Semangat Kartini : Semangat Kita

Oleh : Etika Suryandari *
Ibu kita Kartini pendekar Bangsa
Pendekar kaumnya..untuk merdeka..
Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia..
Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia..


Sepenggal bait lagu di atas kembali mengingatkan kita pada sosok pejuang wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini. Kartini adalah icon pembebasan perempuan di negeri ini. Hari lahirnya, 21 April, diperingati sebagai hari Nasional, hari Kartini. Seiring berjalannya waktu, hari yang notabene sarat akan makna perjuangan seorang wanita tersebut berubah menjadi sebuah rutinitas peringatan tanpa esensi. Tak jarang kita temui di berbagai tempat, saat moment hari Kartini ini diselenggarakan lomba-lomba pamer kecantikan ala Kartini (fashion show) yang malah mengarah pada nuansa glamour. Seperti itukah peringatan hari Kartini sebenarnya? Makna emansipasi yang diperjuangkan Kartini pada eranya dahulu beranjak berubah makna dan aplikasinya di masa sekarang.


Peringatan hari Kartini hendaknya menjadi moment pengingat akan semangat Kartini pada masa itu yang semestinya menjadi pemacu semangat kita, sebagai generasi penerusnya di masa sekarang. Kartini memiliki semangat spiritualyang tinggi. Terbukti akan kekritisan beliau dalam menggali fakta dalam agama dan kitab suci karena saat itu beliau mengalami kesulitan dalam mendalami agama maupun kitab suci. Perempuan Indonesia saat ini hendaknya mempunyai semangat spiritualitas yang mantap, mau menggali dan belajar tentang agama. Agama adalah sumber inspirasi dalam hidup yang menjadikan manusia (laki-laki dan perempuan) menjadi lebih cerdas, berenergi, dan visioner!!!


Kartini semestinya menjadi inspirasi bagi kaum perempuan di negeri ini untuk memiliki kepekaan sosial terhadap persoalan-persoalan di sekitarnya. Kartini dulu tergerak hatinya untuk memperbaiki masyarakatnya, terutama perempuan. Kartini berusaha dengan sekuat tenaga menjunjung martabat perempuan terkhusus di bidang pendidikan. Kartini hanya ingin perempuan memiliki akses belajar dan pendidikan. Sebab dari perbaikan pendidikan dan munculnya semangat belajar itulah para perempuan memiliki modal sebagai istri dan ibu yang akan mendidik anak-anak dan keluarganya menuju martabat yang lebih baik. Kartini memberikan spirit pembelajar yang luar biasa. Semangat untuk mencari informasi, mengakses jaringan, bertanya, membaca, menulis, dll


Realita saat ini, banyak perempuan Indonesia yang memiliki perangai yang berbeda jauh dari spirit perjuangan Kartini. Kemerosotan moral, globalisasi media dan informasi turut andil dalam melunturkan pola pikir dan sikap mereka. Hendaknya kita sebagai penerus perjuangan Kartini memiliki semangat seperti semangat Kartini. 


Kitalah agent of change!!!
Kitalah unsur pengubah masyarakat, bangsa, dan Negara kita! 
Semuanya dimulai diri kita sendiri… 
Ayo, Kartini masa kini.. 
Jangan pernah terlena… 
Jangan sampai terpedaya oleh suatu hal yang menyilaukan mata… 
Milikilah semangat Kartini.. 
BE A VISIONER WOMAN!!! 
Di tangan kita jualah tergenggam arah bangsa.. 
HIDUP WANITA INDONESIA…

*Kepala Deputi Media Departemen Komunikasi dan Informasi
Kabinet Perlawanan BEM UNS


(Tulisan ini diposting pada bulan April 2009 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna