Harga Sebuah Huruf


Mencoba mengungkapkan isi hati... Sebelum berpisah dengan Jakarta..


Kelembutan hati senantiasa akan berakhir dengan ketenangan jiwa pemiliknya. Ketika bahasa kalbu telah terpatri merasuk ke dalam lubuk hati, tiada kata selain ketentraman yang akan menggetarkan hati dan membawa pada indahnya kata persaudaraan. Merajut makna sebuah paragraf kedamaian dalam setiap catatan episode kehidupan.
Maka bacalah setiap kata, serta huruf demi hurufnya, dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Jadi teringat sebuah hadist yang mengatakan bahwa “setiap kali membaca satu huruf di dalam Al Qur’an, maka akan mendapatkan kebaikan. Dan bukanlah Alif laam miim satu huruf, melainkan alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf”. Hadist ini membahas tentang keutamaan membaca Al Qur’an. Bukankah dengan menghilangkan huruf Alif berarti bisa mengubah atau bahkan menghilangkan maksud kata dari Sang Pencipta? Berarti, hadist ini juga mengisyaratkan tentang “harga sebuah huruf”. Ya...harga sebuah huruf dalam setiap kata. Kalau dianalogikan seperti harga individu terhadap individu lainnya. Harga kita dalam menyusun kata persaudaraan untuk menuliskan catatan damai kehidupan. Karena kita adalah huruf penyusun kata persaudaraan...
Ehm... saat semakin merasakan betapa indahnya sebuah persaudaraan..sebuah persahabatan..sebuah jalinan ukhuwah... (terharu : MODE ON)
Kosnya Izzah, Jakarta, 300909_10:51
Special buat Izzah, makasih ya dah menemaniQ berpetualang di Jakarta. Kapan-kapan lagi!!! AKU PASTI KEMBALI!!!!!!!!!
Special juga buat semua sahabat dan saudara-saudaraku... Jazakumullah khoir telah menjadi bagian dari kisah hidup ini...

(Tulisan ini diposting pada bulan September 2009 di blog sebelumnya)
Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna