Jangan Pernah Berubah!

Sebuah kisah nyata dalam petualangan saya di Jakarta session 1….
30 September 2009, bersama dengan sahabat baik saya, Izzah, saya berangkat menuju Tennis Indoor Senayan untuk mengikuti tes CPNS Departemen Perdagangan RI. Dari Kampung Melayu naik bus 921 menuju Senayan. Bus ini terbilang langka… Ya, karena memang jumlah armadanya yang beroperasi sedikit dan “penampilan”nya pun sudah tak karuan… Sekitar pukul 06.30 bus 921 sudah dipenuhi dengan penumpang. Syukur Alhamdulillah saya dan Izzah mendapat tempat duduk. Penumpang sudah cukup banyak yang bergelantungan (berdiri maksudnya), akan tetapi bus tak kunjung beranjak dari titik hentinya. Tak berapa lama, masuklah seorang seniman jalanan yang akan menggelar konser tunggalnya di bus 921 yang saya tumpangi. Seniman jalanan itu mengawali konsernya dengan mengucap salam dan beberapa kata, menyapa para penumpang yang sebagian besar acuh padanya (kecuali saya tentunya…). Akhirnya dia mulai beraksi.
“Biarkan waktu teruslah berputar...
dst…
Biarkan ku terus bertahan!!!
Reff : Jangan pernah kau coba untuk berubah…
Tak relakan yang indah hilanglah sudah…
Jangan pernah kau coba untuk berubah…
Tak relakan yang indah hilanglah sudah…”
Lagu ST 12 “Jangan Pernah Berubah” berhasil dia nyanyikan dengan meniru persis gaya sang vokalis (Charlie…^^).
Keesokan harinya, di suatu sore yang indah, saat saya akan mengakhiri petualangan saya di Jakarta session 1 (kembali pulang ke Solo)…. Saya menyaksikan sapaan senja di Kampung Melayu. Kemudian memilih mikrolet nomer 2 dan menuju terminal Rawamangun. Beberapa saat kemudian, naiklah seorang gadis kecil berkaos oblong warna oranye dan bercelana pendek yang sudah dekil. Dengan memegang sebuah gitar kecil, sambil duduk di pintu mikrolet membelakangi saya, gadis itu mencoba menyenandungkan sebuah lagu.
Saya dibuatnya terpana dan menitikkan air mata. Karena lagu yang dia nyanyikan semakin menyadarkan saya akan pentingnya ISTIQOMAH. Lagi-lagi lagu itu…
“Biarkan waktu teruslah berputar...
dst…
Biarkan ku terus bertahan!!!
Reff : Jangan pernah kau coba untuk berubah…
Tak relakan yang indah hilanglah sudah…
Jangan pernah kau coba untuk berubah…
Tak relakan yang indah hilanglah sudah…”
Bukan berarti saya senang mendengarkan lagu “jahil”, tapi saya mencoba mengambil inspirasi dari setiap apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan termasuk lagu yang dinyanyikan sang seniman jalanan dan gadis kecil tadi.
JANGAN PERNAH BERUBAH = ISTIQOMAH! Ini kesimpulan dalam frame berpikir saya. Ya, seniman jalanan tadi mengingatkan saya agar tetap istiqomah.. istiqomah di jalan dakwah… istiqomah untuk tetap mengerjakan amalan-amalan dengan hanya mengharap ridhoNya.. istiqomah untuk menjadi diri saya sendiri…istiqomah untuk tetap mempertahankan sisi positif yang ada pada diri saya dan berusaha untuk terus meminimalisir dan menghilangkan sisi negatif yang ada.. ISTIQOMAH!!!
Saya langsung teringat kajian I’tikaf saat GRAND CLOSING I’TIKAF di masjid Nurul Huda Islamic Centre (NHIC) UNS pada tanggal 17 September 2009 (27 Ramadhan 1430 H) yang lalu. Kajian sore itu mengambil tema tentang ISTIQOMAH dengan pembicara Ust. Wiranto. Dalam kajian I’tikaf tersebut Ust. Wiranto mengatakan bahwa istiqomah itu tidak hanya ilmu pengetahuan (knowledge), tapi juga sikap (attitude). Beberapa tausyah beliau yang masih terekam dalam memory saya dan tercetak dalam sebuah buku kecil yang selalu menemani saya di Ramadhan tahun ini, buku DIARY RAMADHANQ akan coba saya ulas di sini. Semoga bermanfaat.
“BE MODERATE AND STAND IN THE MIDDLE”. Sebuah kalimat sarat makna yang beliau sampaikan di awal kajian sore itu. Mengajak kita untuk terus menjadi pribadi prestatif dengan senantiasa meneladani Rasulullah SAW.
Istiqomah dalam memegang tali Islam merupakan KEWAJIBAN ASASI dan sebuah keniscayaan bagi hamba Allah SWT.
Istiqomah = BERDIRI TEGAK!!!
Beberapa pengertian istiqomah :
- Kemurnian tauhid (Abu Bakar)
- Komitmen terhadap perintah dan larangan,tidak boleh menipu (Umar bin Khattab)
- Mengikhlaskan amal kepada Allah SWT (Utsman bin Affan)
- Melaksanakan kewajiban (Ali bin Abi Thalib)
- Melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan (Al Hasan)
- Komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu Allah SWT (Mujahid)
- Beristiqomah dalam mencintai dan beribadah kepadaNya tanpa menengok kiri-kanan (Ibnu Taimiah)
ISTIQOMAH ialah mempertahankan keimanan dan aqidahnya dalam situasi dan kondisi apapun. Bak batu karang yang tegar menghadapi gempuran ombak yang datang silih berganti, tidak mudah futur dan degradasi dalam perjalanan dakwah. Sabar dalam menghadapi godaan medan dakwah, meskipun tahapan dakwah dan tokoh sentralnya mengalami perubahan!
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas, Sesungguhnya Dia Maha Melihat”(Q.S. Hud : 112)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,”Tuhan kami ialah Allah”,kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita”(Q.S. Al-Ahqaf : 6)
Dari Abu Amr –ada yang mengatakan Abu Amrah- Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi ra berkata
: “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak mungkin aku tanyakan kepada siapapun selain kepadamu.” Rasulullah SAW bersabda, “Katakan, ‘Aku beriman kepada Allah’, lalu istiqamahlah.”
 (HR. Muslim)
Ada beberapa faktor yang dapat melahirkan istiqomah :
1. Beramal dan melakukan optimalisasi (Q.S. 22:78)
2. Berlaku moderat antara tindakan melampaui batas dan menyia-nyiakan (Q.S. 25:67)
3. Tidak melampaui batas yang telah digariskan ilmu pengetahuannya (Q.S. 17:36)
4. Tidak menyandarkan pada pada faktor kontemporal
5. Ikhlas, kuncinya : memulai, melaksanakan, mengakhirkan (Q.S. 98:5)
6. Mengikuti sunnah
Buah ISTIQOMAH antara lain :
1. KEBERANIAN (SYAJA’AH)
Tidak takut menghadapi rintangan dan jauh dari kegamangan
2. KETENANGAN (ITHMI’NAN)Melewati jalan terjal perjuangan dengan tenang dan menapak tilas hutan belantara perjuangandengan damai dan bahagia
3. TAFA’UL (OPTIMIS)

Tidak pernah merasa lelah dan gelisah, keyakinannya kepada kehendak keputusan Ilahiah
Beberapa TIPS untuk membangkitkan ENERGI ISTIQOMAH :
1. Sering membaca shiroh pahlawan, khulafaur rasyidin, shohabiyah, mujahidah, Nabi dan Rasul
2. Silaturahim ke orang-orang yang LUAR BIASA!!!
3. Berkumpul dengan orang-orang sholeh


ISTIQOMAH memang tak murah …
ISTIQOMAH memang tak mudah…


Betapa sedih hati saya saat melihat sahabat saya lepas jilbab hanya untuk foto ijazah, padahal dialah yang “menjebloskan” saya pada indahnya tarbiyah!
Betapa teriris hati saya saat menyaksikan sahabat saya SMA yang dulunya aktivis dakwah tapi saat masuk dunia kampus, jilbab lebarnya meranggas… menjadi pengikat leher! Dia tetap aktivis, tapi aktivis pacaran! Astaghfirullah…
Betapa pilu hati saya saat mendengar beberapa sahabat saya SMA yang dulunya pengunjung setia rumah Allah, tapi sekarang lebih suka berduaan dan berboncengan dengan bukan mahramnya. Naudzubillah…
Betapa dahsyatnya godaan syetan yang mencoba menjerumuskan manusia untuk berpaling dari Nya…
Istiqomahkan hamba Ya Rabb…


Beberapa sahabat dan dosen yang mengetahui bahwa saya diterima di Departemen Perdagangan RI, kemarin banyak yang SMS dan memberikan WARNING pada saya, agar saya TETAP ISTIQOMAH saat sudah benar-benar “MUTASI” ke Jakarta … Jazakumullah khoiron katsir atas motivasi dan tausyahnya.. Insya Allah, saya akan berusaha untuk terus istiqomah… Mohon doa dan dukungannya…

Renungan di penghujung malam,
Mencoba membuka hari dengan azzam yang semakin meninggi,
Jalan ini masih panjang…
Backsong : “JALAN JUANG”

Zona Supertwin, 281009_00:37

(Tulisan ini diposting pada bulan Oktober 2009 di blog sebelumnya)
Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna