Mahar Alquran? Mau?!



Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi, bahwa dia berkata : “Ketika aku berada di antara orang-orang yang bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seorang wanita berdiri dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang telah menyerahkan dirinya kepada Tuan, maka apa pendapat Tuan tentangnya?’ Rasulullah SAW tidak menjawab sedikit pun. Tak lama kemudian, wanita itu kembali dan berkata : ‘ada seorang wanita yang telah menyerahkan dirinya kepada Tuan, maka apa pendapat Tuan tentangnya?’
Tiba-tiba seorang pria berdiri dan berkata :’Wahai Rasulullah, nikahkan aku dengannya.’Rasulullah SAW bertanya :’Apakah kamu mempunyai sesuatu (yang bisa dijadikan mahar’ Dia menjawab : ‘Tidak’. Rasulullah SAW bersabda : ‘Pergilah dan carilah, sekalipun hanya sebuah cincin dari besi’.

Maka pria itu pun pergi dan mencari, kemudian dia datang dan berkata : ‘Aku tidak mendapatkan apa-apa, sekalipun sebuah cincin dari besi.’ Rasulullah SAW bersabda :‘Apakah kamu hafal ayat-ayat Al Qur’an?’ Dia menjawab : ‘Aku hafal surah ini dan surah ini.’ Rasulullah SAW bersabda : ‘Pergilah. Aku telah menikahkanmu dengan wanita itu dengan mahar surah Al Qur’an yang kau hafal.”

Dalam riwayat lain disebutkan :”Pergilah, aku telah menjadikannya sebagai milikmu dengan apa yang kamu hafal dari Al Qur’an. (HR. Muttafaq ‘alaih)
Coba renungkan, wahai Saudari, bagaimana wanita muslimah itu rela Al Qur’an sebagai maharnya, sebab dia tahu bahwa pernikahan yang dibangun di atas pondasi ini adalah pernikahan yang penuh berkah, Insya Allah (jika Allah menghendaki).
Sumber : buku “Wahai Saudariku Inilah Surga” karya Mahmud Al-Mishri

Pertanyaannya sekarang, adakah wanita yang rela Al Qur’an sebagai maharnya pada zaman sekarang???
(ADA kok…Insya Allah yang punya blog ini…hihihi… ^_^)

Atau adakah keluarga muslim yang rela Al Qur’an sebagai mahar putri mereka???
(ADA kok…Insya Allah keluarga yang punya blog ini…hihihi… ^_^ ^_^)
Sadarilah, betapa besar nilai Al Qur’an itu‼!

(Tulisan ini diposting pada bulan April 2009 di blog sebelumnya)
Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna