agar kehamilan yang terjadi merupakan kehamilan yang sempurna, sehat, dengan angka kecacatan janin yang rendah, angka abortus yang rendah, dan angka kesakitan serta angka kematian pada ibu hamil yang rendah pula.
Kesiapan reproduksi perempuan tidaklah hanya bergantung kepada proses pertumbuhan dan perkembangan anatomi organ reproduksi belaka, namun juga sangat terkait dengan proses pertumbuhan dan perkembangan fungsi reproduksi yang memiliki sistem yang lebih kompleks karena melibatkan banyak sistem seperti sistem hormonal (endokrin), siistem imun, sistem pembuluh darah, sistem persyarafan, dan sistem genetika.
Proses tumbuh kembang kemampuan reproduksi perempuan terjadi sejak saat dini sekali yaitu sejak proses pertemuan antara sperma dan oosit atau yang dikenal juga dengan istilah fertilisasi (konsepsi), dilanjutkan dengan proses implantasi embrio di endometrium, kemudian pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam uterus, dilanjutkan kembali pada masa bayi, anak dan remaja, masa reproduksi, dan masa menopause.
Usia reproduksi merupakan usia yang paling siap bagi perempuan untuk menjalankan proses reproduksinya dengan baik. Fungsi reproduksi perempuan paling siap ketika mereka berusia antara 20-35 tahun. Kemampuan reproduksi perempuan akan menurun dengan cepat ketika perempuan mencapai usia 35 tahun ke atas. Fungsi fertilitas akan menurun dan disertai pula dengan peningkatan risiko terjadinya abortus. Pada usia istri 30 tahun, 7 % Pasangan Usia Subur (PUS) mengalami infertilitas. Pada usia istri 35 tahun, 11 % PUS akan mengalami infertilitas. Pada usia 40 tahun, 33% PUS mengalami infertilitas, dan pada usia 45 tahun, 87% PUS mengalami infertilitas. Rata-rata usia menopause adalah 48 tahun.
SESI II : MEMBANGUN PILAR KELUARGA
1.Screening Pranikah dan Perencanaan Kehamilan [Oleh : dr. Yuyun Lisnawati, Sp. OG (K)]
Pernikahan memerlukan persiapan dan perencanaan. Karena setelah menikah akan berlanjut pada proses kehamilan dan persalinan dengan segala risikonya serta proses pengasuhan anak dengan segala permasalahannya.
Persiapan pranikah :
a.Fisik = dengan melakukan pemeriksaan medis (mendeteksi penyakit yang dapat menular pada pasangan, penyakit yang dapat mempengaruhi hubungan suami istri, dan penyakit yang dapat mempengaruhi calon janin)
b.Mental = pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, perawatan kehamilan, dan perawatan bayi/anak
c.Ekonomi = pengetahuan dan persiapan untuk masa kehamilan dan kelahiran (biaya kebutuhan)
Perencanaan kehamilan : ideal bila dimulai sebelum menikah, kapan pasangan siap memiliki anak, berapa jumlah anak yang direncanakan, berapa jarak waktu yang direncanakan anatar satu kehamilan dengan kehamilan yang lain, serta pertimbangan sosial, ekonomi, psikologis, medis.
Perencanaan kehamilan perlu dilakukan karena : untuk mencegah kematian ibu dan bayi, mencegah komplikasi penyakit pada kesehatan ibu dan bayi, mengoptimalkan proses pengasuhan dan perkembangan bayi-anak.
Penyebab kematian ibu yang utama : perdarahan saat hamil dan bersalin, preeklampsi dan eklampsi, infeksi.
Pada intinya, sebelum menikah sebaiknya melakukan cek kesehatan. Kalau memang ada kelainan/penyakit, jangan ditutup-tutupi kepada calon pasangan. Meski berisiko pernikahan tidak jadi (bisa saja kan???), tapi itu kan demi kepentingan masa depan, untuk kemaslahatan bersama. Bisa juga kan dilakukan pengobatan dahulu sebelum menikah jika memang diindikasi memiliki penyakit.
SESI III : MENANTI SANG BUAH HATI
1.Seluk Beluk Seputar Kehamilan yang Normal [Oleh : dr. Yuyun Lisnawati, Sp. OG (K)]
Pada sesi kali ini diuraikan tentang proses terjadinya kehamilan, siklus menstruasi, dan perkembangan janin (karena banyak menampilkan gambar, lebih baik pembaca mencari informasi sendiri tentang ini.. insya Allah banyak kok!)
Perubahan berat badan ibu hamil bisa mencapai pertambahan sekitar 12.5 kilogram lho!!!
Pada saat hamil, seorang wanita sebaiknya melakukan ANTENATAL CARE (suatu program berupa observasi, edukasi, dan penanganan medis pada ibu hamil).
Antenatal Care dilakukan setiap 4 minggu sekali ketika usia kandungan <> 36 minggu. Pada saat ANTENATAL CARE, juga akan diprediksikan kapan persalinan akan berlangsung.
Ibu hamil harus bisa menjaga asupan nutrisi yang mencakup :
a.Kebutuhan energi : dengan mempertahankan aktivitas metabolik, membantu sintesa protein
b.Kebutuhan protein : peningkatan volume darah ibu, pertumbuhan rahim, pertumbuhan janin
Kebutuhan kalori = 2000 + 300 kalori
Protein = 0,9 g/kg BB/hari + 30 g
Mineral = Fe (30 mg/hari), Ca (1200 mg/hari), P (1200 mg/hari), Zn (20 mg/hari), Mg (450 mg/hari), Iodine (175 mg/hari)
Vitamin = A, C, Folat, B1, B6, B12
Asam folat 400 mg/hari prakonsepsi dan 12 minggu pertama kehamilan akan menurunkan risiko neural tube defect.
Beberapa risiko kehamilan : abortus, hiperemesis gravidarum, anemia, preeklamsia, diabetes melitus gestasional, komplikasi DMG, persalinan prematur, perdarahan dalam kehamilan, pertumbuhan janin terhambat.
Pada sesi kali ini alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk bertanya. Sebelum bertanya, saat memperkenalkan diri eh malah ditanya pembicaranya : statusnya??? Dengan tenang saya jawab aja : “AKAN SEGERA MENIKAH”. Spontan beberapa peserta riuh dan sempat menoleh ke saya.. hehehe.. ada-ada saja! Yo bener to yo... mohon doanya ya! Lagi dalam proses “kepompong” nih! ^^. Masih banyak yang harus disiapkan (sadar sepenuh hati : mode on!)
Eits, pada kesempatan tersebut saya bertanya tentang hamil anggur (mola). Apa penyebabnya? Bagaimana bisa terjadi? Apa dampaknya? dll. Insya Allah, akan saya jabarkan dalam note terpisah. Okey... (harus OK, lha wong yang mau nulis saya... ^^)

2.ASI, Makanan Terbaik untuk Bayi [Oleh : dr. Anita Juniatiningsih, Sp. A (K)]
Buka kembali Q.S. Al Baqarah : 233 dan Luqman : 14!!
Menyusui atau memberi ASI kepada bayi merupakan hal yang diperintahkan dalam Islam. Tentu banyak hikmah yang terkandung dalam perintah Allah SWT tersebut. Setiap bayi berhak mendapat ASI dan setiap ibu pun berhak menyusui bayinya. Pemberian ASI di Indonesia termasuk pemberian ASI eksklusif belum dilaksanakan sepenuhnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : faktor sosial budaya, kurangnya kesadaran akan pentingnya ASI, pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung program pemberian ASI, gencarnya promosi susu formula, ibu bekerja dan dan relatif singkatnya masa cuti ibu hamil dan menyusui bagi ibu yang bekerja sehingga tidak dapat memberikan ASI eksklusif. Akan tetapi, pada ibu yang bekerja, masih tetap bisa memberikan ASI eksklusif kok. Pintar-pintar saja memanajemennya. OK!
Keberhasilan menyusui tidak datang dengan sendirinya. Menyusui bukan kemampuan yang dimiliki ibu secara otomatis melainkan ketrampilan yang perlu diajarkan dan dipelajari dengan melihat dan menjalaninya. Sambil menunggu kehadiran sang buah hati, seorang ibu perlu mempersiapkan diri baik fisik maupun psikologis. Ibu perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang kesehatan dan gizi ibu selama hamil serta ASI (fisiologi laktasi, inisiasi menyusui dini, manfaat rawat gabung, pemberian ASI ekslusif, cara pemberian ASI yang benar termasuk posisi menyusui yang benar, manfaat ASI) agar termotivasi untuk memberikan ASI. Keinginan untuk memberi ASI adalah faktor yang sangat penting untuk keberhasilan menyusui.
ASI mengandung makronutrein (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikronutrein (vitamin dan mineral). ASI hampir 90% terdiri dari air. Volume dan komposisi nutrein ASI berbeda untuk setiap ibu, hal ini tergantung dari kebutuhan bayi.
Pada proses penyusuan ini, peran suami juga sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan dukungan psikologis pada istri. Jangan sampai istri stress saat berada pada masa menyusui. Suami hendaknya mampu meringankan tugas istri, misal : memasak, membersihan rumah, mencuci, dll. Jadi SUAMI SIAGA gitu lah!
SESI IV : MENGGAPAI KELUARGA MADANI
Membentuk Keluarga Sakinah [Oleh : Ust. Zainal Abidin bin Syamsudin, LC]
Pernikahan adalah langkah awal bagi sebuah bangunan baru dalam masyarakat muslim dan tiang pancang baru untuk menyangga keutuhan bangunan tersebut maka sangatlah pantas bila semua anggota masyarakat menyambut gembira peristiwa itu dengan ucapan selamat dan doa keberkahan yang diliputi rasa gembira dan bersuka ria.
Menikah mempunyai beberapa tujuan, antara lain :
a.Menikah merupakan salah satu perintah Allah, lihat saja dalam Q.S. An Nisa’ :3, Q.S. An Nur :32 dan sabda Rasulullah : “Menikahlah karena sesungguhnya aku bangga dengan umatku yang banyak... “(HR Baihaqi). Kebahagiaan dan ketenangan hati orang mukmin hanyalah dengan mentaati Allah dan RasulNya.
b.Untuk melestarikan keturunan dan memakmurkan bumi Allah sehingga tujuan penciptaan makhluk bisa terealisasi dengan baik yaitu ibadah kepada Allah
c.Untuk menyalurkan kebutuhan biologis antara laki-laki dan perempuan sehingga bisa terjaga kesucian masing-masing
d.Dalam rangka untuk menjaga keutuhan nasab karena bila tidak ada pernikahan yang resmi sesuai dengan aturan agama maka akan terjadi kekacauan kehidupan sehingga banyak anak manusia yang terlahir tanpa orang tua dan tidak sah menurut agama.
e.Dengan pernikahan akan terbentuk keluarga, dan keluarga sebagai tempat untuk mengurus anak-anak dari mulai pendidikan dan pengasuhannya sehingga mereka akan merasakan kasih sayang, kelembutan, dan kecintaan penuh dari kedua orang tua
f. Untuk meraih ketenangan jiwa yang menjadi tujuan utama hidup manusia (Q.S. Ar Rum :21)
g.Memperbanyak jumlah umat Nabi Muhammad SAW sehingga menjadi umat yang disegani dan diperhitungkan seperti yang diinginkan Allah SWT
h.Dalam rangka untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya berbagai penyakit moral dan kerusakan akhlak.
Hmm... banyak sekali ya tujuan dari pernikahan itu. Semuanya begitu mulia dan tentunya akan bernilai pahala dan dihitung sebagai ibadah jika memang diniatkan semata-mata karena Allah. Lantas, bagaimana cara memilih pasangan hidup?? Bagaimana meminang itu??? Bagaimana akad nikah itu??? Bagaimana walimah yang baik? Apa saja hak dan kewajiban suami istri itu?? Wow... kalau ditulis di sini akan menjadi sebuah buku kayaknya. Insya Allah, akan saya tulis secara terpisah. Sekalian sebagai sarana saya belajar untuk menyiapkan megaproyek yang sedang saya usahakan. Berhubung sudah siang dan hendak ke kantor, saya cukupkan dulu reportase kali ini.
Alhamdulillah, di penghujung acara ada pembagian doorprize dan nama pertama yang disebut adalah nama “Etika Suryandari”. Klop sudah! Dapat ilmu, sahabat, dapat kesempatan bertanya, dan pulang bawa doorprize pula.. sebuah benda imut berwarna MERAH dan sebuah majalah UMMI (hmm.. mantap!!!)
Ditutup dengan backsong “AYO MENIKAH”-nya AR ROYAN
Tlah diciptakan dua insan yang hidup di dunia
Takdir Allah yang menyatukan jodoh manusia
Ingatkan hati hidup ini hanya sementara
Janganlah kita memikirkan materi semata
Berbahagialah manusia yang tlah menemukan fitrahnya
Untuk membentuk keluarga yang sakinah
Menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba
Jangan carikan alasan untuk menunda...
Menikah mengurangi dosa dan maksiyat
Menikah menyatukan bahagia dan nikmat
Rezeki manusia Allah mengaturnya
Jangan takut bila kau niat untuk menikah
Berbahagialah manusia yang tlah menemukan fitrahnya
Untuk membentuk keluarga yang sakinah
Menikahlah engkau segera bila saatnya telah tiba
Jangan carikan alasan untuk menunda
Jangan takut bila miskin harta bila hanya belum bekerja
atau tak punya rumah nan megah kau jadikan alasan takut menikah
Jalan hidup tergantung niatmu bila kau yakin kau akan mampu
Ingatlah Allah slalu menyertaimu

Jakarta, 170510
Aisya Avicenna


Tulisan ini diposting pada bulan Mei 2010 di blog sebelumnya

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna