Minggu, 10 Maret 2024

LIKU PERJALANAN DI PELOSOK RIAU


Pada 1 Juni 2014, saya mendapat tugas survei pelaku usaha ke Riau. Waktu itu saya cuma berdua dengan Nita, rekan kerja saya. Lokasi survei kami adalah di Dumai yang berlokasi sekitar 200 km dari kota Pekanbaru. Untuk pertama kalinya kami ke Dumai. 


Saya tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sekitar pukul 09.00. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Dumai menggunakan mobil jemputan tim dari Dumai. 


Subhanallah, cuaca di Pekanbaru saat itu sangat panas. Perjalanan ke Dumai cukup berliku dan kondisi jalan kurang begitu baik. 


Konon saat ini sudah terdapat jalan tol dari Pekanbaru ke Dumai yang memangkas waktu tempuh sekitar 2 jam saja dengan panjang jalan tol 131,5 km.


Saat di tengah jalan, Nita merasa sakit kepala sehingga kami sempat ke warung yang berada di tepi jalan. Subhanallah, cuaca benar-benar panas. 


Setelah hampir 5 jam perjalanan, tibalah kami di Dumai dan langsung menuju lokasi survei. Kami juga berkunjung ke Pelabuhan Dumai di Jl. Datuk Laksamana.  


Kami sempat menikmati makan siang di Dumai. Salah satu masakan khas Dumai adalah gulai ikan asam kuning dan gulai udang. Nah, saya baru tahu juga kalau ternyata dadar gulung yang sering kita jumpai itu adalah camilan khas di Dumai. Ada juga kue bolu kemojo yang rasanya manis sebagai camilan. 


Malam itu kami menginap di Dumai. Keesokan harinya kami menuju Duri untuk survei lanjutan. Perjalanan dari Dumai ke Duri sekitar 1,5 jam. Ternyata lokasi survei kami terletak di kawasan pecinan. Pagi itu banyak warga Tionghoa yang sedang sembahyang di depan toko dan pabriknya.


Survei di Duri tidak memakan waktu lama, setelah itu kami kembali ke Pekanbaru dan pulang ke Jakarta sore harinya. Lagi-lagi kami harus menempuh perjalanan berliku sekitar 5 jam dengan cuaca yang sangat panas. Saat cuaca panas sebaiknya banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.


Insya Allah selalu ada pelajaran di setiap perjalanan. Di mana bumi dipijak, di situ ada aneka hikmah di setiap jejak. Pun saat dinas ke Dumai dan Duri yang harus melewati jalan yang kurang nyaman. Tentu melahirkan syukur dalam diri karena tiap pergi dan pulang kerja dengan fasilitas yang nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini ^___^. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Insya Allah komentar yang bukan spam akan dimunculkan. IG/Twitter : @aisyaavicenna