ADA PELAKOR DI DEKAT KITA



Gadget dalam hal ini smartphone sudah menjadi benda yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita, kemanapun benda tersebut akan selalu menemani, bahkan ketika menghabiskan waktu bersama pasangan (keluarga). Parahnya ada yang lebih panik ketika ketinggalan gadget daripada ketinggalan istri atau suaminya.


Nah, akhir-akhir ini lagi ramai soal PELAKOR. Tanpa kita sadari, seringnya si gadget lah yang jadi PELAKOR atau PEBINOR. Hehe.. Tahu kan kepanjangannya apa. Gadget bisa jadi big enemy pasutri ketika sudah menyebabkan komunikasi pasutri tidak sehat. Ketika suami atau istri lebih suka berkomunikasi via smartphone daripada mengobrol langsung menjadi salah satu tanda komunikasi dengan pasangan yang kurang sehat. Kalau chat via WhatsApp misalnya bisa panjang lebar tapi kalau bertemu langsung, diam seribu bahasa.

Lebih sering memegang gadget saat sedang berdua, ini juga ciri-ciri komunikasi pasutri yang sudah terganggu dengan kehadiran gadget. Seharusnya gadget sudah terlepas ketika pasutri sedang berdua misal saat makan atau akan tidur. Suasana romantis menjadi kaku dan dingin ketika pasutri lebih memilih sibuk dengan aktivitas stalking di sosmed. Jika hal ini terjadi sebaiknya buatlah kesepakatan jika sudah mau makan atau tidur, bebaskan diri dari gadget masing-masing.

Tulisan Ust Cahyadi Takariawan ini mungkin bisa  jadi bahan renungan dan introspeksi untuk lebih mengistimewakan pasangan.Banyak pasangan suami istri yang setelah menikah menjadi "sibuk berkeluarga”, namun lupa untuk “bersahabat” dengan pasangan.

Setiap hari suami dan istri bertemu, yang dibicarakan hanya soal biaya belanja bulanan, rekening listrik, tagihan telepon dan internet, biaya sekolah anak-anak, biaya perawatan tubuh dan facial, dan seputar hal seperti itu.

Rutinitas kerja dan rutinitas hidup berumah tangga menyebabkan banyak kalangan pasutri kehilangan perhatian terhadap sisi-sisi kenyamanan hubungan hati. Seharusnyalah pasutri itu berelasi sebagai sahabat, yang saling berbagi dalam suka dan duka, saling curhat, saling memberi nasehat, saling meluangkan waktu untuk berduaan dan menikmati kebersamaan.

Bahkan untuk berduaan antara suami dan istri tidak selalu harus dengan canda dan kata-kata.  Kadang pasutri menikmati kebersamaan dalam diam yang menghanyutkan, seperti kedalaman ungkapan puisi “Di Restoran” karya Sapardi Djoko Damono berikut ini :
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras
Kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu

Banyak kalangan pasutri yang tidak sempat meluangkan waktu untuk duduk bercengkerama berdua. Walaupun sepertinya “tidak melakukan apa-apa”, namun mereka berdua terikat kuat oleh perasaan dan pikiran yang menyatu.

Sangat disayangkan kebanyakan yang terjadi tidaklah seperti itu. Ketika suami istri ada waktu berduaan, ternyata justru sibuk dengan gadget masing-masing. Mereka memilih lebih memperhatikan orang lain yang jauh, teman kerja, sahabat, kerabat, kenalan baru, dan sebagainya –daripada memperhatikan pasangan yang ada di sampingnya. 

Dampaknya, pasangan merasa tidak diperhatikan, tidak diistimewakan, tidak diutamakan, tidak dikhususkan. Hubungan mereka semakin kering, pertemuan di dalam rumah hanya untuk memenuhi kewajiban hidup berumah tangga saja.

Maka, milikilah waktu istimiewa, perhatian istimewa, perlakuan istimewa untuk pasangan anda. Jadikan pasangan sebagai sahabat istimewa dalam kehidupan anda.

So, yok ah kalau lagi sama suami atau istri, sebisa mungkin meminimalisir pegang gadget. Dah pada pinter lah ya kapan momen untuk bermain gadget, kapan memperhatikan pasangan. 

#ODOP
#Blogger Muslimah Indonesia

1 komentar:

  1. Kalau hp ketinggalan dirumah buru-buru pulang sambil bilang "mana hpku? Kangennya loh" wkwk

    BalasHapus

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna