Aprilku

Bulan April bisa dikatakan identik dengan bulannya para wanita, karena akan ada peringatan hari Kartini. Akan tetapi, banyak yang kemudian salah kaprah dalam memperingati hari ini. Kartini adalah icon pembebasan perempuan di negeri ini. Hari lahirnya, 21 April, diperingati sebagai hari Nasional, hari Kartini. Seiring berjalannya waktu, hari yang notabene sarat akan makna perjuangan seorang wanita tersebut berubah menjadi sebuah rutinitas peringatan tanpa esensi. Tak jarang kita temui di berbagai tempat, saat moment hari Kartini ini diselenggarakan lomba-lomba pamer kecantikan ala Kartini (fashion show) yang malah mengarah pada nuansa glamour. Seperti itukah peringatan hari Kartini sebenarnya? Makna emansipasi yang diperjuangkan Kartini pada eranya dahulu beranjak berubah makna dan aplikasinya di masa sekarang.. Hmm...

Lantas, bagaimana dengan ummahatul mukminin??? Para shahabiyah shalihah di zaman Rasulullah SAW??? Bukankah mereka lebih inspiratif? Bukankah mereka adalah sebaik-baik teladan bagi para muslimah??? Hmm.... pantas untuk kita renungkan, daripada kita hanya berdebat tentang emansipasi... Mending kita baca siroh Nabawiyah dan Shahabiyah dan mengambil hikmah darinya.. trus jangan lupa diaplikasikan dalam keseharian kita... SEPAKAT YA!!!

Oh ya, untuk bulan April ini Aisya Avicenna mengangkat tema yang juga berkaitan dengan “kemuslimahan”. Tema Aisya Avicenna di bulan April : “terus berusaha menjadi MUSLIMAH INSPIRATIF agar bisa seteguh Khadijah, secerdas ‘Aisyah, setegar Hafsah, setabah Maryam, seanggun Fatimah, dan setangguh ‘Asma!!!” 
AAMIIN...

Renunganku pagi ini…dan semoga menjadi bahan renungan untuk saudari-saudariku...

Mampukah aku menjadi seperti SITI KHADIJAH???Agung cinta-Nya kepada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan di jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama

Dapatkah kudidik jiwa ini seperti SITI AISYAH???Istri Rasul yang bijak
Pendorong saat kesusahan dan penderitaan

Mengalir air mataku melihat pengorbanan
Seorang putri sholihah, SITI FATIMAH
Selalu menuruti perintah taat kepada ayahnya
Yang senantiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghuni syurga

Ketika aku marah
Inginku titip serpihan sabar dari catatan hidup SITI SARAH!!!
Tabah jiwaku mampukah setabah Ummi Nabi Ismail???
Menggendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga di terik padang pasir
Pengharapannya hanya pada Allah SWT
Itulah SITI HAJAR!!!

Mampukah aku menjadi WANITA SHOLIHAH???
Hati dalam keunggulan iman
Bersinar indah.. harum tersebar
Bagai wanginya pusara MASYITOH

Aku hanya ingin menjadi seorang MUSLIMAH SEJATI
Yang selalu membawa maslahat

Jakarta, 120410_05:48
Aisya Avicenna

(Tulisan ini diposting pada bulan April 2010 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna