Zainab binti Jahsi

Kajian Sabtu Pagi (KSP), 10 Mei 2009 kali ini membahas tentang salah satu istri Rasulullah SAWyakni Zainab binti Jahsi. Beliau adalah satu-satunya istri Rasulullah SAW yang menandingi ‘Aisyah dalam beberapa hal. Beliau adalah wanita bangsawan nan rupawan. 

Ibunya bernama Umaimah binti Abdul Mutholib (masih saudara sepupu Rasulullah SAW).

Sebelum menjadi istri Rasulullah SAW, Zainab sudah lebih tahu tentang Rasulullah SAW. Awalnya, Zainab menikah dengan Zaid bin Haritsah. Zaid adalah seorang budak belian yang dibeli Hakim bin Hisam di pasar Ukadz seharga 400dirham. Hakim bin Hisam masih mempunyai hubungan saudara dengan ibunda Khadijah ra. Khadijah akhirnya memilih Zaid untuk menjadi pelayan di kediamannya dan dimerdekakan Rasulullah SAW. Zaid merupakan orang kedua setelah Ali bin Abi Thalib yang masuk Islam. Pada suatu hari, bapak Zaid yang bernama Haritsah bin Sarahim mencari Zaid dan memintanya kembali. Zaid diminta memilih, ikut kembali dengan ayahnya yang belum masuk Islam atau memilih tetap tinggal bersama Rasulullah SAW. Zaid menjawab “
Aku lebih memilih bersama Tuanku karena Tuanku ini memiliki banyak kebaikan.”

Akhirnya Zaid yang masih bujang tinggal cukup lama dengan Rasulullah SAW dan dinikahkan dengan sepupunya, Zainab binti Jahsi. Awalnya Zainab tidak setuju karena Zaid dianggap tidak sederajat dengannya. Akhirnya turunlah Q.S. Al Ahzab : 37. Akhirnya Zainab bersedia dinikahi Zaid, Akan tetapi, setelah menikah dengan Zaid, Zainab tidak mau disentuh dan berbicara dengan Zaid. Zaid akhirnya melapor pada Rasulullah SAW. Zainab menikah karena menjalankan perintah Allah, bukan karena cinta. Akhirnya Zaid menceraikan Zainab. Zaid kemudian diangkat menjadi anak angkat Rasulullah SAW dan menjadi Zaid bin Muhammad.

Tak lama kemudian, Allah menikahkan Rasulullah SAW dengan Zainab (inilah kemuliaan Zainab) untuk menghapus budaya jahiliyah pada saat itu.


Zainab adalah ummahatul mukminin yang mempunyai banyak keistimewaan, antara lain :
1. Istri yang sangat taat pada Allah dan Rasul-Nya
2. Orang yang rajin ibadah (‘abidah : wanita yang ahli ibadah)
3. Orang yang rajin berinfaq
4. Meskipun kompetitor kecemburuan ‘Aisyah, tapi beliau mampu bersikap objektif. Beliau membela ‘Aisyah saat terkena fitnah.

Zainab meninggal pada tahun 20/21 H (hidupnya panjang). Hidup sampai masa khilafah Umar bin Khattab, saat umat Islam mampu menguasai Byzantium dan Romawi.


Hikmah buat kita :
1. Taatilah perintah Allah dan RasulNya
2. Penting bagi kita untuk tidak mempertahankan tradisi jahiliyah. Saatnya untuk mendobrak kriteria yang tidak syar’i (ex : saat pernikahan kita nanti)
3. Jadilah kita orang yang saat melakukan proses apapun dalam kehidupan ini dengan meminta bantuan pada orang yang dapat dipercaya (ex : haji, nikah, dll)
4. Tidak ada yang sulit dalam Islam




(Tulisan ini diposting pada bulan Mei 2009 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna