Sabtu, 06 Januari 2024

BERAWAL DARI PASPOR



Saya sangat terinspirasi dari firman Allah dalam QS Al-Mulk ayat 15 yang artinya, "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Arti ayat ini adalah bepergianlah kamu ke segala penjuru bumi sesuai dengan keinginanmu! Serta telusurilah semua tempat dan pelosoknya untuk berbagai macam usaha dan perniagaanmu! Ketahuilah usaha yang kamu lakukan tidak bermanfaat sedikitpun bagimu, kecuali jika Allah memudahkan hal itu bagimu.”

Hal tersebut menjadi motivasi bahwa travelling atau melakukan perjalanan itu tidak hanya sekadar menjejak di suatu tempat, refreshing, apalagi menghabiskan uang, tetapi yang lebih penting adalah menjadi sarana pembelajaran dan mendapatkan pengalaman hidup.

Salah satu impian saya adalah bisa keliling dunia. Ingin rasanya bisa menjejak di berbagai negara karena bumi Allah ini sangatlah luas. Maka dari itu salah satu langkah "nekat" saya meski belum tahu kapan akan berangkat ke luar negeri adalah dengan membuat paspor pada tahun 2014.

Saya juga berdiskusi dengan suami dan pimpinan di kantor. Semua mendukung, apalagi persyaratan dan prosesnya tidak ribet. Waktu itu saya dan suami masih LDR-an Jakarta-Lahat sehingga saya mengurus paspor sendiri. Kalau suami sudah punya paspor sejak 2008 karena dia pernah ikut kuliah singkat di Tsinghua University, Beijing. Dan dia sudah beberapa kali ke negara tetangga juga. Sementara saya belum pernah sekalipun.

Menurut KBBI, paspor adalah surat keterangan yang dikeluarkan pemerintah untuk seorang warga negara yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Jadi setiap orang yang akan ke luar Indonesia harus memiliki paspor ini.

Setelah melalui rangkaian proses administrasi di Kantor Imigrasi Jakarta Timur, akhirnya paspor saya terbit pada 21 Juli 2014 dan berlaku selama 5 tahun. Untuk proses maupun syarat administrasi pembuatan paspor saat ini bisa cek di google aja ya.

Alhamdulillah, atas izin Allah.. 2 tahun setelah pembuatan paspor itu, Allah izinkan saya menjejak di Vietnam. Kemudian pada 2017 Allah juga izinkan saya untuk umrah selama 12 hari di bulan Ramadan. Masih di tahun yang sama, saya juga diberi kesempatan untuk dinas ke Taiwan dengan paspor biru. Kemudian pada 2018, saya juga menggunakan paspor yang dibuat pada 2014 itu untuk berpetualang ke Malaysia bersama rekan-rekan Blogger Muslimah. Dan pada 2018 juga saya kembali didaulat dari kantor untuk berangkat ke Shanghai, China.

Begitulah aksi "nekat" saya membuat paspor berujung banyak kejutan tak terduga dari-Nya. Setiap impian memang harus diperjuangkan. Nah menurut saya waktu itu, salah satu langkah memperjuangkan impian bisa keliling dunia adalah dengan membuat paspor terlebih dahulu.

Ada yang pernah punya pengalaman yang sama?

Oh iya, nantikan kisah saya selama #motivatrip di luar negeri ya.

Salam motivatrip,

Etika Aisya Avicenna

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini ^___^. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Insya Allah komentar yang bukan spam akan dimunculkan. IG/Twitter : @aisyaavicenna