Cinta

Sumber : reportase Mimin Haway saat mabit
Senyum bisa membuat kita bahagia. Senyumlah seperti senyumnya Rasulullah. Senyumnya hampir sampai ke rahang tanpa membuka mulutnya.


Apa itu cinta?

Banyak yang lagi jatuh cinta tapi tidak tahu definisi cinta.

Cinta adalah perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dan terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan.


Bagaimana cinta yang kita miliki bisa mendatangkan keberkahan?

Ketika cinta ditempatkan pada porsi yang sesuai maka akan sesuai syariah.

FITRAH CINTA


QS Ar Ruum 30 : 30

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) ; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus ; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Maksudnya adalah cinta sudah menjadi sunatullah. Laki-laki yang suka perempuan dan sebaliknya. Cinta pasti ada dalam jiwa manusia tinggal kita yang harus pandai me-manage.


QS Ali Imran 3 : 14

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia ; dan di sisi Allah dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-NYA.


HAKEKAT CINTA

Cinta yang mengikuti syariat dasarnya adalah iman.

QS Ali Imran 3 : 15

Katakanlah : “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” (baca ayat 14). Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-NYA.


QS Abasa 80 : 34-37

(34) pada hari ketika manusia lari dari saudara-nya

(35) dari ibu dan bapaknya

(36) dari istri dan anak-anaknya

(37) setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya


QS Az Zukhruf 43 : 67

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.


CIRI-CIRI CINTA

1. Selalu mengingat-ingat.

QS Al Anfaal 8 : 2

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNYA, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.

Tinggal kita menyambut cinta Allah atau tidak. Jika kita mencintai Allah apapun jadi mungkin. Contoh : ada orang yang divonis sakit kanker stadium do’a. Dokter sudah menyerah. Lalu orang itu terapi minyak tanah murni, diminum selama tiga bulan. Dan sekarang masih hidup.

2. Mengagumi

QS Al Fatihah 1 : 1

Dengan menyebut nama Allah yang maha Pemurah lagi maha penyayang.
Jika kekaguman kita melebihi porsi maka akan menimbulkan malapetaka.

3. Ridho dan rela

QS At Taubah 9 : 62

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasulnya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mreka adalah orang-orang yang mu’min.

4. Siap berkorban

QS Al Baqarah 2 : 207

Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha penyantun kepada hamba-hamba-NYA.

5. Takut

Jangan sampai kamu melupakan Allah, sehingga Allah melupakan kamu. Sehingga hidup seperti orang gila, linglung dsb.

6. Mengharap

QS Al Anbiyaa’ 21 : 90

Maka kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalama (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami

Orang yang tidak pernah meminta adalah dzalim karena hakikatnya orang membutuhkan Allah

7. Mentaati

QS An Nisa 4 : 80

Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka*.

*Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.

Kadang mentaati sesuatu di hadapan kita (atasan, orang tua) kita lebih mudah dari pada mentaati Allah dan Rasul yang tidak ada di depan kita.



TINGKATAN CINTA

1. Alaqah yaitu ketergantungan hati terhadap sesuatu yang dicintai
2. Iradah yaitu kecenderungan hati kepada yang disukai dan berusaha meraihnya
3. Ashahabah yaitu curahan hati kepada yang disukai
4. Al Widad yaitu cinta kasih yang murni / yang sangat mencintai
5. Asy Syaghaf yaitu mabuk cinta atau kecintaan yang telah menguasai hatinya
6. Al Isyqu yaitu puncak cinta atau sangat cinta sehingga hatinya tertambat kepadanya
7. At Tatayyum yaitu cinta pengabdian


RAGAM KECINTAAN


* Cinta kepada Allah

QS Al Baqarah 2 : 21

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa.

Cinta kepada Allah adalah tingkat yang paling tinggi. Cinta penghambaan yang ditunjukkan untuk pengabdian hanya kepadaNYA. Jika kita lupakan Allah sehingga pada masanya Allah lupa pada kita.


* Cinta Kepada Rasulullah

QS Al Ahzab 33 : 36

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

* Cinta kepada orang tua, anak, keluarga, pasangan, saudara

Rasulullah SAW bersabda : cintailah saudaramu secara proprosional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci…(maaf tidak tercatat hadits apa, bagi yang tahu silakan menambahkan, aku cari tahu dulu).

Cinta yang paling rendah adalah cinta yang mengutamakan harta, keluarga dari pada cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya.



Tulisan ini diposting pada bulan Februari 2011 di blog sebelumnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna