Jalan-Jalan ke Mantan Kampus

Senin, 19 Oktober 2009… pagi ini tidak berangkat ngantor karena boz yang proyeknya sedang aku selesaikan masih berada di luar kota (tapi hari ni dah kembali ngantor lagi.. SEMANGADH!!!). Pukul 10.00, dengan semangat ala PKS (Pejalan Kaki Sehat), berangkat menuju mantan kampusku tercinta, UNS. Niatnya mau berkunjung ke bagian pendidikan universitas (mengurusi sesuatu…berhubungan dengan akademis pokoknya..mohon doanya aja ya!!!). Sampai di depan ATM BNI kepala ini menoleh ke kanan… 

Subhanallah walhamdulillah, masjid kampus NHIC (Nurul Huda Islamic Centre) sudah berangsur-angsur menjadi lebih baik.. Semoga renovasinya segera selesai. Ayo, jangan lupa menyalurkan donasi untuk pembangunan NHIC!!!. Kulanjutkan perjalanan ini, di pojokan dekat taman FKIP, aku bertemu dengan seorang nenek tua yang sudah renta. Nenek itu memang sering “mangkal” di situ. Kuhampiri beliau… Senyum sang nenek membuatku semakin bersemangat menuju kantor rektorat. 

Perjalananku pun berlanjut, udara panas mengiringi perjalanan ini. Ditambah dengan angin lumayan kencang yang membawa serta debu dan daun-daun kering… Kayak musafir di gurun pasir nih (pikirku…). Angin kencang itu serasa merangsek tubuh mungilku dan mengajakku terbang (hihi.. ^^v). Debu-debu nakal itu membuat mataku perih. PANAS!!! Inikah dampak global warming itu??? Banyak pohon di sekitar kampus yang meranggas.. Sepanjang perjalanan, aku teringat akan sebuah file pdf yang tersimpan dalam My Document laptopku… Mungkin ini akan dapat menjadi pengingatan buat kita semua agar kita senantiasa menjaga lingkungan alam sekitar kita… Judul tulisan itu ... ============================================================== 
SURAT DARI TEMAN DI TAHUN 2070
Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku. Aku teringat di saat aku berumur 5 tahun Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Semua sangat berbeda Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. 

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: ”JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi 80% makanan adalah makanan sintetis Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. 


Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. 

Morphology manusia mengalami perubahan …yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31,102 galon] 

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas. Umur hidup manusia adalah rata-rata 35 tahun Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. 

Dia bertanya: Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku... -- Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang???-- Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesanpesan pelestarian... dan banyak orang lain juga! Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya. Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi ... ... Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini! walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunanmu kelak.
 AIR DAN BUMI DEMI MASA DEPAN!
============================================================== 

Sahabatku, mari lestarikan dan jaga lingkungan sekitar kita… Karena kita adalah “khalifah di muka bumi ini..”. Semua yang kita lakukan pada ciptaanNya akan dipertanggungjawabkan kelak. Dan ingatlah generasi setelah kita, akan dapat apa mereka nanti kalau kita tidak merawat lingkungan ini???

201009_07:30

(Tulisan ini diposting pada bulan Oktober 2009 di blog sebelumnya)
Aisya Avicenna

0 komentar:

Posting Komentar

Jejak Karya Aisya Avicenna

Jejak Karya Aisya Avicenna