Aisya Avicenna : Penulis Inspiratif Milik Negeri Ini


PENGENALAN POTENSI DAN PROFESI KEPENULISAN
Ahad, 7 Februari 2010
Bersama : R.W. Dodo
***

Aisya Avicenna : Penulis Inspiratif Milik Negeri Ini
Oleh : Aisya Avicenna*)

Pukul 09.00 berangkat dari kost dengan naik Kopaja 502 menuju satu tujuan : Masjid Amir Hamzah yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki. Sempat kebingungan juga mencari lokasi masjid yang ternyata terletak di pojokan. Alhamdulillah, akhirnya berada di tengah-tengah para calon penulis nih! Ya, inilah pertemuan perdana bagi saya. Saat Studium General Pramuda FLP angkatan 14 tidak bisa hadir dan pada saat pertemuan perdana dua pekan yang lalu juga tidak bisa mengikutinya. Alhamdulillah, kali ini bisa datang. Pada pertemuan kali ini, dimoderatori oleh Mas Andi yang cukup kocak. Pemateri hari ini adalah Mas R.W.Dodo.
Mas R.W. Dodo sangat atraktif dalam menyampaikan materi. Kami diajak mengenali potensi masing-masing sebagai penulis. Kami diminta menyiapkan tiga lembar kertas kosong.
- Pada kertas pertama, kami berpura-pura diberi uang 1.5 M. Dalam waktu 5 menit kami harus menuliskan apa saja yang akan kita belanjakan dari uang sebesar itu.
- Pada kertas kedua, kami harus menuliskan point-point potensi yang membuat kami optimis akan menjadi penulis, sebanyak-banyaknya!
- Pada kertas ketiga, kami diminta menuliskan hal-hal yang sekiranya menghambat kami jika menjadi penulis, ditulis sejujur-jujurnya!
Setelah itu, lembar kertas tersebut dipindah pada peserta pramuda lain yang duduk dalam lingkaran. Masing-masing peserta menilai milik peserta lain
- Pada lembar pertama, jika yang akan dilakukan dengan uang 1.5 M adalah hal yang bersifat keduniawian, maka diberi tanda silang. Jika bersifat ibadah, maka diberi tanda bintang!
- Pada lembar kedua, jika potensinya positif dan tidak lebay, diberi tanda bintang.
- Pada lembar ketiga, jika terlalu lebay maka diberi tanda silang.
Pesan Mas RW. Dodo yang perlu diingat:
1. Tentukan strategi menulis sejak awal, ingin menjadi penulis sebagai profesi atau menulis sebagai hoby, karena kedua hal ini akan sangat mempengaruhi kinerja kita dalam dunia kepenulisan Strategi untuk penulis yang “pure” berbeda dengan strategi bagi penulis yang sambil bekerja.
2. Penulis harus memahami bahasa dan strategi mempublikasikan tulisan. Lakukan selling market, cermati apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.
3. Tingkatkan tulisan kita dari segi kualitas dan kuantitas!
4. Kitalah yang menggali potensi diri kita. SEMANGAT MENULIS!!!
5. Idealis dan ego jangan disamakan. Idealisme harus diarahkan.
Tipe penulis :
a. Egois : mementingkan diri sendiri, misal : berambisi tulisannya best seller
b. Idealis : buku ini dibutuhkan orang lain
Jangan memaksakan orang untuk sesuai dengan pikiran kita!
6. Niatkan untuk perubahan orang lain dulu, baru niatkan pada diri sendiri.
7. Jangan mendzolimi orang lain, pilih topik yang sesuai : pendidikan, sosial, momen (misal : Piala Dunia)
8. Miliki figur penulis yang sesuai dengan Anda (misal : untuk figur penulis yang sambil bekerja : Kang Abik, Andrea Hirata, dll)
Muhasabah Seorang Penulis
1. Periksa Niatmu!
Niatkan menulis untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT, niat lillahi ta’ala
Miliki rasa keikhlasan dalam menulis, keterpanggilan jiwa, bukan semata-mata untuk finansial/popularitas. Buatlah karya yang menghipnotis pembaca!
2. Tingkatkan Ilmumu!
Untuk bisa berbagi ilmu lewat tulisan, seorang penulis harus memiliki ilmu dulu! Ilmu dapat, pahala terus berjalan! Menulis adalah skill. Menulis bukan semata-mata bakat. Jadikan aktivitas menulis sebagai kebiasaan, bukan membiasakan menulis.
3. Perkaya Kemampuanmu!
Banyak-banyak berlatih! Rancang tokoh yang mengikat dan setting yang menyentuh pembaca!
4. Nikmatilah Prosesmu!
Jadilah penikmat proses! Dikirim ke penerbit tapi ditolak?? Ya sudah, itu adalah proses. Jangan menyerah!
Hmm, alhamdulillah. Saya jadi tersadar!!! Saatnya bermetamorfosis untuk menjadi seorang penulis yang lebih baik. Hingga suatu saat nanti, Aisya Avicenna menjadi salah satu penulis inspiratif milik negeri ini yang bisa menghasilkan karya-karya yang mampu menggerakkan banyak orang. PELAN TAPI PASTI!!!


Tulisan ini diposting pada bulan Mei 2010 di blog sebelumnya

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna