17 Agustus 2017

Pagi menjelang siang.. jam dinding menunjukkan pukul 10.30 WIB
Aku masih tertegun memandangi foto-foto itu ketika kemudian aku dikejutkan oleh ketukan pintu dari luar… “Assalamu’alaykum… Ummi… Keisya dan Aisya pulang!!!”. Ehm, si kembar pulang sekolah… Ku berdiri dan membukakan pintu itu. Kusambut mereka dengan senyum… “Wa’alaykumussalam… Selamat datang sayang...”. Satu persatu kedua malaikat kecilku mencium tanganku sambil berceloteh.. “Ummi, tadi Aisya dan Keisya ikut upacara bendera di sekolah lho. Meski panas-panas, tapi seneng rasanya bisa melihat bendera merah putih berkibar-kibar di langit”…
Kemudian mereka masuk rumah dan menuju kamar masing-masing. Kulanjutkan membuka lembaran-lembaran foto yang tadi kulihat. Selang berapa lama… “dhuerr!!!” Si kembar mengagetkanku. Mereka sudah berganti pakaian. Aisya berujar “ Hayo, Ummi kok senyum-senyum sendiri sih???”. Keisya menimpali “Itu apaan sih Um?”. Mereka kemudian berebutan melihat lembaran-lembaran itu. “Eits, jangan berebut dong sayang! Nanti bisa sobek…Sebentar, Ummi tata dulu…Ehm, ini foto Ummi waktu masih kuliah dulu”.
Oo….” Sahut si kembar kompak.
Foto waktu acara apa Ummi? Kok rombongan gitu?”, tanya Keisya
“Mau tau ceritanya?????”
Mau… mau …mau…” Jawab mereka.
“Dengar baik-baik ya… Aisya, kamu duduk di samping kanan Ummi, Keisya duduk di samping kiri Ummi ya!... Begini ceritanya..”



17 Agustus 2009
Pagi yang cerah… sang mentari berbaik hati membagi sinaran hangatnya di pagi ini. Pukul 07.00 segerombolan mahasiswa-mahasiswi Matematika FMIPA UNS angkatan 2005 berkumpul di gerbang belakang Universitas Nomor Satu (UNS) Solo… Mereka berencana akan berlibur (piknik maksudnya…) ke Taman Sari Jogjakarta dan Pantai Siung di Daerah Gunung Kidul. Betty, selaku bendahara piknik masih sibuk dengan iuran yang harus dibayarkan oleh teman-teman yg ikut… Ehm, semangat BeT! Selang berapa lama, setelah semuanya siap… akhirnya bus-pun melaju!!! Bismilllahirrahmanirrahim.. tak lupa kulafazkan doa.. Moga Allah melindungi kami dalam perjalanan ini… AMIN! 
Sepanjang jalan, teman-teman mulai sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang bagi-bagi snack, ngemil, foto-foto, ngobrol, dll. Aku pun sibuk! Sibuk ngemil dan berbagi cerita dengan sahabat yang duduk di sampingku, Rina. Setelah Rina pindah tempat duduk di samping Ida… Akhirnya aku memilih untuk membaca buku “Panduan Lengkap Bulan Ramadhan”… sambil sesekali memandang ke luar jendela.. Meresapi tulisan yang ada di buku itu sembari merenung.. ehm, tak terasa bulan mulia itu tinggal 5 hari lagi. Moga masih diberi kesempatan untuk bertemu dengannya. AMIN!!!. Sepanjang perjalanan itu, aku memang lebih banyak diam, tak seperti biasanya! (Ada apa denganku??? Tidak apa-apa kok.. Lagi pengin bertafakur saja… dan memikirkan rencana-rencana dahsyat yang akan aku lakukan… mencari inspirasi untuk menginspirasi.. ). Sekitar pukul 10.00, sampailah rombongan ini di Taman Sari, Jogja. Turun dari bus, kita-pun jalan bareng menuju lokasi. Foto-foto menjadi agenda wajib! Dasar pada narsis.. hihi!!! Kita-pun berkeliling di kawasan Taman Sari yang merupakan bekas pemandian raja-raja zaman dulu. Tapi di sana tidak ada airnya… Kekeringan.. karena kata sang guide, saluran airnya mengalami kerusakan setelah peristiwa gempa Jogja beberapa tahun yang lalu.
Setelah puas berkeliling kawasan Taman Sari… kita pun kembali ke bus. Dalam perjalanan menuju bus, karena merasakan dahaga yang amat sangat, akhirnya aku dan Ria membeli Dawet Ayu yang kebetulan lewat… Beberapa teman ikut membeli dawet juga (Rizky, Nia, Mas Egi… btw Mas Egi langsung beli 5 sekaligus dan dibagi-bagikan ke kita… hihi, syukron Mas Egi!). Setelah minum dawet, kitapun berjalan menuju bus.
THICKO!!!”. Teriakan Rini yang berjalan jauh di belakang, mengagetkanku!. “Sini!!!” Kata dia. “Ada apa???” Selang berapa lama, Rini menghampiriku…Eh, ternyata ada bule yang ngajakin ngomong... kayaknya tuh bule kebingungan cari tempat. Akhirnya bertanya pada Rini dan Rina…Mereka-pun menjawab dengan aneh!! Moga aja tuh bule gak tersesat ya! Hihihi, makanya “English Conversation”nya di upgrade terus!!! (SEMANGAT BUAT KITA!!!)
Kirbani (sang Korti) dan Kipit menggelar tikar di depan bus. Lunch together deh! SERU!!! Makan berlaukkan “telur dan oseng-oseng”… Diselingi bercanda dan foto-foto pastinya! Setelah kenyang, dilanjutkan sholat berjamaah di masjid…
Pukul 13.00… melanjutkan perjalanan ke Pantai Siung!!! It’s time to sleep for me ^^v. Kurang lebih setengah jam tertidur… akhirnya bangun lagi (gak tidur lagi lho). Melihat kondisi teman-teman… ada yang masih terjaga… ada juga yang sudah tertidur pulas… Akhirnya aku pun meraih buku yang tadi kubaca. Sekitar satu jam membaca, akhirnya selesai juga buku “Panduan Lengkap Bulan Ramadhan” itu kubaca. Insya Allah, tinggal aplikasinya!!! SEMANGAD 37x!!! Sampai di daerah Gunung Kidul, laju bis sempat terhenti karena ada “pasar dadakan” di sepanjang jalan yang kami lalui.
Pukul 15.00-an… akhirnya menginjakkan kaki di putihnya pasir Pantai Siung… angin berhembus kencang..ombak bergulung-gulung… dan kokoh batu karang menyambut kedatangan kami…
Kami-pun menggelar tikar di pojokan pantai… Duduk desak-desakan! Acara pun dimulai oleh sang korti… Setelah Korti menyampaikan sepatah dua patah kata… Tibalah giliranku untuk menyampaikan acara selanjutnya. Yup, setelah itu… akupun membagikan catatan kecil pada teman-teman… Kemudian, catatan kecil itu mereka tulisi nama masing-masing dan diputar secara berurutan untuk kemudian teman yang lain menuliskan “opini” tentang karakter sang pemilik catatan kecil itu… GAYENG!!! SERU!!!
Setelah semua menuliskan opini dan penilaian tentang karakter teman-teman, acara dilanjutkan dengan tukar kado. Waktu itu aku mendapat undian nomor 18. Kuambil bungkusan kotak itu. Kubuka perlahan.. Alhamdulillah..sebuah buku berjudul “Misteri Menjelang Ajal”. Buku yang sudah usang.. (hihi..karena terlihat jelas bekas yang menunjukkan buku itu habis terkena air..) Penasaran siapa pemberinya. Akhirnya kutemukan juga tiga lembar kertas yang ternyata itu adalah sebuah cerpen. Kuurungkan niat untuk membaca cerpen itu, langsung kutelusuri siapa pemilik kado ini. Ah… ternyata!!! Langsung kupanggil namanya dan diapun menoleh. Ku berujar… “Buku bekas to?? Hihi.. tapi makasih banyak yo!!!”. Sahabatku itu hanya membalas dengan senyum simpulnya. Teman-teman yang lain juga heboh dengan kado yang mereka terima. Lucunya, ada yang ngado wayang SPONGE BOB!!! Hihihi…sapa sih yang ngado ini? (hayo ngaku!!!)
Setelah acara tukar kado, sebenarnya acara games. Tapi teman-teman putra sudah buyar sendiri-sendiri dan mereka lebih memilih untuk bermain sepak bola. Akhirnya teman-teman putri aku handle untuk nge-games. Kita-pun berlomba makan pisang berpasangan dengan mata tertutup. Ada 5 pasang yang ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Mereka adalah : Ria-Rini, Rafi-Astika, Nova-Nia, Ita-Ema, dan Koryna-Itha. Karena Itha tiba-tiba mual (katanya sih karena tidak tahan dengan bau pisang), akhirnya hanya 4 pasang yang bertanding. Lomba pun berlangsung seru. Penonton dan supporter juga tak kalah heboh. Lomba pun dimenangkan oleh pasangan Rafi-Astika. Plok…plok…plok… Selamat kepada sang pemenang! Lomba kedua yakni memasukkan pensil ke dalam botol. Ada 5 peserta yang ikut berlaga. Mereka adalah Dhinar, Betty, Rafi, Koryna, dan Nova. Ehm akhirnya Betty-lah yang berhasil memenangkan lomba kali ini. Nova yang terakhir kali berhasil memasukkan pensil ke dalam botol. Semangat buk!!! Sebenarnya masih ada satu games lagi yakni lomba bawa kelereng pake sendok, tapi berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, akhirnya lomba dihentikan dan kita langsung berhamburan menuju pantai. Foto-foto, mainan pasir, manjat karang, dll.
Debur ombak menjadi saksi keceriaan kita di sore itu. Ada kejadian seru + menegangkan juga tatkala beberapa teman (kayaknya ada Kirbani, Alin, Kipit, Bayu, Suli, Rizky, Ema, Uni, Ita D, Nia, Nova, Betty… ada yang belum disebut???) sempat tergulung ombak… Bahkan Ema sempat terseret… (tapi kok arahnya maju ya…ku masih teringat jelas pose mereka saat terseret…). Beberapa dari mereka (atau bahkan semua) terluka dan berdarah. Mereka langsung berlarian menuju ke pinggir pantai (tapi ada juga yang masih tetap bertahan). Yang paling parah adalah yang menimpa Ita Dwi karena kedua lututnya mengucurkan darah yang cukup deras. Selang berapa lama, beberapa dari para “korban” seretan ombak itu malah kembali lagi ke tengah.. dasar!!!
Aku pun sempat terkena hantaman riakan ombak (meski gak besar sih.. tapi membuatku cukup basah kuyup). Saat ombak itu datang lagi, sempat kukeluarkan sesuatu. Kulabuhkan sepucuk kertas yang sudah aku masukkan ke dalam plastik bening rangkap dua. Sebenarnya mau aku masukkan ke dalam botol, tapi aku tak menemukan botol di sekitar tempat itu. Ya sudah…. Akhirnya “surat dalam plastik” itu berlayar mengikuti sang ombak (apa ya isinya???).
Menjelang Maghrib, kita menyudahi acara di pantai.. Masing-masing langsung bersih-bersih diri. Agak lama karena kamar mandi yang disediakan tidak terlalu banyak. Saat adzan berkumandang.. kita semua sudah berada di bus dalam perjalanan pulang. Hari mulai gelap, sang mentari sudah duduk manis di singgasananya…Perjalanan yang kita tempuh ternyata berkelok dan berliku (sama saja nih istilahnya). Jalannya menikung naik turun, zig-zag.. bak roller coaster (jadi inget film Final Destination 3 yang semalem aku lihat di kost). Sempat aku membuka catatan kecil yang berisi opini teman-teman tentang aku… Kubaca satu persatu, terkadang sambil mengerutkan alis dan tersenyum-senyum… (ternyata aku itu…) Selain itu, aku sempat membuka buku dari kado yang kudapatkan tadi + membaca cerpen sepanjang 3 halaman yang ditulis sang pemberi kado. Ehm, cerpen yang bagus dan motivasi di dalamnya juga sangat inspiratif! Terima kasih banyak ya friend!!! Setelah membaca cerpen itu, kubuka Al Qur’an merah kesayanganku… Baru sekitar dua halaman aku tilawah, tiba-tiba…bus berhenti… Sepertinya bus tak kuat untuk naik di jalan menanjak yang kami lalui. Hanya doa dan dzikir yang bisa kuucap… Tilawahpun tetap kulanjutkan… Ternyata aku sampai pada Q.S. Al A’rafyang berarti “tempat tertinggi”. Wah, kok sama dengan kondisi sekarang. Bus berada di tempat yang tinggi, tak kuat melaju. Dua kali (mungkin juga lebih), awak bus mencoba memberi penghalang agar bus tidak mundur. Akan tetapi, penghalang itu tak kuasa menahan bus. Akhirnya, penumpang turun (kecuali Ida dan Mas Egi yang masih tetap di dalam bus). Semua tampak panik. Aku pun turun dengan tangan masih tetap menggenggam Al Qur’an merahku. Tas aku tinggalkan. Hanya tas kecil yang masih aku bawa. Nova terjatuh saat turun dari bus yang menyebabkan pergelangan kakinya terkilir. Hati-hati friend!
Ternyata ada beberapa warga yang ada di situ. Dari samping kanan bus, aku menyaksikan posisi bus yang sangat mengkhawatirkan. Miring. Ada seorang Bapak yang kemudian menyeletuk “Sopirnya sudah membunyikan klakson belum tadi??” (redaksional tepatnya gak kayak gini sih.. tapi intinya gitu). Akhirnya sang sopir membunyikan klakson dan bus-pun bisa bergerak naik. Alhamdulillah… terima kasih Ya Allah!!! (kayaknya bukan gara-gara klakson bus bisa naik, mungkin karena kita kurang berdoa… Ehm, yang pasti pertolongan Allah itu sangatlah dekat…tak hentinya aku bersyukur…LEGA!!! Meski masih ada rasa was-was juga). Jalan yang kita tempuh selanjutnya juga masih berkelok-kelok. Mata ini terus terjaga. Mencoba menenangkan diri dengan dzikir Al Ma’tsurat. Setelah hampir 4 jam tidak ada sinyal..akhirnya ada sinyal lagi. Banyak SMS masuk. Dua SMS dari Ibuk. Ibuk menanyakan keadaanku. Mom… I miss you… I love you so much!!! Langsung ku balas SMS itu.
Selang beberapa lama, akhirnya bus memasuki kotaku tercinta… WONOGIRI!!!!!!!!!Tepatnya di daerah Pracimantoro (rumahnya Budi Praz nih!). Mata ini pun terpejam…
Saat kubuka mata lagi…wow, kulihat dari jendela indahnya malam di jantung kota Wonogiri.. Sebenarnya terbersit dalam pikiranku, aku turun saja dan minta Ayah atau Mas Dhodyk untuk menjemputku…(karena memang rumahku kira-kira 10 menit dari jantung kota Wonogiri). Tapi, kuurungkan niat itu karena kuingat besok pagi ada banyak agenda di kampus. Ya sudahlah… Angin malam, kutitipkan rinduku untuk keluargaku di rumah…
Sampai di Terminal Sukoharjo, bus berhenti. Ternyata kita ganti bus karena bus yang kita naiki ada trouble.
Selang berapa lama, perjalanan pun dilanjutkan….
Ehm… Alhamdulillah, sekitar pukul 21.30 sampailah di belakang kampus…
Kitapun langsung menuju rumah dan kost masing-masing…
Sampai di kost… aku sempat mengirimkan SMS ke teman-teman putri.. mengingatkan untuk sholat Maghrib dan Isya’…
Unforgetable moment for us!!!
Unforgetable moment for me!!!
NICE ADVENTURE!!!!!!

“Wah, ceritanya seru Um!!” celetuk si kembar.
Aku hanya bisa tersenyum sambil tetap memandangi sebuah foto.
Ummi, ini ya catatan buram yang ditulis teman-teman Ummi?” tanya Keisya
Aku melihat sebuah catatan kecil yang dipegang Keisya dan kuanggukkan kepalaku.
“Ceritakan dong apa isinya?” bujuk Aisya.
Akhirnya kuraih catatan buram itu dan kubacakan isinya…
“Dengarkan ya sayang… tapi Ummi jangan diledekin lho ya!!”
“Oke deh”. Jawab mereka kompak
1. Dia itu orangnya murah senyum, tapi terkadang cemberutan juga ^_^(maaf ya Kor, kalau aku terkadang pasang tampang cemberut di depanmu, mungkin pas lagi ga ada duit.. hehehe..)
2. Etika.. You are the best friend, baik hati dan semangat. Tapi akhir-akhir ini anti agak berubah, mungkin perasaanQ saja.. Syukron semuanya ukhti… (Syukron juga ya camut)
3. Akhwat visioner. Saran saja : kalau update FB yang penting-penting aja yak (Yup, Insya Allah… sering diingatkan ya Rin, kalau updatenya aneh-aneh!)
4. Jangan narsis-narsis bu! (Makasi ya Ras.. kamu juga!!)
5. Smart. Kreatif 
6. Terlalu banyak yang berkata positif tentangmu.. aku mau yang negatif ah.. tapi apa ya?? Emm.. don’t forget me aja lah!!! (Don’t forget me too Rafi!!!)
7. Kreatif, suka ngasih nasihat, motivasi buat kita semua
8. Suka memberi nasihat (moga bermanfaat ya nasihatnya…)
9. Thicko, kita adalah sahabat perjuangan Say! Kau bersemangat, kreatif, visioner, yang jelas sip abiz… (kau juga sahabat perjuanganku Kur!!!)
10. Aset terbesarku di kampus. Thx atas pinjaman buku-buku, catetan, copyan.. Gak bisa komplit kuliahQ tanpa dirimu! (aneh-aneh aja nih…asset???)
11. Sekarang hobbimu update status FB!! Hehe… Jadikan FB lebih bermanfaat Yupz, SUKSES!!! Amanahmu menanti… (sip.. makasih masukannya.. Insya Allah Ria, saling mengingatkan ya!)
12. Jurnalis banget, rajin, ga’ kenal lelah. Sibuk.. tapi tetep baik kok! (Kamu juga baik kok Va!)
13. Ruajin, baik, punya semangat tinggi (berapa meter Nia???)
14. Wah.. aktivis banget.. sibuk di mana-mana (hihi, Tya.. makasih yak karena sering merepotkan kamu!!!)
15. Kalau aku cowok, aku bakal naksir kamu Tik!!! (Hayo..sapa inih???)
16. Keep istiqomah, lebih jaga diri dan jaga hati (Sip.. insya Allah…)
17. Ticko, mungkin semua kata di dunia ini belum bisa menggambarkan seorang ticko… (lhah, kan nggambar pake cat air bisa???)
18. Hehehe.. Thicko.. DOREMONERS sejati… Pinjem catetan Thick… (catatan apa?? Tar aku carikan deh kalau masih ada… )
19. Calon ibu yang baik (AMIN!!! Siapa nih yang nulis??)
20. Banyak ide (tapi ide pengeboman di JW Marriot bukan ideku lho!)
21. Kreatif juga.. tapi…. (tapi apa ya???)
22. Apik/Suka membantu (maaf ya jika belum bisa membantu secara maksimal!!!)
23. Rajin.. SEMANGAT!!! (Semangat juga Sul!!!)
24. Narsis
25. Rajin
26. Pertahankan yang baik, buang yang buruk
27. Sregep nulis
28. Apikan, ramah…
29. Suka tak pinjemi catetane, Rajin
30. Sumber tugas-tugas n catetan.. apikan pisan lah (logat Banyumas nih!)
31. Apikan, ra iso meneng.. tapi rajin banget… tempat meminjam catetan… (kamu juga ga bisa diam Bet..hihihi…)

“Wah.. ternyata Ummi itu…” kata si kembar
Ya itulah penilaian teman-teman tentang Ummi. Meski Ummi akui, masih banyak kekurangan yang ada pada diri Ummi yang belum mereka sebutkan… Ummi sangat termotivasi dengan kritikan dari mereka.. Semua itu membuat Ummi terus berusaha untuk menjadi lebih baik dan terus lebih baik lagi… Ah, saat itu memang tak bisa dilupakan nak!”
“Eh Ummi, buku yang ini ya yang Ummi dapatkan waktu tukar kado itu?” tanya Aisya.
“Iya” jawabku
Siapa sih pemberinya?” tanya Keisya penasaran
Kemudian jari telunjukku mengarah pada sesosok sahabat yang sedang berfoto bersama kami semua.
“Ini nak”.
“Ow…eh Ummi, teman-teman Ummi sekarang di mana?”
“Ehm.. Alhamdulillah, mereka semua sekarang sudah hidup bahagia dan menjadi orang-orang sukses. Ada yang jadi pejabat, pengusaha, direktur, dan lain-lain. Setelah Lebaran nanti kami akan reunian, sayang!”

Wahh… Keisya dan Aisya ikut ya!” rengek mereka
Kami ingin bertemu dengan om-om dan tante-tante teman Ummi itu…” sahut mereka lagi.
Insya Allah…” sahutku.
Ummi, tulisan yang Ummi labuhkan di pantai itu isinya apa??” selidik Aisya.
“Ow… tulisan itu adalah sebuah puisi.. begini bunyinya…”

Kutulis irama PERSAHABATAN ini
Di sebuah tebing di pinggir pantai
Kamu tahu kenapa?
Biar ketika menangis…
Burung-burung camarlah yang menghibur kesedihan
Biar ketika tertawa…
Gema-gema alamlah yang mengisi keramaian
Ketika bergembira…
Peri-peri memainkan keindahan dawainya
Di tengah lukisan senja atau fajar di kejauhan
Saat terasa terluka…
Buih-buih pantai yang membasuh dengan deburan ombaknya
Yang tiada akhir mengecup kepedihan
Bila merengkuh kegundahan…
Menatap kedatangan kapal-kapal yang singgah
Memberi sejuta harapan
Setiap orang yang memandang tebing…
Akan melihat INDAHNYA PERSAHABATAN kita!!!
Setiap orang yang mendengar gema tebing…
Akan mendengar MELODI PERSAHABATAN kita!!!
Apabila ia telah naik ke tebing…
Sungguh ia telah berada di tengah SEGALANYA TENTANG KITA!!!
[www.thickozone.blogspot.com_170809_M0105037]

Wah, puisinya bagus ya…” seru mereka kompak.
Aku hanya bisa tersenyum dalam diam sambil mengingat memory 8 tahun silam itu.
Kututup album kenangan itu.. sebuah kisah masa lalu yang tak kan pernah pudar dalam ingatan….
Tiba-tiba ku dikejutkan dengan ketukan pintu dari luar…
Suara berat yang sangat aku kenal…
Assalamu’alaykum…”
“Wa’alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh…” jawab kami bertiga.
Langsung si kembar berlari dan berhamburan keluar..
Aku tersenyum dan berjalan mengikuti mereka..
Menyambut kedatangan sosok itu…

THE END

Dini hari di Islamic Center “Nurul Huda”, 190809_01:43

Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan Illahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan berpisah
Slamat jalan teman tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita…
SEBIRU HARI INI…


(Tulisan ini diposting pada bulan Agustus 2009 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna