PERJALANAN SATU DASAWARSA MENJADI NARABLOG


Ketika huruf bisa tersusun menjadi kata...

Ketika kata dapat tertautkan menjadi kalimat, dan...

 Ketika kalimat berhasil terangkai menjadi tulisan yang inspiratif...

Ketika itulah akan terasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa
(Aisya Avicenna)



Bermula dari “Dear Diary”
Sejak kecil saya dan saudari kembar saya suka membaca, Ibuk dan Babe (panggilan sayang untuk orang tua kami) berlangganan Majalah Bobo dan Donal Bebek untuk kami. Karena suka membaca, kami pun hobi menulis. Mulai dari menulis cerita khas anak-anak dengan prolog “Pada suatu hari...”, sampai dengan menulis resensi dari buku yang kami baca. Kami pun pernah menjadi juara lomba menulis resensi buku tingkat SD. Saya juara untuk kategori resensi buku nonfiksi, sedangkan saudari kembar saya untuk resensi buku fiksi. Saat SMA, saya juga suka menulis buku harian atau diary. Diary adalah tempat saya mendokumentasikan setiap kegiatan dan kejadian setiap harinya. Masa abu-abu yang penuh warna, membuat diary saya penuh dengan romansa. Hihi...

Waktu kuliah S1 tepatnya di tahun 2008, saya mengenal blog. Saya mengetahui tentang blog dari seorang teman yang menyarankan, “Tik, kamu nulis di blog saja. Kan kamu suka nulis tuh!” Saya akhirnya membuat  blog di platform Blogger dan namanya www.thickozone.blogspot.com. Karena nama panggilan saya Thicko.  Saya menyebut blog saya sebagai zona inspirasi, karena saya ingin berbagi inspirasi dan pembaca blog saya juga mendapatkan inspirasi dari sana.


Perjalanan saya menjadi seorang narablog atau blogger pun dimulai. Blog saya isinya seputar kegiatan saya, inspirasi yang saya dapat setiap harinya, sampai resensi buku yang saya baca. 

Kecanduan!

Saya makin rajin nulis di blog. Blog laksana candu bagi saya. Sehari saja tidak menulis di blog rasanya seperti kehilangan suatu hal yang berharga. Menulis di blog bagi saya tidak hanya sekadar untuk mengisi waktu luang, tapi setiap harinya saya pasti meluangkan waktu untuk mengisi blog saya dengan apapun yang ingin saya tuliskan.


Sejak hijrah ke Jakarta pada tahun 2009, semangat ngeblog saya makin menjadi, apalagi setelah gabung dengan komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) DKI Jakarta. Saya pun mengganti nama blog saya menjadi www.aisyaavicenna.com. Aisya Avicenna adalah nama pena saya. Saya jadi makin semangat menulis di blog. Apapun yang terjadi hari itu, pasti langsung saya pindahkan ke blog. Sebelum berangkat kerja, saat bangun tidur, sampai saat jam istirahat di kantor, saya manfaatkan untuk menulis di blog. Benar-benar kecanduan ngeblog!



Dari Blog Turun ke Hati

Akhir tahun 2010, saat saya masih kecanduan ngeblog, saya mendapat email dari seorang laki-laki, sebut saja namanya Fulan. Fulan bercerita di email itu bahwa dia sangat suka dengan tulisan-tulisan di blog saya. Saat itu dia sedang dalam persiapan menuju pernikahan, konon kata Fulan, lewat tulisan-tulisan saya di blog dia menemukan banyak inspirasi tentang karakter istri salehah. Wah, dibilang begitu tentunya saya bahagia. Alhamdulillah, tulisan saya ada manfaatnya. Saya pun menjawab email itu dengan mengucapkan terima kasih.

Selang berapa lama, Fulan membalas email saya lagi. Dengan terang-terang dia mengungkapkan sesuatu yang membuat saya terkejut. Dia menulis kurang lebih seperti ini, "Saya memperoleh banyak hal dari blog Thicko_Zone. Saya menemukan banyak inspirasi di sana. Saat ini saya sedang mencari pendamping hidup. Dari tulisan Thicko, saya mendapat informasi tentang kriteria seorang muslimah salehah yang saya cari. Dari cerita-cerita Thicko di blog itu sepertinya saya tertarik untuk mengenal Thicko lebih dekat. Bolehkah saya bertaaruf dengan Thicko?"


Gubrak! To the point sekali si Fulan ini! Singkat cerita, saya sempat akan berta'aruf dengan Fulan lewat perantara guru ngaji saya. Tapi karena sikap Fulan yang sangat ambisius dan ada yang membuat saya tidak sreg, akhirnya proses ta'aruf saya batalkan. Seru deh kalau cerita ini ditulis, tapi akan panjang lebar tentunya. Intinya, dari tulisan-tulisan saya di blog, menggiring saya pada peristiwa itu dalam hidup saya.



Menulis dengan ‘CINTA’               

Setelah mengikuti pelatihan kepenulisan selama 6 bulan di FLP DKI Jakarta, alhamdulillah saya banyak mendapat ilmu tentang menulis. Bonusnya juga, saya bertemu dengan penulis-penulis terkenal, seperti Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Habiburahman El Shirazy, Andrea Hirata,dll. Alhamdulillah pada akhir tahun 2011, saya berhasil menerbitkan buku perdana saya berjudul "The Secret of Shalihah".

Saya pun menemukan jargon saya saat menulis, yakni "Menulis dengan CINTA". Kata 'CINTA' di sini ada kepanjangannya.

Jatuh Bangun
Tahun 2012, saat saya sedang sibuk-sibuknya S2, saya masih menulis di blog tapi tidak terlalu rajin. Akhir 2013 sampai dengan 2014, blog saya tidak bisa diakses. Kata seorang teman yang paham, blog saya diretas, bahkan domain saya (www.aisyaavicenna.com) dilelang. Akhirnya, saya jadi tidak menulis blog lagi. Hingga akhirnya pada tahun 2015, teman saya itu mengabarkan bahwa blog saya sudah bisa diakses kembali. Alhamdulillah... saya bahagia luar biasa! 

Tahun 2015 itu saya juga menerbitkan beberapa buku duet dengan saudari kembar saya. Nama pena kami "SUPERTWIN" (Aisya Avicenna dan Keisya Avicenna). Hingga saya putuskan untuk menggabungkan blog saya dan blog saudari kembar saya, menjadi www.supertwin.com. Penggabungan blog ini hanya berlangsung selama satu tahun. Pada tahun 2016, saya memutuskan untuk pecah kongsi dengan blog saudari kembar saya. Saya beli hosting dan domain baru lagi. Bismillah, mulai lagi dengan blog baru dengan domain lama. Semangat menulis blog kembali membara!


Makin Merasakaan Manfaat Jadi Blogger
Tahun 2017 saya bergabung dengan Komunitas Blogger Muslimah. Alhamdulillah saya mendapat banyak teman baru sesama blogger. Bersama komunitas ini, saya tidak hanya belajar teknik-teknik menulis di blog di era digital, tapi juga pernah jalan-jalan ke Malaysia bersama di awal 2018. 
Pada tahun 2018, saya juga bergabung dengan Komunitas Blogger FLP DKI Jakarta. Lewat komunitas ini saya mulai belajar mengelola anggota blogger. Kami beberapa kali mengadakan pertemuan rutin untuk mengasah kemampuan blog bagi para anggota. Pada tahun 2018 ini, saya beberapa kali mengikuti event atau kegiatan untuk blogger. Dari dunia blog, saya pernah bekerja sama dengan beberapa klien atau pihak ketiga. Selain dapat fee berupa uang, saya juga mendapat produk secara gratis. Alhamdulillah... Meski kurang rajin mengikuti lomba blog, tapi tulisan di blog saya pernah mendapat penghargaan sebagai  "Tulisan Tematik Terbaik" dari Komunitas Blogger Muslimah.

Hijrah untuk Menang

Tahun 2019 ini, saya dan suami mempunyai resolusi "Hijrah untuk Menang". Secara makna sebenarnya, awal tahun ini kami hijrah atau pindah ke Bogor (sebelumnya kami tinggal di Depok). Hijrah ini memberi arti bahwa kami ingin keluar dari zona nyaman. Makna lainnya, kami ingin hijrah ke arah yang lebih baik. 'Menang' dari hal-hal negatif yang masih ada di dalam diri. 

Dalam upaya menjadi seorang narablog profesional, di tahun 2019 ini saya memiliki 3K strategi untuk mewujudkan resolusi itu.





1. KOMITMEN

Komitmen sangat diperlukan agar saya bisa menjadi blogger yang profesional. Salah satu komitmen saya di 2019 ini adalah posting tulisan di blog minimal 3 tulisan tiap pekan. Harus giat berlatih menulis!. Untuk memperkaya diksi saya dan tentunya untuk menggali inspirasi, saya pun berkomitmen untuk membaca  minimal satu buku tiap minggunya (One Week One Book). Dari buku yang saya baca, saya berkomitmen untuk menulis resensinya. Tentunya untuk diupload di blog maupun dikirimkan ke media massa.

2. KONSISTEN

Setelah berkomitmen seperti di atas, insya Allah saya akan konsisten untuk menulis di blog.  Saya akan alokasikan waktu 30-60 menit tiap harinya untuk menulis atau membuat draft tulisan yang nantinya akan saya tayangkan di blog.

3. KOMPETISI

Insya Allah di tahun 2019 ini saya ingin rajin mengikuti kompetisi atau lomba blog. Menang atau kalah bukan menjadi tujuan utama saya, yang penting saya berkontribusi dalam setiap kompetisi. Kata seorang mentor saya, kemenangan hakiki seorang penulis adalah ketika dia bisa menyelesaikan tulisan yang sudah dimulai kemudian mempublikasikannya. Dan bagi saya, blog adalah salah satu cara efektif untuk mempublikasikan karya.

Insya Allah, saya bangga menjadi narablog di era digital seperti saat ini. Bagaimana dengan Sahabat?



0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini ^___^. Mohon maaf komentarnya dimoderasi ya. Insya Allah komentar yang bukan spam akan dimunculkan. IG/Twitter : @aisyaavicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna

Keliling Dunia