Kupu-Kupu VS Kura-Kura : Ini Tentang Mahasiswa

Mahasiswa adalah status luar biasa yang melekat pada diri kita. Tidak semua orang berkesempatan menyandang predikat sebagai mahasiswa. Mahasiswa bisa dikatakan tulang punggung rakyat untuk menggantungkan harapannya. Pasalnya, sebagai kaum intelektual, diharapkan mahasiswa saat kembali ke masyarakat benar-benar bisa memberikan kontribusinya pada masyarakat. Oleh karena itu, saat masih berstatus sebagai mahasiswa, perlu dipersiapkan bekal yang nantinya akan bisa diaplikasikan sebagai wujud kontribusinya tersebut. Lalu apa hubungannya kupu-kupu, kura-kura, dan mahasiswa? Simak uraian berikut ini.

Pernah mendengar istilah mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura? Andakah itu?

Mahasiswa kupu-kupu di sini maksudnya adalah mahasiswa yang hanya kuliah pulang – kuliah pulang. Mahasiswa tipe ini datang ke kampus hanya untuk kuliah saja (study only). Ketika kuliah (di kelas) selesai , aktivitas lain mungkin ke perpustakaan, ke kantin, atau nongkrong. Setelah itu pulang ke kos atau rumah masing-masing. Hal ini memang menjadi fenomena di lingkungan Fakultas MIPA yang konon untuk masuk di fakultas ini butuh perjuangan ekstra dan untuk menjalani perkuliahan pun penuh perjuangan. Dianalogikan dengan kupu-kupu karena kampus hanya dijadikan sebagai tempat ‘hinggap’ untuk menimba ilmu dan mengenyam pendidikan formal saja.
Lain halnya dengan mahasiswa kura-kura. Mahasiswa kura-kura di sini maksudnya adalah mahasiswa yang hanya kuliah rapat-kuliah rapat. Dianalogikan dengan kura-kura yang berjalan lambat karena saking banyaknya mengikuti organisasi, membuat sang mahasiswa tersebut terlambat studinya (lulusnya lama). Sering dia mengabaikan kuliahnya dan lebih fokus pada amanahnya di organisasi. Atau selain hiperaktif di organisasi, dia juga mengabaikan kuliah dan lebih fokus bekerja (bagi mahasiswa yang kuliah sambil kerja).


Lantas, mahasiswa yang baik itu seperti apa? Bagaimana menjadi mahasiswa yang ideal?Mahasiswa, dengan menghasung idealismenya mempunyai peran yang besar dalam lingkungan masyarakat di kemudian hari. Agar peran tersebut benar-benar memberikan pengaruh yang signifikan dalam lingkungan masyarakat, maka aktivitasnya saat menjadi mahasiswa akan menjadi bekal utama untuk mewujudkan tujuan tersebut. Mahasiswa sebagai generasi muda, harta mulia bangsa Indonesia, yang akan menjadi tulang punggung bangsa ini ke depan, mempunyai peran yang luar biasa, sebagai iron sto
ck, social control, agent of change, dan moral force. Tentu, peran yang luar biasa ini tidak akan pernah terwujud jika mahasiswa ke kampus hanya untuk kuliah dan kuliah (study only).

Untuk mewujudkan peranan mahasiswa di atas diperlukan suatu sarana, salah satunya organisasi. Dewasa ini, tatanan kehidupan kampus memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak akan pernah didapatkan di bangku perkuliahan. Organisasi merupakan wadah untuk mengasah soft skill, melatih kemampuan komunikasi dan sosialisasi dengan orang lain.


Akan tetapi, mahasiswa tidak dianjurkan fokus dalam organisasi saja. Study oriented mutlak diperlukan karena sebagai insan berpendidikan tak ada lagi orientasi lain bagi seorang mahasiswa selain mencari dan mendapatkan ilmu, yang tidak baik adalah study only atau organisasi only. Masing-masing individu tentunya mempunyai pemahaman tentang menjaga keseimbangan antara studi dan organisasi. Mahasiswa yang cerdas akan mampu memanajemen hal ini dengan baik, bahkan antara studi dan organisasi bisa saling bersinergi sehingga predikat menjadi mahasiswa ideal bisa diwujudkan.
Tulisan ini telah sedikit memberi gambaran bagaimana seharusnya menjadi mahasiswa yang ideal yang mampu memanfaatkan masa kuliahnya secara efektif. Akhirnya, apakah layak kita disebut sebagai mahasiswa yang ideal? Atau kita termasuk dalam tipe mahasiswa kupu-kupu? Atau malah kita termasuk mahasiswa kura-kura? Jawabannya kembali pada diri kita masing-masing dan sejauh mana kita bertekad untuk berubah. HIDUP MAHASISWA!!! (0105037_sct)



(Tulisan yang diposting pada bulan Januari 2009 di blog sebelumnya)
Aisya Avicenna


0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna