Ketika Cinta Harus Belajar


Saat kaki mulai melangkah
Menapaki sebuah perjalanan
Mencoba berpikir akan arti semuanya
Banyak hikmah
Banyak pelajaran
Banyak pengalaman
Indahnya ukhuwah
Indahnya cinta
Indahnya kasih-Nya
[Cilacap, 23-25 Juli 2009]


Kamis, 23 Juli 2009
Pagi hari, dengan semangat ala pejuang 45(maklum cucu dari pejuang 45 sih!) berangkat menuju kampus MIPA tercinta. Berharap bisa bertemu dengan salah satu dosen penguji skripsi saya, Dra. Yuliana Susanti, M.Si. Ehm, ternyata hasilnya nihil! Karena beliau ada agenda di Sukoharjo sehingga tidak datang ke kampus. Tapi ada hikmahnya juga, jadi bisa mengurus surat-surat untuk perangkat wisuda. SEMANGAD 37x!!! Menjelang dhuhur, jalan kaki pulang ke kos. Sungguh, banyak hikmah juga jadi laskar PKS (Pejalan Kaki Sejati) karena bisa menikmati dan merenung sepanjang jalan, bahkan bisa melakukan hal-hal yang menurut saya bermanfaat (ex : hafalan, baca buku, FB-nan, nasyidan, cari inspirasi, menikmati indahnya alam, bersua dengan nenek tua yang sering mangkal di depan masjid NH, dll.. itulah indahnya sebuah perjalanan…). Setelah sholat di kost, segera packing barang bawaan yang akan dibawa ke Cilacap. Oya, hari ini LASKAR PINKERS akan berangkat ke Cilacap untuk menghadiri walimatul ‘ursy nya Mbak Alfi (mbak kost kita). Setelah packing, masih sempat buat ucapan dan bungkus kado. Wow, kos PINK mendadak kedatangan banyak kado. Maklum, banyak teman-teman Mbak Alfi yang diundang tapi tidak bisa datang, jadinya nitip kadonya ke kita. Banyak euy! Sebagai ketua kost sekaligus ketua rombongan kali ini, saya pun segera mengomando Laskar Pinkers yang akan ikut ke Cilacap untuk segera bersiap karena pukul 15.00 harus sudah sampai stasiun Jebres. Pukul 14.00 dengan diantar Ukh Esti, saya menuju salah satu kost teman Mbak Alfi yang mau nitip kado juga, padahal kado yang kita bawa di motor sudah banyak juga. Setelah itu, mampir dulu di counter HP tempat Kang Dodoy bekerja. Ambil “titipan” dari bunda tercinta sekaligus pamitan. Tak lupa cium tangan dengan penuh sayang. I love you, my brother!!! Then, cabut ke stasiun. Sambil menunggu kedatangan Laskar Pinkers yang sebagian naik angkot, saya dan Ukh Esti duduk di dekat pintu masuk stasiun sambil bermain-main dengan seorang anak kecil yang sangat menggemaskan. Selang berapa lama, ada ikhwan yang datang. Beliau juga mau bareng rombongan kami. Laskar Pinkers pun datang. Saya pun membeli 10 tiket untuk kami. Setelah sholat Ashar berjamaah di mushola stasiun, saya pun menunggu kereta dengan tak lupa baca Al Ma’tsurat dulu.
Tut…tut…tut.. akhirnya, pukul 16:00 kereta Logawa datang. Cilacap… we’ll come!!! Alhamdulillah, dapat tempat duduk yang pewe… (posisie wenak..). Hadap-hadapan,.. saya duduk di sebelah Octa, berhadapan dengan Ria dan Mbak Ely.
Bismillahirrahmanirrahim… Tak lupa, kita melafazkan doa safar bersama…
PETUALANGAN DIMULAI!!!
Akhirnya kereta berjalan meninggalkan stasiun Jebres.
Sepanjang perjalanan, tak henti diri ini mengucap kagum atas pesona alam-Nya. So switz!!! Subhanallah!!! Seperti yang biasa saya lakukan kalo bepergian adalah.. MEMBACA!!! Tak lupa saya membawa dua buah buku (“Moms and Me” dan “Kujemput Jodohku” –pesenan Mbak Ely nih-). Saya membaca “Moms and Me” sedangkan buku satunya dibaca Ria. Sembari membaca, saya pasang headset dan mendengarkan nasyid favorit, mulai dari “Kau Tiada Terdua”-nya Rahmat Fajar [nasyid terfavorit nih...], “Kembali”-nya Tashiru, sampai “Sang Murabbi”-nya Izzatul Islam. Setelah mata agak pedih, saya putuskan berhenti membaca sejenak. Ria juga. Akhirnya, kita malah diskusi sama Mbak Ely. Membahas harakah, Q.S. AL-AHZAB : 56, Q.S. AN-NUR : 31, fiqh wanita, sampai seputar munakahat [mumpung mau ke walimahan nih]. SERU!!! Ternyata, ilmu yang saya miliki sangat…sangat… dan masih sangat kurang!!! Dari diskusi itu, banyak hikmah dan ilmu yang bisa saya ambil. Mbak Ely yang dua tahun lebih tua dari saya dan Ria, banyak memberikan pencerahan buat kita!!! Saat itu, Octa yang duduk di samping saya lebih banyak diam, karena dia sedang sakit gigi (syafakillah adikku sayang….).
Sepanjang perjalanan, kereta Logawa itu mendadak berubah menjadi “toko serba ada”. Pendagang asongan hilir mudik ke sana kemari menjajakan dagangannya. Marketer nih!!! Ada juga pengemis, pengamen, tukang semprot pewangi ruangan, penyapu lantai kereta, dll. Ehm, saya banyak belajar dari orang-orang KREATIF itu… Subhanallah, garis hidup mereka sungguh keras. Berjuang demi sesuap nasi!!! Terselip doa untuk mereka… “Ya Rabb, beri kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan rezeki dari-Mu”. Setelah satu setengah jam perjalanan, akhirnya Jogja menyambut saya dengan senjanya. Yup, Maghrib ini saya lalui tanpa menegakkan sholat (niatan di jama’ dengan isya’ karena masih dalam perjalanan). Saya keluarkan mushaf merah saya dan tilawah. Alhamdulillah, bisa tilawah satu juz (juz 29). Setelah tilawah, melanjutkan membaca buku + ngemil. Sesampai di Kebumen, salah satu adik kost naik (Wiwit) karena dia rumahnya di Kebumen. Tambah pasukan nih!!! Pukul 21.00 , sampai juga di stasiun tempat kita turun, stasiun Karangkandri Cilacap. Ada seorang ikhwan yang menjemput dan menjadi pengawal yang mengantarkan kami (9 akhwat dan 2 ikhwan dari Solo). Awalnya kita mau diantar pake mobil pick up… Beee…, aneh juga! Akhirnya, kita jalan kaki saja.. Katanya lima menitan.. hehehe, ternyata…3x5 menit!!! Jurit malam nih! SERU!!! Diiringi jangkrik yang bersenandung menyambut kedatangan kita. Tibalah di rumah Mbak Alfi yang sudah didesain. Yaiyalah, mau buat walimahan gitu. Kita langsung ditransitkan di rumah tetangganya. Ikhwan dan akhwat beda rumah. Yaiyalah!!! Setelah melepas lelah sejenak, Mbak Alfi meminta kita ke rumahnya yang saat itu sedang diadakan pengajian. Dinner euy!!! Menunya khas Cilacap. Nyummy!!! Makan malam sambil bercanda dan berbincang-bincang dengan Mbak Alfi. Ehm, besok mbakku yang satu ini tak sendiri lagi.. hihi.. Malam itu, Mbak Alfi yang ‘seharusnya’ istirahat, masih tetap sibuk memberikan service buat para tamunya ini. Dan lagi calon suaminya juga akan segera datang dari Jogja. Menjelang tengah malam, sang tamu agung dari Jogja datang juga. Tapi mereka, langsung duduk di depan (kita sedang di belakang dekat tempat masak-masak). Kebetulan saya juga mengenal calon suaminya itu. Teman saya dari UGM. Ehm, kalau jodoh memang gak kemana ya!!! Setelah cukup puas mengobrol dengan Mbak Alfi, akhirnya kita kembali ke tempat peraduan… Good night…Zzzzz…

Jum’at, 24 Juli 2009
Alarm Nokia 5300 saya menyanyikan ‘Sang Pemenang’nya Ippho Santosa. Menandakan waktu menunjukkan pukul 03.30. BANGUN tuk melepaskan tiga tali setan yang terikat!!! Mengambil air wudhu dan Qiyamul Lail.. Beberapa akhwat juga terbangun… Alhamdulillah, meski hanya tiga jam, tapi itulah tidur yang efektif menurut saya. Setelah QL, tilawah sampai Subuh. Alhamdulillah, bisa mengkhatamkan Al Qur’an pagi itu. Ba’da Subuh.. baca Al Ma’tsurat bareng then … siap-siap ke walimahan Mbak Alfi. Pukul 07.00 menuju rumah Mbak Alfi karena akad nikah akan dimulai. Sekitar pukul 08.00 akhirnya Akh. Muhammad Taufik Affandi dan Ukh Alfiyatun Sholihah resmi menjadi suami-istri. Barakalllahulaka wa Baraka ‘alaika… Meski tadi ijab qabul sempat diulang 3x karena sang ikhwan dan ayah Mbak Alfi sedikit salah teks, akhirnya ikutan lega juga setelah saksi bilang“SAH!!!!”. Terharu dan bahagia menyelimuti kedua mempelai. Diiringi hadrah yang menyenandungkan puji-pujian pada Allah dan rasul-Nya (shalawatan), kedua mempelai berjalan menyalami tamu yang datang. Ingin menangis juga karena terharu… Mbak Alfi juga menangis saat memeluk diri ini… Barakallah ya Mbak!!! Setelah akad selesai, dilanjutkan walimatul ‘ursy (makan2, nasihat pernikahan dan foto-foto deh…). Walimatul’ursy yang sederhana tapi sangat bermakna buat saya (hehe.. tentunya buat pengantin barunya juga). Yang jelas bisa buat STUDY BANDING nih!!! Pukul 10.45 rombongan dari Solo kembali ke rumah peraduan, istirahat siang karena pukul 13.00 kita akan touring… Saya ketiduran di tempat saya sholat Dhuha, terbangun karena diajak sholat Dhuhur. Setelah semua sholat, kita menuju ke rumah Mbak Alfi lagi. Ternyata pengantin baru itu masih disibukkan dengan tamu-tamu yang masih banyak berdatangan. Adat di Cilacap memang begitu, seharian!!! Setelah makan siang, ternyata Mbak Alfi sudah menyiapkan angkot untuk kita, Rombongan Solo akhirnya berangkat touring… Tujuan pertama ke pantai Teluk Penyu!!! I love beach!!!! Pantai adalah salah satu area wisata favorit saya!!! Foto-foto dan menuliskan “sesuatu” di pasir pantai. Di sebelah barat pantai Teluk Penyu, berdirilah dengan menyeramkan Pulau Nusakambangan. Gudangnya napi nih!!! Subhanallah.. a beautiful scenery.. sempat berjalan di atas dermaga. SO SWITY!!! Setelah dari pantai, kita diajak berkeliling Cilacap. Ke masjid Agung Baitussalam, pusat oleh-oleh, Pertamina, dll. Muter-muter Cilacap gitu deh. VERY INTERESTING!!!! I’M HAPPY… SO HAPPY!!!!! UNFORGETABLE MOMENT DEH!!!! 
Pukul 17.00 akhirnya, sampai juga ke rumah peraduan lagi. Bersih-bersih diri, Maghrib-Isya, then ke rumah Mbak Alfi lagi. Wow, ternyata masih banyak tamu yang datang. Kedua pengantin masih menyambut kami dengan senyum bahagia, sempat ngobrol dengan Mbak Alfi, menceritakan petualangan hari ini. Malam itu, diisi hadrah (qasidahan) ibu-ibu.. Subhanallah, bagus juga!!! Pukul 22.00, tamu sudah sepi, kedua pengantin masuk rumah untuk ganti busana. Setelah itu, rombongan dari Solo bercakap-cakap singkat dengan mereka. Setelah cukup puas, kitapun pamit untuk istiharat malam… Sebelum tidur, sempat baca buku dulu… sampai akhirnya… Zzz…

Sabtu, 25 Juli 2009

Alhamdulillah, terbangun jam 03.00. Ibuk juga menelepon untuk membangunkan. Setelah QL, tilawah, then siap2. Karena pagi ini kita akan kembali ke Solo dengan naik kereta dari stasiun Karangkandri jam 06.00. Ba’da Subuh, kita ke rumah Mbak ALfi untuk pamitan… Kemudian jalan kaki menuju stasiun. Riyadhoh nih!!! Sampai di stasiun, beli tiket [masih jadi ketua rombongan, jadi PJ beli tiket]!!! Mbak Alfi dan Bang Andi [pengantin baru nih] turut mengantarkan kami. Tut..tut..tut… jam 06.00 kereta Logawa datang juga. Say goodbye… Wow, penuh, tapi Alhamdulillah masih kebagian tempat duduk! Duduk di samping Mbak Ely dan Mbak Mary. Sampai di Kebumen, berpisah dengan Mbak Ely, karena dia mau pulang. Setelah itu, mbaca buku deh!!! Kali ini baca buku satunya… “Kujemput Jodohku”. Buku yang sangat inspiratif. Sebenarnya saya menargetkan membaca buku ini masih bulan Oktober nanti (planningnya), tapi berhubung disuruh mbawa nih buku sama Mbak Eli..ya sudahlah! Buku ini bukan sekedar memprovokasi untuk segera menikah, tapi buku ini mampu menghadirkan solusi bagi seseorang yang tidak menikahi orang yang dicintai. Menurut saya, menikahi orang yang kita cintai itu memang suatu PILIHAN.. tapi mencintai orang yang kita nikahi adalah suatu KEWAJIBAN… Betul gak nih??? Betul aja deh! Harus SEPAKAT dengan saya… ^_^
Pukul 11.00… ALHAMDULILLAH!!!! Tiba juga di stasiun Jebres Solo… jalan kaki menuju tempat pemberhentian angkot, melewati pasar…akhirnya naik angkot menuju belakang kampus. Tiba di kost dengan selamat!!!! A NICE ADVENTURE FOR ME!!!!
EHM, Ke mana lagi kaki ini kan melangkah???? Dasar WALANG!!! [WALANG = akhWAt petuaLANG]. Hehe… asal bukan si BOLANG aja (Bocah ilang…)
Ehm, tiga hari di Cilacap membuat saya BELAJAR banyak!!! 



Yup, seperti judul kisah ini… KETIKA CINTA HARUS BELAJAR….
Belajar bertanggung jawab, menjadi pemimpin rombongan akhwat dalam perjalanan ini…
Belajar bersabar ketika harus menunggu kedatangan kereta…
Belajar berdiskusi tentang “akhwat sejati”
Belajar memberi atas segala “kreatifitas” aktor yang menjajakan suaranya di kereta…
Belajar menikmati dan mensyukuri indahnya sajian alam dari-Nya…
Belajar untuk tetap menunjukkan jati diri sebagai akhwat tangguh.. karena setelah turun dari kereta, kita diajak jalan malam menuju rumah Mbak Alfi yang letaknya cukup jauh dari stasiun…Belajar mencintai lebih dalam keluarga di rumah, ketika melihat keluarganya Mbak Alfi yang benar-benar bersusah payah tapi bahagia sekali dalam menyiapkan pernikahan putrinya..Belajar Ijab Kabul... lho?? hehe…ketika menyaksikan langsung proses ijab kabulnya Mbak Alfi... Kerenz..
Belajar tradisi walimatul ‘ursy nya Cilacap… Jadi referensi nih!!!
Belajar bertekad untuk selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga.., ketika ijab telah terucap dan Mbak Alfi resmi menyandang status barunya sebagai seorang istri yang berarti harus menyertai suaminya, dimanapun suaminya berada…
Belajar ikut merasakan kebahagian orang lain, ketika diri ini hampir meneteskan air mata bahagia ketika Mbak Alfi memeluk dan saya bisikkan di telinganya..."Barakallah mbak.."Belajar bangga menjadi warga Indonesia...ketika selesai resepsi kami semua diajak jalan-jalan keliling kota Cilacap dengan mobil dan guide.. Subhanallah..Pantai Teluk Penyu yang indah...Masjid Agung Cilacap yang Megah, Pertamina yang pelit.. gara-gara di sekeliling bangunannya bertuliskan "No Take a Picture", Pabrik Selmen Holcim yang baru ditinggal oleh Dirutnya..dan yang terakhir mengunjungi toko pusat jajanan dan oleh-oleh khas Cilacap...Belajar menghormati tamu dengan baik, belajar dari keluarganya Mbak Alfi yang sangat baik sekali, sampai-sampai kami semua merasa tidak enak, tamu yang sangat diistimewakan...Alhamdulillah.. semoga Allah Membalasnya.. Amiin..
Dan Setelah menginjakkan kaki kembali di kota Solo..Saya kembali belajar..
Bahwa ternyata Allah Maha Pemurah... atas segala kenikmatan yang diberikan-Nya secara cuma-cuma selama ini, saat ini dan yang akan Dia berikan kepada saya nanti...Alhamdulillah..
"Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kau Dustakan?" (QS. Ar-Rahman : 13)

Berjalan di sekeliling alam
Sepanjang perjalanan..
Terpukau membaca pesan..
Pesan Illahi!!!
Berarak pohon di tepi jalan
Sepanjang perjalanan..
Sejuknya sampai hinggap di hati
Membuat bahagia..
Segalanya telah nampak sempurna
Gunung, ladang, air, angkasa raya
Hanya satu kata yang bisa kuucap
MAHA SUCI ALLAH
Pencipta Alam Semesta ini…

(Tulisan ini diposting pada bulan Agustus 2009 di blog sebelumnya)
Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna