DIAM


Sesungguhnya setiap titik pada lintasan hidup kita adalah dalam rencana indahNya. Setiap lintasan, setiap persimpangan, dan setiap pilihan adalah dalam kehendak dan rencanaNya yang sempurna dan paripurna. Setiap perjumpaan, kebersamaan, dan perpisahan bukanlah ketidaksengajaan. Takdir kita adalah hasil dari bertumpuknya ketetapan yang saling berhubungan dengan sarana sebab akibat. Kita merasa memilih dengan pengetahuan dan akal kita, tapi dalam ke-Maha Tahu-anNya, semua "pilihan" adalah titik semata. Hanya titik!

Rencana dan ketetapan-Nya tidak mungkin bisa ditolak oleh siapapun, juga tidak akan bisa dihalang-halangi oleh apapun. Kita boleh saja menolak adanya malam dan siang, namun malam tetap akan menjelang, meski kita membencinya, begitu pula siang. Keduanya tetap akan datang bagaimanapun sikap kita. Kita boleh saja menolak akan musibah yang menimpa kita, tapi itu sudah menjadi skenario yang telah dituliskan-Nya, terindah untuk kita. Begitulah takdir akan terus berjalan, suka atau tidak suka. Mau atau tidak mau.


Jangan menolak apapun yang telah ditetapkan-Nya, karena kita akan binasa, bahkan iman kita akan sirna, hati kita akan kotor ternoda. Bisa saja! Jangan memberontak atau meronta, karena nurani kita akan nelangsa. Tapi, jangan pernah menyerah pada keadaan! Kita bisa berubah, asal kita mau!!! Asal kita mampu mengendalikan diri kita untuk mau membuat keadaan berubah!


Memohonlah kepada-Nya agar membuat kita ridha dengan keputusan-Nya dan sabar dengan apa yang kita alami. Penderitaan, kesalahan, dan ketersesatan adalah jalan sebab kepada rasa butuh kita, sehingga kita mau bertaubat dan berdoa kepada-Nya, menangis dan mendamba kedekatan serta perhatianNya. Bersikap tenanglah di hadapan takdir.


Diam… Bukan berarti tak bergerak untuk berubah atau mengubah!
Diam… Niscaya akan kita saksikan keajaiban-keajaiban terungkap!
Diam... Maka akan kita saksikan bagaimana Gusti Allah mengubah kita, membolak-balik diri kita dan mengurai KEINDAHAN dari balik semua yang berlaku pada diri kita...

Jakarta, 210610_17:53
Dalam sepi… dalam diam… untuk sebentuk perubahan
Ya Allah, aku ingin melewatinya setenang kepompong yang hendak berproses menjadi kupu-kupu... dalam diam menuju keindahan! HENSHIN!!!

 
Aisya Avicenna



Tulisan ini diposting pada bulan Juni 2010 di blog sebelumnya

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna