Jurug, I'm in Love!

Hari ini hari Jum’at, tanggal 24 April 2009. Pukul 09.30 berangkat ke MIPA untuk bertemu dengan adik-adik BETTER (janjiannya jam 11.00 sih!). Berhubung masih lama nunggunya, akhirnya mengikuti kajian yang diselenggarakan oleh UKI (Unit Kerohanian Islam) EMAILKOMP. Setelah sebelumnya janjian dulu dengan Dhek Nunk. Berangkat bareng deh! Pada kajian ini menghadirkan juara 3 mahasiswa berprestasi 2008, Akh Anto Suryo Pribadi, S.Pd. Sampai di TKP (Tempat Kajian Pagi itu..hehe mekso!), pembicara sudah berbicara (^_^). Meski terlambat, gak papalah.. daripada tidak sama sekali.. Waktu datang, pemateri menyampaikan tiga tipe mahasiswa yang notabene sering kita jumpai di kampus (mungkin juga kita salah satu dari tiga tipe tadi). 

Ketiga tipe tadi adalah tipe fashion, tipe komik, dan tipe ideal. Pilih mana nih??? Kalau saya mah kombinasi ketiganya.. hihihi..ni persepsi sendiri. Tipe fashion, sebagai mahasiswa muslim/ah harus tetap menjaga penampilannya. Masak mahasiswa kucel?? “cover”nya amburadul. Palagi yang muslimah, masak gak pake jilbab?? (idih, TAKUT‼) ato pakai jilbab tapi pakaiannya SEKSI (hiy..TAKUT juga‼). Makanya, fashion juga perlu diperhatikan. Muslimah dengan jilbab rapi, pakai rok, pakaiannya matching juga..ck..ck…ck… kan enak dilihat juga (yang lihat sesama akhwat lho..ikhwan WAJIB ghodul bashar ya‼!). Yang ikhwan juga demikian, fashionnya juga diperhatikan. Tiap Jum’at pakai KOKO (sukseskan program J-KO days‼!) trus di kepala ditempeli peci kan juga tambah… (diisi sendiri aja!). Kalau “fashion” muslim/ah kayak gitu…jelas UNS akan semakin “HIJAU”. 

Tipe yang kedua, tipe komik. Komik kan wujudnya buku, jadi jadi mahasiswa harus suka baca buku.. interpretasi yang aneh ya… tapi ya gitulah!).

Tipe ideal. Idealitas merupakan salah satu hal yang melekat pada mahasiswa. Mahasiswa ideal itu seperti apa to? Menurut pematerinya tadi (dibumbui menurutku juga..), mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang tidak hanya memikiran studinya saja (study only) tapi juga memikirkan lingkungan sekitarnya salah satu aktualisasinya dengan mengikuti organisasi. Memang benar sih, banyak manfaat yang didapat dengan mengikuti organisasi. Salah satunya bisa jadi Juara III Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas.. (Alhamdulillah..). 

Kalau pembicaranya juga punya prestasi yang luar biasa. Itu semua beliau dapat juga dari rintisan bergulat dengan dunia organisasi.
Ah..tak terasa, waktu terus berlalu.. dan inilah faktanya. Tahun ini akan menjadi tahun terakhirku di kampus. Akupun bertanya pada pembicaranya tentang tips menghadapi kehidupan pasca kampus. Beliau menjawab, modal yang perlu dimiliki adalahaktif di lembaga (dah ada nih), karena dengan berorganisasi, kita akan mempunyai banyak pengalaman dan ilmu. Bahkan, saat lulus, bukan kita yang akan mencari pekerjaan tapi pekerjaan yang akan datang pada kita. (Pengalaman pribadi pembicaranya..PATUT DITIRU!). Kunci yang keduaTAWAKAL pada Allah SWT. Jalankan amanah semasa di kampus dengan sebaik-baiknya. Kita memang wajib berdoa dan berusaha maksimal, tapi Allah-lah yang kuasa menentukan.



Pasca kampus nanti tentunya kita akan dihadapkan pada berbagai pilihan. Aku sendiri menggambarkannya seperti aku berada pada ujung jalan yang bercabang tiga (ini versi aku lho‼). Jalan pertama : S1 (tetap bergelar S1 yang kemudian mencari atau membuka lapangan kerja), jalan kedua : S2 (melanjutkan studi untuk mendalami ilmu yang lebih tinggi), dan jalan ketiga : S3 (bergelar S3/istri … menikah maksudnya… wah, menjelang lulus dah dihadapkan “ujian” dalam hal ini… Moga “keputusan”ku hari ini tepat…Maaf ya…Mungkin, saat ini aku belum bisa bertemu dengan “penyangga” yang bisa menguatkanku saat aku rapuh… SABAR 3x.. SUDAH SIAP KAMU, TIK??? Hihihi…). 


JALAN MANA YANG AKAN KUPILIH??? Beri petunjuk ya Rabb. Tapi diri ini sudah CENDERUNG untuk memilih salah satu dari ketiga jalan itu. SEMANGAT 37x. Untuk memilih ketiga jalan tadi tentu peran orang tua tidak lepas dalam menentukannya. Kata pembicara, kunci agar kita tidak berseberangan dengan orang tua dalam menentukan pilihan adalahKEPERCAYAAN orang tua pada kita. Jika orang tua sudah percaya dengan kita, Insya Allah mereka tidak akan menolak keinginan kita, bahkan mereka akan mengarahkan kita.

Ba’da kajian, makan siang karena jam 11.00 ada agenda rutin pekanan dengan adik-adik Kimia 2008 (ENTALPI). Agenda kali ini rihlah ke Jurug. Berhubung minim motor, akhirnya kita sepakat jalan kaki dari MIPA sampai ke JURUG. Subhanallah..KEREN‼ Yap, moga ini menjadi sarana melatih RUHUL ISTIJABAH mereka.. AMIN! Heroik banget… Sampai di Jurug, kita berkeliling sambil menikmati pemandangan alam yang “indah”. Hewan-hewan yang dikurung dengan berbagai posenya, penjual souvenir yang tak pantang menyerah merayu kami untuk membeli dagangannya, dll. Tidak lupa kami foto-foto bersama. Siang ini, dua adikku tidak bisa ikut, yang satu harus ke Jogja dan yang satu sakit. Syafakillah ya Dhek… Jadinya bersembilan deh‼ I love you all, my sisters‼! Setelah puas berkeliling taman jurug akhirnya kita menemukan mushola kecil di seberang sungai. Di mushola kecil itu “lingkaran cinta” kami terkumpul kembali. 

Ada yang spesial pekan ini. Setelah tilawah, dilanjutkan dengan tukar kado dan semua saling memberikan tausyah. SERU banget‼! Setelah sholat, akhirnya kita berencana pulang. Tapi, adik-adik mengajak untuk membeli minum, akhirnya minum bersama deh. Minum es kelapa muda di pinggir jalan depan jurug. Sharing dan curhatnya dilanjutkan lagi…So Switz. Jadi tambah SAYANGGGG banget dengan adik-adik.Ya Allah, KUATKANLAH IKATAN ini‼!
In the miracle of love,
Jurug… I’m in love‼!


(Tulisan ini diposting pada bulan April 2009 di blog sebelumnya)

Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna