Kamis, 19 November 2015

Bukan Sekedar Curhat


Jakarta, 311009_00:11 Mata belum mau terpejam, kantuk juga masih belum menghadang.. Habis chatting dengan seorang “mbak” yang bertemu atas izinNya di FB ini.. Bertanya tentang masa depan... berbagi kisah dengannya.. sampai akhirnya beliau men-tag sebuah catatan berjudul “CINTA SUCI MENUJU PERNIKAHAN” (baca aja..so inspiring 4 me!!!) Jazakillah khoir mbak.. Duh..kok backsongnya malah “Nantikanku di Batas Waktu” to?? Bentar..bentar..ganti dulu! Ehm..sekarang dah ganti “Bulan Bintang”nya Saujana...dah lama banget saya nyari ni nasyid. Alhamdulillah ketemu juga di laptop ini. 


Bulan..cahayanya menawan 
Menerangi kegelapan malam 
Bebintang.. sinar berkelipan.. 
Menghiasi cahya rembulan 
Bulan dan bintang menjadi saksi Kebesaran Ilahi... 
Bintang-bintang bertaburan 
Di angkasa..angkasa raya 
Panduan mereka yang berkelana 
Perjalanan oh rembulan 
Merentasi cakrawala 
Petunjuk perkiraan tahunan 
Bulan dan bintang menjadi saksi
Kebesaran Ilahi 
Sinaran mentari menyinari 
Bumi Tuhan ceria kembali 
Awan berarak bebasnya
Memayungi alam semesta 
Tunduk dan syukur pada Ilahi 
Kurniaan abadi... 

Sebenarnya sekarang saya sedang menulis sebuah cerpen yang berjudul “ROMANTIKA PERJUANGAN”, tapi terpending, baru sampai halaman ke-4, karena saya teringat akan janji pada beberapa teman yang meminta saya untuk sharing tentang pengalaman saya mengikuti psikotes dan tes wawancara sampai akhirnya lolos tes CPNS Departemen Perdagangan RI. Backsongnya sekarang T4-Shaffix 

Ayunkan langkah kaki 
Jangan pernah kau ragu.. 
Hadapi hari dengan penuh keyakinan.. 
Karena masa depan 
Penuh dengan rintangan 
Halangan dan cobaan yang selalu menghadang 
Ya..seperti penggalan nasyid di atas lah yang membuat saya semakin semangat menaklukkan tantangan di hari bersejarah itu, 13-14 Oktober 2009 

13 Oktober 2009 
Setelah dinyatakan lolos tes tertulis pada tes CPNS Departemen Perdagangan RI, akhirnya saya diberiNya kesempatan untuk mengikuti tes tahap III yaitu psikotes dan tes wawancara. Pukul 08.00 saya dan Izzah (sahabat saya) berangkat menuju lokasi tes di daerah Sawangan, Depok. Dengan berbekal selembar peta, kami pun menuju tempat tersebut. Benar-benar menggelikan sekaligus petualangan yang seru!!! (kayak di film-film aja.. :D). Sampai di terminal Pulogadung, kami pindah naik angkot kecil warna biru. Sambil menyusuri gambar peta di dalam angkot, akhirnya sekitar pukul 10.30, kami sampai juga di daerah Wates, Sawangan, Depok. Ternyata lokasinya sunyi (tidak begitu ramai). Dari tempat turun, kami masih harus berjalan sekitar 300 meter menuju kantor DIKLAT DEPDAG. Sampai di depan kantor DIKLAT, kami dihadang oleh dua orang security yang langsung bertanya, “Mau psikotest ya Bu? Gelombang pertama apa kedua?”. Walah, manggil saya “ibu”..ck..ck...ck..protes saya dalam hati... :D. “Gelombang kedua, Pak!”. “O..kalo gelombang kedua, baru boleh masuk nanti jam 12.00.” kata Pak Security.


Walah..trus?? akhirnya saya dan Izzah bertanya pada security itu, di mana lokasi masjid terdekat. Beliau menunjuk ke selatan. Akhirnya, saya dan Izzah menuju masjid itu. Emm..ternyata lokasinya tak sedekat yang kami bayangkan. Kami harus berjalan sekitar 300 meter juga...untungnya kami sudah terbiasa jalan kaki, maklum laskar PKS je!! PKS=> Pejalan Kaki Sehat! :D.

Sesampai di masjid, kami berdua duduk santai di serambinya. Ternyata masjidnya dekat dengan TK, dan kala itu sedang istirahat. Jadi banyak anak kecil yang bermain-main di halaman masjid. Lucunya..!!!

Ada sekitar 3 pedagang kaki lima yang mangkal di situ. Akhirnya, saya dan Izzah membeli segelas dawet ayu banjarnegara pada seorang bapak tua. “Segelas aja Tik, takut ga habis.” Kata Izzah. Emm..akhirnya kami meminum dawet itu segelas berdua di bawah pohon rindang..sambil menikmati sepoi angin... A beautiful friendship! :D. Setelah dawet habis, kami kembali duduk di serambi masjid. Anak-anak Tk sudah kembali masuk kelas, tinggal para ibunya yang sibuk “arisan”. Di serambi itu, Izzah memutuskan untuk membaca “Quantum Tarbiyah”nya, sedangkan saya mengambil mushaf merah saya di tas. Saya putuskan untuk melanjutkan tilawah saya 2 halaman, setelah itu saya memilih untuk membaca ayat cinta favorit saya, Q.S. Ar Rahman. Selalu ada rasa yang berbeda tatkala saya membaca surat ini..

Saya melirik bapak tua penjual dawet tadi. Beliau sedang berjuang keras memanggul dagangannya. Mungkin, beliau akan berkeliling lagi. “Ayo Pak, semangat!!! Jangan menyerah!!!!“ teriakku sambil mengepalkan tangan kala itu.. (tapi ya gak keras-keras...Cuma Izzah yang denger.. :D)

Pasca tilawah, ada seorang mas-mas yang mendatangi kami. Beliau bertanya, apakah kami juga ikut psikotes. Saya jawab iya..dan beliaupun pinjam pisau silet saya untuk menajamkan pensil. Setelah silet kembali, dan waktu menunjukkan pukul 11.00, kami-pun meninggalkan masjid setelah “berkunjung” sebentar ke salah satu tempat di masjid itu.. Berjalan kaki lagi. Sebenarnya ada angkot yang lewat, tapi ternyata waktu itu ga lewat-lewat..ya sudahlah...Rencana kami selanjutnya : MAKAN SIANG!!! Izzah pengin makan mie ayam, saya sih oke-oke saja asalkan pakai nasi. Akhirnya kami menemukan warung bakso dan mie ayam, tapi ternyata sang penjual tidak menyediakan nasi.. Ga jadi deh! Sesampainya di dekat kantor DIKLAT, kami menemukan warung soto Lamongan. Akhirnya, kami membeli makan di situ. Setelah makan, kami menuju kantor DIKLAT. 

Kami diperbolehkan masuk halaman, tapi belum boleh masuk ke ruangan dalam. Akhirnya, kami duduk di belakang tempat parkir bersama beberapa peserta tes lainnya. Saya mencoba memulai percakapan dengan dua mbak-mbak yang duduk di sebelah kanan saya. Mbak yang satunya sedang hamil..Subhanallah... Saat sedang asyik bercakap-cakap ada suara pesawat terbang yang lewat di atas kami... Langsung naluri “fotografer” yang saya miliki keluar.. Cepret!! Sebuah foto tersimpan di memory eksternal Nokia 5300 saya. Lumayan juga hasilnya. Tampak sebuah pesawat melintas di atas kepala saya..hiihii :D. Mbak di sebelah kanan saya sedang mengecek perlengkapan tesnya. Eh, ternyata dia tidak membawa pensil HB. Alhamdulillah, benar dugaan saya. Dulu,sewaktu saya membeli pensil HB di sebuah toko alat tulis di belakang UNS, saya memutuskan untuk membeli 2 buah. Buat cadangan dan kali aja ada yang membutuhkan. Akhirnya, satu pensil HB saya berpindah pemilik. Semoga bermanfaat!

Pukul 12.15, para peserta baru boleh memasuki ruangan. Dengan sedikit buru-buru, kami menuju mushola. Kemudian melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah dengan Izzah (tapi sholatnya ga buru-buru lho). Pukul 12.30, saya menuju ke meja registrasi, sedangkan Izzah menunggui saya di taman. Jazakillah khoir ya friend!!! Saat saya memasuki ruangan tes dan duduk sesuai dengan tempat yang telah disediakan,ada SMS masuk dari Izzah. Dia menunggui saya di mushola. Test dimulai pukul 13.00. ...
Sebelum test dimulai, semua peserta diminta mengisi lembar biodata dan 5 lembar kuesioner yang berisi pertanyaan “study kasus” (lembar LCQ katanya...saya lupa singkatannya..yg jelas Q-nya Question..hihi).

Dalam LCQ itu ditanyakan mulai dari : apa pencapaian yang sudah didapat dalam waktu dua tahun terakhir, penyikapan atas suatu kasus, sampai gaji dan tunjangan yang ingin didapatkan. Waktu ngisi LCQ ini, saya lebih banyak memberi jawaban berdasarkan pengalaman saya semasa di kampus. Bagaimana kuliah saya, organisasi saya, dll. Akhirnya LCQ pun dapat saya jawab. Ehm, semakin menyadari bahwa “NGAMPUS ITU JANGAN HANYA SEKEDAR KULIAH” (jadi inget bukunya Ustadz Hatta dan istrinya, “AGAR NGAMPUS GAK HANYA STATUS”). Bagi yang masih ngampus, optimalkan waktu untuk mengasah potensi yang dimiliki. Memang, tujuan perdana kita menjadi “penghuni kampus” adalah untuk menjalankan amanah orang tua, kuliah yang rajin dan tidak neko-neko. 

Yez, that’s a good vision! Tapi kalau ngampus cuma kuliah (duduk anteng di kelas), ke kantin, dan ke kost doang (istilah kerennya 3K)..ya jadi hambar dung! Saya semakin merasakan manfaat berorganisasi ketika memasuki dunia pasca kampus, lebih tepatnya waktu memasuki dunia kerja. SIP POKOKNYA!!! GA NYESEL bisa ikut beberapa organisasi.. ^^v

Lanjut ke cerita tentang psikotes. Dari tim penguji (kayaknya para psikiater), membagikan beberapa buku yang berisi soal-soal psikotes. Ada beberapa soal yang sudah cukup familiar karena sering ditampilkan di buku-buku psikotes (tidak ada salahnya bagi yang mau psikotes untuk membaca dan mencoba contoh-contoh soal di buku-buku psikotes yang beredar di pasaran). Ada soal yang mengurutkan gambar, membentuk bangun tiga dimensi, sampai soal tentang studi kasus juga (kita diminta mengurutkan solusi dari yang paling penting sampai tidak penting). Salah satu tes yang membuat saya agak “tuing-tuing” namanya tes PAULI. Peserta dibagikan gulungan kertas besar ukuran A3 (kayaknya) yang berisi deretan angka yang dicetak bolak-balik. 

Wuih... so amazing! Kita diminta menghitung dari atas ke bawah. Menjumlah dua angka ke bawah dan menuliskan jumlahnya di sebelah kanannya. Kalau jumlahnya di atas 10, kita hanya diminta menulis angka satuannya. Tim penguji memberikan batasan waktu dan berkata “garis” setiap beberapa menit sekali dan peserta diminta memberi garis di bawah angka saat ada aba-aba dari tim penguji. Tes PAULI ini bertujuan untuk menilai “ketahanan kerja” kita. Alhamdulillah, sampai batas waktu berakhir, saya berhasil menghitung sampai tinggal satu deret terakhir. Melelahkan, menguras otak dan tenaga, tapi menantang. Asyik juga!!! Hal yang paling menyenangkan adalah waktu tes menggambar. Maklum, salah satu hobby saya kan menggambar. Peserta diminta menggambar manusia lengkap. Cling!!! Akhirnya saya mendapat ide untuk menggambar ayah saya. Tidak mirip sih, tapi gambar itu menjadi cerminan motivasi saya mengikuti tes CPNS di Dept. Perdagangan RI.

Pukul 17.00, alhamdulillah psikotes selesai. Langsung saya kabur ke mushola. Izzah masih setia menanti. Jazakillah khoir ya!!! Lanjut sholat ashar. Terdengar guntur menggelegar di langit. Kata Izzah, tadi habis hujan deras dan angin kencang. Tapi alhamdulillah, sekarang sudah reda. Akhirnya kita pulang... Jalan kaki menuju tempat naik angkot, terus naik angkot menuju stasiun Depok Baru. Di stasiun Depok baru, kami sempat kebingungan mencari kereta... hihi.. Di stasiun itu, banyak “pemandangan” yang cukup menarik perhatian saya. Saya mencoba mencari inspirasi di balik apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan. Mulai dari deretan ibu-ibu pengemis yang duduk berjajar di lorong stasiun, orkestra jalanan, sampai seekor kucing yang membuat saya sangat iba karena kaki kanan depannya buntung, terluka. Dia berjalan terhuyung-huyung dengan ketiga kaki lainnya yang masih normal. Wajahnya mirip banget dengan almarhum Ipul (kucing kebanggaan keluarga saya yang meninggal beberapa bulan yang lalu). Kasihan sekali kucing itu.. Entahlah, apa, siapa, bagaimana, mengapa, kapan, di mana dia menjadi menderita seperti itu. JANGAN MENYERAH PUS!!! (Teriak saya dalam hati). Menjelang Maghrib, kereta ekonomi non AC jurusan Jakarta tiba. Kami-pun menaikinya. Ada banyak inspirasi di kereta (selengkapnya nanti saya ceritakan di cerpen “ROMANTIKA PERJUANGAN” saja..).... kisah hari ini cukup sekian...
Keesokan harinya..

14 Oktober 2009.
Berangkat dari kos sekitar jam 9 lebih. Sampai di sana, singgah ke warteg dulu, makan siang. Sampai di kantor DIKLAT DEPDAG, alhamdulillah langsung boleh masuk. Sholat di mushola, langsung menuju ruangan tempat peserta berkumpul sebelum wawancara. Seperti kemarin, Izzah menunggu di mushola. Sebenarnya jadwal saya wawancara pukul 14.00-14.30, tapi baru sekitar pukul 15.30 saya memasuki “ruang eksekusi”.

Sang eksekutor adalah seorang bapak paruh baya, dengan perawakan sedang dan ramah sekali. Pertanyaan demi pertanyaan pun menghujani saya. Alhamdulillah, sudah “sedia payung sebelum hujan”. Maksude, alhamdulillah bisa menjawab dengan lancar dengan suasana wawancara yang tidak menegangkan, malah terkesan seperti curhat seorang anak kepada ayahnya. Berikut ini beberapa pertanyaan yang ditujukan pada saya
1. data pribadi (asal, keluarga, riwayat pendidikan, dll)
2. alasan masuk jurusan matematika
3. motivasi ikut tes CPNS
4. karakter positif dan negatif (bagaimana menyikapi karakter negatif)
5. prestasi yang pernah dicapai (diminta menceritakan kronologis pencapaiannya => motivasi, cara mencapai,dll)
6. masalah kepemimpinan (bagaimana jika dihadapkan pada pemimpin yang tidak sesuai dengan keinginan kita, dll)
7. kerja dalam tim (diminta menceritakan dengan contoh yang pernah dialami)
8. cita-cita

Semuanya mengalir begitu saja, tak terasa hampir setengah jam kami berdialog. Jujur, kebanyakan jawaban yang keluar dari mulut saya adalah menceritakan pengalaman pribadi saya saat di kampus. Hampir 75 % saya menceritakan “kisah” saya saat terlibat dalam beberapa organisasi di kampus. Alhamdulillah...

Beberapa tips menghadapi wawancara versi saya :
1. Perhatikan penampilan (pastikan penampilan Anda mencerminkan bahwa Anda sudah siap bekerja),
2. Sebelum berangkat wawancara, sempatkan untuk sholat Dhuha, tilawah, sedekah, dan amalan yaumi lainnya.. (ruhiyah harus terjaga dengan OKE!)
3. Kalau suka mendengarkan musik, dengarkan lagu-lagu yang mampu membangkitkan semangat (nasyid haroki, we are the champions, hero, eyes of the tigers, final countdown, sang pemenang, jangan menyerah, dll).
4. Yakinkan diri sendiri... PASTI BISA!!! PASTI BERHASIL!!! PASTI SUKSES!!! Lakukanlah dialog dengan diri sendiri. Bersahabatlah dengan diri Anda sendiri. Tanamkan fikiran, perasaan, dan sikap POSITIF pada diri Anda. OPTIMISLAH!!!
5. Hubungi orang tua dan keluarga terdekat Anda, minta doa restu dan semangat dari mereka. Hal ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Anda.
6. Jangan lupa berdoa dan serahkan semuanya pada Yang Maha Berkehendak, Allah SWT.
Pulang dari kantor DIKLAT, menuju ke stasiun Depok Baru dan bertemu kembali dengan kucing malang itu... dan banyak lagi inspirasi lain yang tak dapat saya tuliskan satu persatu di sini. Lain waktu saja ya...
Ya, itulah sedikit “curhatan” dari saya. Kalau ada banyak kekurangan, itu murni datangnya dari saya. Kalau ada manfaat dan kebaikan yang bisa didapatkan, itu semata-mata datangnya dari Allah SWT.

Jakarta, di Penghujung bulan Oktober , 311009_13:13
Backsong : AYUMI-nya GREEEN (lagu Jepang yang sangat inspiratif!!!)

Hidup pada dasarnya seperti menata perjalanan

Selangkah demi selangkah...

merangkak...berjalan... kemudian berlari...

Tak jarang suatu saat harus dihadapkan pada rasa lelah...letih...

Harus dihadapkan dengan keras dan beratnya jalan yang dilalui...


Hidup adalah sebuah perjalanan..

Yang akan terus mengembara tanpa henti...

Pengembaraan untuk selalu mencari kemenangan...

Pengembaraan untuk selalu menjadi PEMENANG!!!

Pengembaraan itu akan terus berlanjut..

Sampai Sang Pangeran waktu memutuskan untuk...

Menghentikan langkah demi langkah kehidupan..


Maka...bagi siapa yang tiada sanggup...

Untuk mengawali... lalu mengakhiri perjalanan ini...

Mereka akan hancur lenyap...

Bagai besi rapuh karena teteasn air..

Seperti kayu yang menjadi abu...karena bara...

Itulah waktu...

Itulah waktu yang selalu berputar...

Dan kembali seperti semula...


Ada pertemuan... pasti akan diakhiri perpisahan...

Ada hidup...pasti akan didampingi kematian...

Ada kejayaan.. pasti akan dihiasi oleh wangi kegagalan...

Ada kebaikan... sewajarnya akan diikuti keburukan...


Itulah hidup...

Itulah hidup yang selalu berdampingan...

Dan tak akan kekal abadi...

Ada dosa... akan dilawan dengan pahala...

Ada kelemahan... akan dilawan dengan kekuatan...

Ada pengkhianatan... akan dilawan dengan pengabdian...

Ada perjuangan...pasti akan diakhiri KEBERHASILAN....!!!!!!!!!!


Alwayz think and feel positive !!!
Layaknya kucing yang berpikir bahwa dirinya sehebat SINGA!!!


(Tulisan ini diposting pada bulan Oktober 2009 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini ^___^. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Insya Allah komentar yang bukan spam akan dimunculkan. IG/Twitter : @aisyaavicenna