Dua Jam Bersama Bob Sadino

Bob Sadino, siapa tak kenal nama ini. Di kalangan pengusaha, ia sudah tenar. Di layar kaca pun, wajahnya tak asing. Beberapa film pernah dibintanginya.
Tapi siapa sangka, hidupnya benar-benar rock and roll, nyaris tanpa rencana Bob Sadino pernah jadi supir taksi, lalu kuli bangunan, sebelum akhirnya jualan telur ayam, ayam broiler, dan sayuran, lalu punya Kemchick sebagai supermarket, dan Kemfood untuk industri daging olah. Total anak-anaknya (begitu Bob Sadino memberi istilah kepada karyawannya) ada 1600 orang. Ia, bahkan mengaku tidak punya tips atas apa yang orang kira sukses atas dirinya. Beliau berujar bahwa dirinya tidak bisa mendefinisikan apakah dirinya sukses apa belum…hihi.. Orang goblok, aku dirinya… 



Om Bob, sapaan yang diberikan untuk beliau ketika mengisi seminar kewirausahaan yang diadakan BEM Fakultas Ekonomi UNS pada hari Rabu, 25 Maret 2009 kemarin. Dua jam bersama beliau. Meski kadang statement yang terlontar darinya penuh kontroversial, tapi beliau sangat inspiratif… Ayo..be an entrepreneur!!!


Beliau berujar, menjadi entrepreneur itu memang tidak mudah..tapi juga tidak begitu sulit. Lho?? Tidak mengenal kata gagal. Itulah kunci seorang wirausahawan. 1000 kali gagal, maka 1001 kali harus bangkit…Keyakinan, niat, dan motivasi diri adalah jalan menujuentrepreneur sukses. Menurutnya, sukses adalah setitik kecil di atas gunung kendala. Sukses dan kendala ibarat satu keping mata uang yang berlainan sisi.
Pra kondisi menjadi wirausahawan :
1. Hilangkan rasa takut
2. Tidak boleh banyak berharap, jangan berharap lebih. Berharap banyak, akan kecewa banyak jika gagal.
3. Buka belenggu jalan pikiran Anda. Pikirkan seolah-olah Anda tidak pernah sekolah.Dischool your self!!! You have to learn to unlearn…
Sandaran hidup wirausahawan :1. Punya kemauan
2. Tekad yang kuat (komitmen)/determinator
3. Berani mengambil peluang
4. Tahan banting dan tidak cengeng
5. Bersyukur/ikhlas 


Urip iku nguripi.. itulah prinsip beliau sebagai seorang entrepreneur, hidup itu adalah untuk menghidupi orang lain.


Seminar ini (saya rasa) memang mampu mengubah paradigma mahasiswa (terkhusus peserta seminar itu), bahwa jangan sampai kita (saat lulus kuliah nanti), hanya akan menambah angka pengangguran di negeri ini. Jangan bermental menjadi karyawan, bermentallah jadi wirausahawan.. (SIP!!!)

Untuk diriku.. HARAPAN ITU MASIH ADA…
Be an entrepreneur akhwat!!!
NB : Sebenarnya masih banyak “ilmu” beliau yang belum aku tuliskan di sini, lebih lanjut hubungi aku saja ya..hehehe..tar ku pinjemi catetanQ ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna