Antara KAMMI, Pemilu, dan Bangsa Indonesia

Dalam perkembangan sejarah perpolitikan di Indonesia mulai dari tahun 1955 hingga tahun 2004, Pemilihan Umum (Pemilu) telah berlangsung sebanyak sembilan kali. Selama itulah terjadi dinamika politik yang mampu melahirkan tokoh-tokoh politik dengan berbagai karakternya. Demikian halnya dengan kemunculan partai politik yang kian waktu semakin menjamur. Partai-partai politik mulai bermunculan dengan menawarkan berbagai ideologinya, mulai dari yang religius, sosialis, nasionalis, dan lain sebagainya. Respon masyarakat juga semakin beragam. Meski masih banyak yang apatis, tapi tidak sedikit pula yang mulai menggemari dinamika politik di Indonesia, terlebih setelah reformasi tahun 1998, saat runtuhnya kekuasaan presiden kedua Republik Indonesia.

Pada pesta demokrasi 2009 yang tidak lama lagi akan digelar di negara kita, momentum tersebut merupakan agenda besar yang tentunya akan berdampak signifikan bagi perubahan negeri ini. Salah satu elemen yang turut andil dan terbukti berperan serta dalam mewujudkan perubahan bangsa adalah mahasiswa. KAMMI sebagai salah satu organisasi mahasiswa mempunyai bargaining position untuk turut menyukseskan Pemilu ini sehingga diharapkan terjadi perubahan signifikan di Indonesia.


1. Sekilas Sejarah KAMMI
KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif mahasiswa yang berbasis Islam dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. KAMMI lahir pada hari Ahad, 29 April 1998 pukul 13.00 WIB atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang. Pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kemudian disingkat KAMMI memiliki konsekuensi terorganisir yang menghimpun berbagai elemen mahasiswa muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja bersama KAMMI. KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi pada aksi real dan sistematis yang dilandasi gagasan konsepsional yang matang mengenai reformasi dan pembentukan masyarakat Islami (berperadaban). Kekuatan inti KAMMI adalah mahasiswa yang mempunyai komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas dan benar. Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan rakyat, bangsa, dan tanah air Indonesia.

2. Pesta Demokrasi 2009Pemilu 2009 sudah di ambang pintu. Pesta demokrasi yang sudah dinantikan khususnya oleh oknum politik yang sudah haus akan kekuasaan segera tiba. Demikian juga oleh oknum-oknum yang benar-benar merindukan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia yang tak kunjung terwujud.
Munculnya partai baru turut mewarnai panggung perpolitikan di Pemilu 2009. Sebanyak 38 partai politik ditambah 6 partai poltik lokal di Nagroe Aceh Darussalam akan bertanding berebut kursi legislatif pada 9 April 2009 nanti. Akan tetapi, sejauh ini masih banyak persiapan yang cacat sebelum momentum besar itu datang. Seperti halnya kesiapan KPU dalam hal penyediaan surat suara, distribusi surat suara, belum tersosialisasikannya mekanisme Pemilu 2009 (menyontreng bukan mencoblos), dan lain sebagainya. Lebih menyedihkan lagi, semakin dekat dengan hari H (tanggal 9 April 2009), makin banyak pula deretan pelanggaran yang dilakukan, naik oleh partai politik maupun para calon legislatifnya. Maraknya pemberitaan di media baik cetak maupun elektronik tentang berita pelanggaran kampanye yang dilakukan, menjadi catatan hitam dalam menuju Pemilu 2009. Sebelum terpilih saja sudah melanggar, apalagi setelah terpilih dan menduduki kursi legislatif nanti. Menjadi pertanyaan besar bagi kita, sudahkah kita, bangsa Indonesia, siap menghadapi Pemilu 2009 nanti???

3. Peran Strategis KAMMI dalam Pemilu 2009Dalam visi KAMMI disebutkan bahwa ”KAMMI adalah wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia”. KAMMI sebagai salah satu saluran aspirasi mahasiswa muslim yang tergabung di dalamnya juga berkewajiban memperjuangkan visinya dengan berperan dalam menyukseskan Pemilu 2009. Ada 5 peran KAMMI dalam Pemilu 2009 yang saya rumuskan dengan singkatan KAMMI, yaitu Kontrol, Aktif, Muslim negarawan, Mengokohkan peran kader, dan Inisiasi identitas. Penjabaran peran KAMMI tersebut adalah sebagai berikut.


a. Kontrol
KAMMI sebagai gerakan mahasiswa mempunyai peran vital dalam kaitannya dengan fungsi kontrol pemerintah. KAMMI harus mampu mempertahankan wilayah geraknya sebagai oposisi pemerintah. KAMMI harus bisa menjadi kelompok penekan (pressure group) terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Dengan menjalankan posisi KAMMI sebagai fungsi kontrol maka diharapkan dalam setiap aktifitas yang dilakukan pemerintah akan menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan keinginan rakyat. Begitu juga dengan Pemilu 2009, manuver yang dilakukan oleh para pemain partai politik semakin kencang. Berbagai cara dilakukan untuk mendekati para aktivis yang sekiranya bisa membantu memobilisasi kendaraan politiknya, sehingga dalam hal ini KAMMI sebagai salah satu elemen yang memposisikan dirinya sebagai basis gerakan tentunya harus sudah mempunyai strategi tersendiri, bukan malah terjebak dalam politik mereka. KAMMI harus mempunyai gerakan yang bisa menyadarkan masyarakat dan memperkuat eksistensi dirinya dalam memegang peran sebagai fungsi kontrol pemerintah.

b. Aktif
Sebagai sebuah gerakan mahasiswa, KAMMI harus aktif dalam menyukseskan Pemilu 2009 ini. Mengingat realitas kondisi persiapan Pemilu 2009 yang masih carut marut hendaknya KAMMI tidak tinggal diam. Melakukan aksi, advokasi, sosialisasi pada masyarakt, mengadakan pendidikan politik menjadi wujud kontribusi aktif KAMMI dalam menciptakan brand image di masyarakat, terlebih menjelang pesta demokrasi 2009. Peran aktif KAMMI sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. KAMMI seharusnya menyadarkan masyarakat tentang kesadaran politik.

c. Muslim Negarawan
Muslim negarawan merupakan jati diri KAMMI. KAMMI menyodorkan konsep muslim negarawan sebagai model kepemimpinan Indonesia. Dengan realitas mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, konsep ini dinilai pas untuk model kepemimpinan nasional. Muslim negarawan adalah negarawan adalah negarawan yang bisa mengambil tanggung jawab besar atas masalah bangsa. Bukan sekedar politikus atau pemimpin partai politik. Dia adalah figur berkarakter yang berani mengatakan tidak pada intervensi asing. Dia mampu memberi teladan melakoni kemandirian dan kehidupan beretika. Sosok ini harus mampu menjaga nilai-nilai Islam. Dengan demikian, besar harapan seorang muslim negarawan bisa membawa pembangunan Indonesia menuju arah yang lebih sejahtera. Pemilu 2009 nantu harus dijadikan KAMMI sebagai wujud kerja yang profesional. Kader KAMMI harus mempunyai kapabilitas politik yang kuat dan posisi KAMMI juga harus semakin signifikan sehingga konsep muslim negarawan ini akan terwujud.

d. Mengokohkan Fungsi Kader
Kader KAMMI yang notabene mahasiswa dengan segala idealismenya tentu mempunyai peran besar dalam agenda perubahan bangsa ini. Oleh karena itu, KAMMI berperan dalam mengokohkan pembinaan dan pengembangan kader teruatama di tataran kepemimpinan negara, baik nasional maupun lokal. KAMMI berfungsi sebagai sumber dan pusat kepemimpinan pada multisektor kehidupan yang berperan mewujudkan kepemimpinan politik yang amanah. Oleh karena itu, KAMMI harus mampu membangun dan menghimpun kekuatan dengan semua elemen perubahan yang dimiliki bangsa ini lewat kadernya. Demikian halnya pada Pemilu 2009 maupun perhelatan reformasi birokrasi lainnya, harapannya kader KAMMI-lah yang akan tampil dan memegang tonggak kepemimpinan di negeri ini.

e. Inisiasi Identitas
Sebagai gerakan mahasiswa yang memiliki identitas, maka KAMMI harus memposisikan dirinya. KAMMI sebagai organisasi mahasiswa harus mampu menjaga nilai moral dan independensi gerakan. KAMMI harus mampu menunjukkan identitasnya pada masyarakat. Pun demikian dalam momentum Pemilu 2009 ini. KAMMI hendaknya mampu melebur bersama masyarakat, menyukseskan pesta demokrasi ini.

Pemilu 2009 nanti akan menjadi momentum bersejarah reformasi birokrasi bangsa ini. KAMMI sebagai organisasi dan gerakan mahasiswa mempunyai peran vital dalam menyukseskannya. Semoga Pemilu 2009 ini benar-benar akan membawa perubahan signifikan bagi bangsa ini, menuju Indonesia yang lebih baik. Semoga.

Masa depan bangsa ada di tangan kita‼!
Ditulis oleh Etika Suryandari.. (AB 1 KAMMI)
Dikirim dalam rangka lomba penulisan "KAMMI dan PEMILU"

(Tulisan ini diposting pada bulan Maret 2009 di blog sebelumnya)
Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna