Mengingat Mati

“Aku menyaksikan jika orang kaya raya meninggal dunia, maka dibangun di atas kuburnya bangunan megah. Mereka tetap saja ingin menyombongi orang-orang miskin hingga di kuburan. Demi Allah, jika engkau menyingkap tanah dari mereka. Tentu tak engkau kenali lagi mana yang miskin dan mana yang kaya. Tak kau kenali mana kulit yang berbusana sutera dan mana yang berbalut kain biasa. Jika tanah telah memakan jasad ini dan itu, adakah kelebihan si kaya dari si miskin?”

ALLAH beri semua makhluk di dunia ini 24 jam sehari, tiadalah seorangpun yang mendapat kurang atau lebih barang sesaatpun…
1/3 umur kita hilang karena masa kecil… dan mencari ilmu…
1/3 lagi sibuk untuk kerja… menikah… berumah tangga…
1/3 lagi sibuk karena banyaknya harta dan hari tua…


ALLAH juga memberi kita peluang untuk menggunakan masa yang ada untuk dimanfaatkan… dengan sebaik mungkin…
ALLAH hanya mau kita beramal selama kurang lebih 40-50 tahun demi untuk mendapat balasan JANNAH untuk selamanya…


Umar bin Abdul Aziz rahimahullah suatu hari menasihati para sahabatnya, di antaranya beliau berkata : “Jika kalian melewati kuburan, panggilah mereka jika engkau bisa memanggil. Lihatlah, betapa berdempetnya rumah-rumah mereka. Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka? Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka? Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, sepasang mata yang dengannya mereka melihat indahnya pemandangan. 


Tanyakanlah pula tentang kulit-kulit lembut dan wajah-wajah yang cantik jelita, apa yang diperbuat ulat-ulat di kain kafan mereka? Lisan-lisan itu telah hancur, wajah-wajah yang cantik jelita itu telah dirobek-robek ulat, anggota badan mereka terpisah berserakan. Karena itu, wahai orang yang tak lama lagi akan tinggal di kuburan… Mengapa terpedaya dengan dunia??? Renungkanlah orang-orang yang telah pergi meninggalkan kita. Sungguh mereka amat berharap untuk bisa kembali ke dunia agar bisa menghimpun amal sebanyak-banyaknya. Tetapi itu semua tidak mungkin terjadi karena mereka telah dikuburkan”

Bilakah ajal kan menjalang, jemput rindu-rindu syahid yang penuh KENIKMATAN…
Renungan Pagi Ini
120108, 08:33



(Tulisan ini diposting pada bulan Januari 2009 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna