Dialah "Khoirul Azzam"-ku


Senin, 12 Oktober 2009... Tatkala adzan subuh berkumandang, tibalah aku di kota ini. Layaknya lagu Koes Plus.. “ke Jakarta aku kan kembali iii..apapun yang akan terjadi”... tapi alhamdulillah, aku tlah kembali ke Jakarta lagi dalam “PETUALANGAN THICKO @ JAKARTA SESSION 2”. Session 1 nya udah terlaksana tanggal 26 September – 1 Oktober kemarin.. 
Saat menginjakkan kakiku di terminal Rawamangun, rasa syukur tak terhingga pun buncah ruah dalam hatiku. Alhamdulillah Ya Rabb, engkau melindungi hamba dalam perjalanan ini. Langsung ku hubungi ayah ibu. PerjalananQ masih panjang, aku masih harus ke tempat sahabatku, Izzah. Ehm..dalam perjalanan, aku pun jadi terngiang wajah keluargaku di rumah. Betapa besar dukungan mereka. Mereka adalah semangatku. Mereka adalah keberanianku, sehingga aku-pun sampai di kota ini. Tulisan ini special aku persembahkan untuk kakak laki-lakiku, Dhody Ariyanto. 
Ahh..betapa besar rasa cintanya untukku. Betapa besar pengorbanan yang telah ia lakukan untuk membahagiakan adik-adiknya... Kalau dikisahkan mirip novel Ketika Cinta Bertasbih.. (hihi). Beda-beda tipislah... Dalam KCB mengisahkan cerita perjuangan seorang anak laki-laki pertama sekaligus seorang kakak, namanya KHOIRUL AZZAM, yang lewat kerja kerasnya dari menjual tempe dan bakso di Mesir yang bisa menyekolahkan Adik pertamanya hingga menjadi seorang Psikolog dan Penulis terkenal, Adik keduanya menjadi seorang guru sekaligus melanjutkan studinya, menyekolahkan adik ketiganya di sebuah pesantren. Seorang Kakak yang membuat Ibu dan Adik-adiknya berlinang air mata penuh kebanggaan dan rasa syukur yang mendalam. 

Ehm, makasih ya brother!!! Hanya Allah-lah yang mampu membalas kebaikanmu. Kamulah “KHOIRUL AZZAM”Q... Adikmu ini akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengecewakanmu.. Aku akan melakukan yang terbaik...Doakan ya!!!! Suatu saat nanti, kita pasti dapat mewujudkan impian kita bersama...bikin PERUSAHAAN KELUARGA ya bro!!! SUKSES buat kita!!!!!!!!!

Sebuah pesan singkat dari Rasullah SAW yang telah mengajarka
n kita tentang bagaimana seharusnya kita berbuat sesuatu untuk orang lain : “Khoirunnas anfauhum linnas”.. Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Semoga kita termasuk dalam golongan ini. Aamiin...
Beberapa bait puisi yang ku ambil dari novel KCB, special untukmu kakakQ... [sebenarnya ini puisi Ayatul Husna pada kakak tercintanya, Khoirul Azzam]

Kau men
cintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka
Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai
 titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi c
erah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa
Kau mencintaiku

Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga
Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala

Adikmu yang sangat mencintaimu...
Jakarta, 12 Oktober 2009, 19:48 

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna