DEADLINE

SEMangat merANGkai KArya!!!

Akhir-akhir ini lomba menulis dan ajakan menulis antologi hadir bak cendawan di musim penghujan. Mulai dari event menulis surat untuk anak, menulis kisah nyata tentang guru kehidupan, menulis kisah inspiratif saat lebaran, menulis tentang permainan zaman dulu yang kini punah, sampai kisah nyata pernah bertemu makhluk dari dunia lain. Dari sekian banyak informasi perlombaan itu, ada beberapa event yang saya ikuti dan Alhamdulillah ada yang berhasil dan insya Allah akan diterbitkan. Hmm, tahu nggak? Beberapa karya yang lolos itu malah saya buat dan saya kirim saat menjelang deadline… DASAR! Saya menulis dalam kondisi ‘underpressure’, tapi saat itu malah inspirasi datang dengan cepatnya. Alhamdulillah…

Sebagian dari kita mungkin berpendapat bahwa berada dalam tekanan (underpressure) sungguh tidak menyenangkan. Menggelisahkan. Aktivitas yang semestinya berlangsung dengan baik bila dilakukan pada kondisi normal justru jauh dari perkiraan.

Salah satu kondisi di bawah tekanan adalah saat menghadapi deadline. Deadline terkadang disalahtafsirkan (atau disalahtuliskan) sebagai dateline, garis tanggal, yaitu tanggal yang menjadi garis (batas). Deadline bisa diartikan sebagai garis mati, yakni batas di mana sebuah aktivitas hanya berlaku hingga batas tersebut. Lewat dari garis itu (dalam konteks waktu), aktivitas tersebut dianggap mati dan tidak berarti apa-apa, terlepas dari tingkat kesempurnaan dalam pelaksanaannya.

Saat dihadapkan pada deadline itulah, mau tidak mau saya harus mengerjakannya. Dan pada saat itulah banyak ‘kekuatan’ yang tiba-tiba muncul sampai akhirnya target itu dapat diselesaikan sebelum batas waktunya berakhir. Hmm, inilah yang disebut ‘the power of kepepet’ kali ya. Hingga pada akhirnya lahir sebuah pernyataan dalam diri: ternyata saya bisa juga seperti ini!

SEMANGAT MENULIS! Meski deadline mengejar! ^^v

Aisya Avicenna



Tulisan ini diposting pada bulan Desember 2010 di blog sebelumnya 

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna